Kamis 08 Desember 2022, 22:05 WIB

Buku Membangun Peradaban, Kumpulan Kisah Mind Id Kembangkan Masyarakat Sekitar

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Buku Membangun Peradaban, Kumpulan Kisah Mind Id Kembangkan Masyarakat Sekitar

Dok.Ist
Peluncuran buku Membangun Peradaban dari Mind Id.

 

Bertani lebih baik ketimbang menambang liar. Dengan bertani hidup terasa lebih tenang ketimbang saat menjadi penambang liar. 

Demikian kisah yang dipaparkan oleh Uding, mantan pelaku gurandil di Gunung Pongkor, Bogor seperti tertulis dalam Buku Membangun Peradaban yang diluncurkan Mind ID di Wisma Bisnis Indonesia pada Kamis (8/12) . 

Menurutnya, hidup dari bertani menjadikan dirinya lebih dekat dengan keluarga. Bekerja jadi mengenal waktu sehingga bisa lebih banyak bersama keluarga. 

Kisah Uding hanya salah satu dari hasil dari program Tanggung Jawab Sosial yang dijalankan Group Mind ID dan dituangkan dalam  Buku Membangun Peradaban  yang  ditulis selama kurang lebih 5 bulan. 

Buku itu menuturkan komitmen kuat dari Mind Id  dalam menjalankan operasional dan bisnisnya tak luput dari kontribusi yang juga dijalankan untuk masyarakat sekitar. Tidak hanya sekedar menjalankan Tanggung Jawab Perusahaan, namun harus mampu memberi
nilai dan bisa memberikan manfaat sampai kepada generasi mendatang dan berkelanjutan.

"Saya senang, sekaligus bangga,  karena hari ini Grup MIND ID membuktikan bahwa Tanggung Jawab Sosial yang dikerjakan tepat sasaran dan menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat serta isu-isu seputar operasional tambang," ujar  Komisaris Utama Mind ID Doni Mordano yang hadir dalam soft launching.

Pasca soft launcing dilanjutkan diskusi yang menghadirkan Vivi Yulaswati, Staf Ahli bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Bappenas dan Dany Amrul Ichdan, Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, serta Akhirul Anwar, Jurnalis senior  yang menuliskan buku itu. 

"Inovasi program TJSL dari Grup MIND ID harus bersinergi dan terintegrasi. Dikelola secara baik untuk menciptakan harmonisasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," jelas Dany.

Buku ini terbagi dalam 5 Bab dan 4 topik besar yang menggambarkan bagaimana terbukanya akses Pendidikan untuk anak-anak sekitar wilayah operasional tambang, pengembangan infrastruktur sosial ekonomi termasuk tumbuhnya UMKM dan ketrampilan yang sangat membantu masyarakat.

Berikutnya, sinergi program pelestarian alam terutama dari lahan bekas tambang, termasuk pemanfaatan limbah dalam konteks ekonomi sirkular, hingga memanfaatkan fungsi alam dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan bersama. Serta, potensi pariwisata dan kearifan lokal melalui keindahan alam dan budaya yang melekat di masing-masing daerah.

Vivi Yulaswati, Staf Ahli bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Bappenas menuturkan bahwa pelaksanaan program tanggung jawab sosial yang dijalankan secara benar akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat sekitar. Dan bagi perusahaan akan menunjang keberlanjutan usaha sehingga membuat valuasi dari perusahaan meningkat di mata investor dan pemegang sahamnya. (RO/E-1)

Baca Juga

Dok GNA Group

GNA Rilis Perumahan Bernuansa Modern Art Deco

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 22:20 WIB
Pasar rumah tapak diprediksi masih akan terus tumbuh dan paling diminati tahun...
Antara

Salurkan 172.000 Ton Beras, Bulog Klaim Berhasil Redam Kenaikan Harga

👤 Refa Walukow 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:55 WIB
Bulog sudah menggelontorkan 172.000 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak awal Januari hingga 30...
Ist

Premier Lake Residence Hunian Berkualitas Idaman Generasi Milenial 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:33 WIB
Premier Lake Residence, sebuah hunian tropis modern berkualitas tinggi, dengan fasilitas lengkap didukung oleh konsep healthy...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya