Selasa 06 Desember 2022, 14:49 WIB

Presiden Minta Data Beras Dicermati agar Tidak Salah Ambil Kebijakan

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Presiden Minta Data Beras Dicermati agar Tidak Salah Ambil Kebijakan

PRESIDENTIAL PALACE/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan petani

 

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan para menteri ekonomi untuk betul-betul menghitung secara jeli kebutuhan pangan, terutama beras, di tahun depan.

Upaya tersebut wajib dilakukan agar Indonesia bisa terhindar dari krisis pangan yang diprediksi masih akan berlanjut di 2023.

"Soal krisis pangan, hati-hati mengenai ini, utamanya yang berkaitan dengan beras. Betul-betul hitung semuanya, betul-betul hitung-hitungan nampak," ujar Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/12).

Kepala Negara meminta seluruh kementerian/lembaga terkait yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional dan Bulog memegang data yang valid terkait produksi, ketersediaan dan konsumsi beras di lapangan.

Jangan sampai ada penghitungan yang keliru yang pada akhirnya berbuntut pada kesalahan dalam pengambilan kebijakan.

"Jangan sampai penghitungan kita keliru sehingga tidak menyiapkan cadangan. Ketika pada suatu titik cadangan kita habis dan itu dilihat pedagang, harga beras pasti akan naik. Ini supply dan demand pasti akan menyimpulkan itu," tegas mantan wali kota Surakarta itu.

Baca juga: Tahun Depan, Pemerintah Setop Ekspor Bauksit Mentah

Ia pun meminta seluruh kementerian/lembaga bisa berkolaborasi dengan baik. Ego sektoral yang selama ini dipegang harus dihilangkan.

"Kuncinya, sekali lagi, adalah kolaborasi antara kementerian dan lembaga. Jangan terjebak pada egosektoral. Lakukan konsolidasi data, konsolidasi policy dan juga konsolidasi dari pelaksanaan implementasi," ucapnya.

Presiden ingin persoalan terkait ketersediaan dan harga beras bisa diantisipasi dengan sebaik-baiknya karena komoditas tersebut memiliki peran yang sangat penting dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak.

"Saya minta seluruh kebijakan yang berkaitan dengan masyarakat, hajat hidup orang banyak, betul-betul dikalkulasi. Kalau dibiarkan, nanti bisa lari ke masalah sosial dan politik," tandasnya.(OL-4)

Baca Juga

Ist

Sambut Traveling Tahun 2023, Biro Travel dan Tur Hadirkan Promosi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 12:53 WIB
Seiring dengan aktivitas traveling yang meningkat pesat sejak tahun lalu, biro travel dan tur juga berinovasi dengan portfolio produk...
ANTARA FOTO/Yulius Satria W

Ekonom Prediksi Inflasi Januari 2023 Turun Menjadi 0,42 Persen

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 12:32 WIB
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) akan mencapai 0,42% pada Januari 2023, turun dibandingkan capaian Desember 2022 sebesar...
dok.ant

Pengamat : PHK Massal di Perusahaan Teknologi Global Akibat Euforia

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 12:05 WIB
BEBERAPA minggu terakhir, dunia dikejutkan oleh PHK massal yang dilakukan perusahaan teknologi dunia. Beberapa di antaranya adalah Amazon,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya