Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI kawula muda yang hobi main TikTok mungkin sudah tidak asing dengan King Kevin. Bagaimana tidak? Pemilik akun TikTok @kingkevin_ dengan followers 2 juta ini selalu membuat konten yang disukai anak muda. Mulai dari humor, motivasi, edukasi, hingga konten berbagi kebaikan.
Selain itu, King Kevin juga kerap menyelipkan beragam hal positif di media sosial dengan tujuan agar bisa lebih dekat dengan konsumennya.
Pasalnya, King Kevin bukan hanya seorang Tiktokers, tetapi juga seorang pebisnis yang merupakandirektur sekaligus pendiri dari PT Semua Karena Anugerah atau yang dikenal dengan nama Planet Gadget.
Planet Gadget sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang ritel perangkat telekomunikasi seluler, seperti handphone, laptop, tablet, kartu perdana, dan aksesori.
Baca juga: Gaet Konsumen dengan Hadirkan Display Khusus Produk Trending di Tok Tok
Sebelum sesukses sekarang, King Kevin mengawali kariernya dengan menjadi anak perantauan sejak usia 12 tahun yang merantau dari Medan ke Bali, lalu ke Jakarta. Pada usia 13 tahun, ia sudah bekerja sebagai tukang jahit di konveksi.
Meskipun hanya seorang tamatan SD, tetapi tekad King Kevin dalam menggapai mimpi tidak hanya sebatas bermimpi.
Ia memiliki motto hidup 'Kesuksesan datang pada orang yang tidak pernah menyerah'. Berbekal pengalaman yang dimilikinya, ia kemudian membuka usaha grosir pakaian di usia 23 tahun.
Pada tahun 1999, King Kevin melihat adanya peluang adaptasi teknologi digital yang semakin tinggi di Indonesia. Sehingga ia memutuskan untuk pindah haluan dari bisnis pakaian ke bisnis ritel dengan merintis toko HP kecil.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2003, kesuksesan ritel HP-nya makin terlihat. Berawal dari yang hanya toko kecil, beranjak menjadi importir Nokia.
Kemudian, pada tahun 2005, King Kevin berhasil menjadikan toko HP-nya sebagai trend setter untuk Mega Store Gadget di Indonesia dengan membangun toko gadget besar.
Pada tahun 2007, sebelum masuknya Android ke Indonesia, King Kevin mulai membuat brand HP sendiri yang diberi nama “XP Mobile”.
Lalu, pada tahun 2010, toko HP yang ia beri nama Planet Gadget ini mulai merambah ke Pulau Jawa.
Bahkan di saat pandemi covid-19 pun, King Kevin berhasil mendirikan Planet Gadget makin berkiprah sebagai perusahaan ritel.
Berkat kejeliannya dalam berbisnis, gerai Planet Gadget menambah delapan gerai baru yang meliputi Sidoarjo, Malang, Manado, Singaraja (Bali Utara), Bogor, Jakarta (Pondok Bambu), Surabaya, dan Kupang yang akan launching di bulan November ini.
Hingga kini, Planet Gadget telah memiliki banyak cabang di berbagai kota-kota besar di Indonesia dan akan terus berinovasi menjadi ritel khusus dari berbagai merek handphoneterlengkap. Mulai dari handphone dengan kategori low-end, mid-end, hingga premium.
Kendati demikian, semua merek handphone yang dijual di Planet Gadget adalah handphone yang orisinal. Sebab, Planet Gadget memiliki misi untuk selalu mengutamakan kualitas dan keaslian suatu produk yang dijual.
Terlepas dari bisnis yang dijalankannya, King Kevin masih tetap menyempatkan waktunya untuk membuat konten yang tidak hanya konten untuk berjualan, tetapi juga konten yang menginspirasi sekaligus mengedukasi followers-nya dalam bermedia sosial yang baik. (RO/OL-09)
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
KEBUTUHAN efisiensi operasional dan konsistensi proses kerja di industri food & beverage (F&B) semakin meningkat seiring dengan bertambah outlet dan kompleksitas bisnis.
Di tahun 2025, kebutuhan pekerja dan pebisnis terhadap teknologi semakin kompleks.
Upgrade gadget impian Anda & penuhi kebutuhan dapur tanpa khawatir. Dapatkan promo spesial HUT BRI di iBox, Erafone, Superindo, dkk!
TREN warna personal (personal color) semakin populer di kalangan gen Z sebagai cara mengekspresikan gaya. Kini preferensi warna tersebut juga bisa diterapkan pada gadget (gawai).
Meski waktu ideal bermain gawai untuk kebutuhan hiburan maksimal dua jam per hari, kenyataannya banyak anak dan remaja tetap mencari celah untuk melanggarnya.
Penjualan ponsel, tablet, jam tangan pintar, dan berbagai aksesori elektronik disebut terus meningkat, salah satunya berkat kemudahan pembayaran melalui fitur cicilan atau buy now pay later.
Hands-on play melatih kemampuan memecahkan masalah, mengasah fokus, dan memicu imajinasi, hal-hal yang sering terabaikan saat melakukan screen time berlebihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved