Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Terbukti Sukses berkat Korporasi Petani

Mediaindonesia.com
21/11/2022 10:56
Terbukti Sukses berkat Korporasi Petani
Ilustrasi petani(Dok. Kementan)

SUDAH saatnya petani terjamin dalam hal akses pasar dan harga hasil panen tetap stabil. Tidak dapat dimungkiri, berkat kerja keras petani, stok bahan baku tersedia serta berdampak positif bagi perekonomian negara.

Demi mewujudkan peningkatan produktivitas, keberlanjutan sumber daya manusia pertanian, dan kepastian pasar serta kesejahteraan petani, lahirlah korporasi petani.

Korporasi petani merupakan salah satu program Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi yang ingin meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengubah pola kerja petani menjadi lebih modern melalui konsep korporasi petani.

Korporasi petani sebagai salah satu upaya membantu kelompok petani beroperasi dengan memberikan bekal manajemen, aplikasi, cara produksi dan pengolahan modern, dan penguatan dari hulu ke hilir sehingga ke depannya petani Indonesia diharapkan mendapatkan keuntungan lebih besar.

Salah satu proyek contoh korporasi petani pada komoditas perkebunan ialah PT Java Preanger Lestari Mandiri (JPLM) yang dibangun sebagai percontohan korporasi khususnya di Jawa Barat.

“Korporasi petani perkebunan ini kami dorong dengan berbagai bantuan, membuka akses permodalan, memudahkan petani mendapatkan benih varietas unggul, dan mendorong intensifikasi tanaman kopi. Hilirisasi juga kami dorong melalui bantuan unit pengolahan hasil. Semua kelompok tani kami gabung dalam korporasi agar menyatu dengan skala usaha lebih besar agar punya kemampuan akses pasar lebih luas,” ujar Dirjen Perkebunan Andi Nur Alam Syah, melalui keterangan resminya, pekan lalu.

Andi Nur menambahkan, dukungan pemerintah khususnya Kementan melalui Ditjen Perkebunan dilakukan responsif dan kolaboratif untuk korporasi petani. Di antaranya, pembinaan, pengawalan, pemberian bantuan benih, pupuk, alat pascapanen dan pengolahan, serta pelatihan pemasaran.

“Diharapkan, tergabungnya kelompok tani dalam korporasi petani perkebunan ini dapat menambah semangat kelompok tani serta berdampak positif. Petani juga tak perlu bimbang karena terjamin kepastian akses pasarnya dan harga aman,” kata dia.

“Pada sisi lain, korporasi petani membantu menguatkan hasil produksi, terjaminnya stok bahan baku, berkembangnya inovasi produk turunan, dan sekaligus memberdayakan masyarakat setempat,” terang Andi Nur.

Satrea, petani milenial asal Bandung, dari Kelompok Tani Kopi Wanoja dan Koperasi Walama Wanoja Laksana Maju, bagian dari korporasi JPLM, mengaku korporasi petani membantu penjualan produk kopi hingga tembus pasar ekspor ke luar negeri. (RO/S3-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya