Senin 28 November 2022, 09:01 WIB

OJK Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit

Despian Nurhidayat | Ekonomi
OJK Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit

Medcom
Logo OJK

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menilai, saat ini, ketidakpastian ekonomi global tetap tinggi, utamanya disebabkan normalisasi kebijakan ekonomi global oleh Bank Sentral AS (the Fed), ketidakpastian kondisi geopolitik, serta laju inflasi yang tinggi. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia ke depan tidak terhindarkan sebagaimana diperkirakan oleh berbagai lembaga internasional.

Di sisi lain, pemulihan perekonomian nasional terus berlanjut seiring dengan lebih terkendalinya pandemi dan normalisasi kegiatan ekonomi masyarakat. Sebagian besar sektor dan industri Indonesia telah kembali tumbuh kuat. Sekalipun demikian, berdasarkan analisa mendalam dijumpai beberapa pengecualian akibat dampak berkepanjangan pandemi covid-19 (scarring effect).

Baca juga: Pengawasan Koperasi Oleh OJK Akan Rusak Ekonomi Kerakyatan

Sehubungan dengan perkembangan tersebut dan menyikapi berakhirnya kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan pada Maret 2023, OJK mengambil kebijakan mendukung segmen, sektor, industri dan daerah tertentu (targeted) yang memerlukan periode restrukturisasi kredit/pembiayaan tambahan selama 1 tahun sampai 31 Maret 2024, sebagai berikut:

  • Segmen UMKM yang mencakup seluruh sektor;
  • Sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum;
  • Beberapa industri yang menyediakan lapangan kerja besar, yaitu industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki.

Kebijakan ini dilakukan secara terintegrasi dan berlaku bagi perbankan dan perusahaan pembiayaan.

Sementara itu, kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan yang ada dan bersifat menyeluruh dalam rangka pandemi covid-19 masih berlaku sampai Maret 2023. 

Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan pelaku usaha yang masih membutuhkan kebijakan tersebut, dapat menggunakan kebijakan dimaksud sampai dengan Maret 2023 dan akan tetap berlaku sampai dengan berakhirnya perjanjian kredit/pembiayaan antara LJK dengan debitur.

OJK akan terus mencermati perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian nasional, termasuk fungsi intermediasi dan stabilitas sistem keuangan. 

Dalam kaitan itu, OJK tetap meminta agar LJK mempersiapkan buffer yang memadai untuk memitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul. OJK juga akan merespon secara proporsional perkembangan lebih lanjut dengan tetap mengedepankan stabilitas sistem keuangan serta menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. (RO/OL-1)

Baca Juga

AFP

Allegri Puji Kekuatan Mental Skaud Juventus

👤Akmal Fauzi 🕔Rabu 08 Februari 2023, 21:22 WIB
Sebelumnya Juventus tidak pernah menang dalam tiga pertandingan Serie A, termasuk kekalahan 5-1 dari Napoli dan kekalahan mengejutkan 2-0...
DOK pribadi.

Kinerja Brokerage BRI Danareksa Sekuritas Lampaui Pasar Modal

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 21:20 WIB
Sepanjang 2022, kinerja equity brokerage BRI Danareksa Sekuritas melesat 55% atau lebih tinggi dibandingkan kenaikan equity brokerage...
Antara

Airlangga: Peranan TNI dan Polri Dorong Stabilitas Dalam Negeri

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 08 Februari 2023, 21:17 WIB
Stabilitas dalam negeri yang terjaga ditunjukkan dengan prospek beberapa indikator utama yang relatif baik untuk menopang pertumbuhan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya