Rabu 16 November 2022, 20:40 WIB

Kunjungi Indonesia, Presiden IFAD Apresiasi Regenerasi Petani

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kunjungi Indonesia, Presiden IFAD Apresiasi Regenerasi Petani

dok.Kementan
Presiden IFAD Alvaro Lario meninjau lokasi Program YESS di Subang, Jabar, Selasa (15/11/2022)

 

PERTANIAN  merupakan sektor penting di Indonesia dan terbukti bahwa pertanian merupakan salah satu sektor yang bertahan di masa pandemi Covid-19. Bahkan di Indonesia, telah terbukti sektor pertanian menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 38 juta orang di Indonesia.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo  berulang kali menegaskan bahwa pemuda adalah kunci masa depan pertanian karena karakteristik pemuda yang mandiri, kreatif dan adaptif teknologi dapat menjadi kunci penggerak menuju pertanian masa depan yang modern dan efisien.

Kendati demikian, tak dapat dipungkiri hampir 80% petani Indonesia berusia di atas 45 tahun dan ini memacu untuk segera melakukan regenerasi petani.  Menjawab tantangan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi terus berupaya mempersiapkan pemuda menjadi petani, pengusaha dan pekerja yang kompeten di bidang pertanian sehingga mampu mengembangkan pertanian terutama di wilayah pedesaan.

Berbagai program dijalankan oleh Kementan, salah satunya adalah hadirnya Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) hadir untuk mewujudkannya.

Program Pelayanan Dukungan Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Muda atau Program YESS dikelola oleh Pusat Pendidikan Pertanian di bawah naungan BPPSDMP Kementan bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

"Tujuan program YESS, membuka kesempatan bagi kaum muda khususnya di pedesaan untuk dapat mencari nafkah di bidang pertanian, baik sebagai pencari kerja maupun pencipta lapangan kerja," kata Dedi Nursyamsi, Rabu (16/11/2022)

Dia menambahkan, Program YESS fokus mempersiapkan dan mengintegrasikan pemuda dengan kesempatan kerja dan usaha di bidang pertanian sehingga mereka dapat memperoleh dan meningkatkan pendapatan mereka dari sektor tersebut.

Memastikan kemajuan Program YESS, Presiden IFAD Alvaro Lario berkesempatan meninjau salah satu lokasi program di Provinsi Jawa Barat.  Sejak 14 hingga 16 November 2022, pria berkebangsaan Spanyol ini meninjau beberapa lokasi permagangan Penerima Manfaat (PM) Program YESS seperti Balai Besar Padi  Sukamandi, Subang, Provinsi Jawa Barat dan P4S Brahman di Subang serta PM petani pisang cavendish dan melon yang telah menerapkan Smart Farming.

"Indonesia merupakan negara yang sangat potensial di sektor pertanian. Alam Indonesia sangat kaya dan mampu mencukupi kebutuhan pangan," kata Alvaro Lario.

Dia mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan Program YESS di Indonesia. Bertemu dengan beberapa PM selaku peserta magang.  "Saya menanyakan banyak hal kepada mereka. Bagaimana mereka mengetahui Program YESS? Apa yang mereka rasakan setelah mengikuti kegiatan YESS serta apa yang akan mereka lakukan setelah mengikuti permagangan," kata Alvaro Lario.

Dia mengakui banyak dari PM yang mengatakan terbantu dengan hadirnya Program YESS. Mereka akan melanjutkan untuk berusaha di sektor pertanian setelah mendapatkan pelatihan maupun mengikuti permagangan.

"Kami sangat konsen pada peningkatan kapasitas serta kualitas SDM khususnya pemuda di pedesaan, akses permodalan, pemanfaatan teknologi, peningkatan skala usaha hingga akses pemasaran serta kesinambungan atas semua unsur tersebut," kata Alvaro Lario.

Maka IFAD, katanya, sangat berharap adanya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementan dan IFAD dapat mewujudkan regenerasi petani di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Direktur Program YESS yang juga Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Idha Widi Arsanti menjelaskan di tingkat kabupaten, Program YESS melalui pemerintah kabupaten merekrut mitra Penyedia Jasa Pengembangan Usaha (BDSP) di tingkat kecamatan yang terdiri dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Pusat Pelatihan Pertanian Mandiri (P4S) dan Terpadu Pusat Dukungan Bisnis (PLUT).

"Sebagai bagian dari tim jaringan penjangkauan, Program YESS juga merekrut penggerak, fasilitator pemuda dan penasehat keuangan untuk memberikan pendampingan kepada pemuda dalam pengembangan usaha dan akses pembiayaan sehingga petani muda dan usaha kecil pedesaan mendapatkan akses pasar dan layanan pengembangan usaha," kata Idha WA yang akrab disapa Santi.

Dalam pelaksanaanya, kata Kapusdik, Program YESS memastikan bahwa kegiatan dan manfaat program harus inklusif bagi semua pemuda dengan berbagai latar belakang.

"Untuk itu, kami mendorong partisipasi perempuan dalam program untuk mempercepat keterlibatan perempuan dalam kegiatan dan pengambilan keputusan di bidang agribisnis," kata Santi.

Tercatat  42% partisipasi perempuan dalam Program YESS serta pemuda berketerampilan rendah, pemuda miskin, masyarakat adat dan pemuda penyandang disabilitas.  "Kami sudah memiliki lebih dari 80 ribu pemuda di 15 kabupaten percontohan pada empat provinsi di Indonesia yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Hingga November 2022, katanya, Kementan telah mengintervensi lebih 38 ribu dari mereka melalui pelatihan, hibah, dan peningkatan kapasitas lainnya. (OL-13)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Inflasi Turun Menjadi 5,42% pada November 2022

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 01 Desember 2022, 13:38 WIB
Ia membeberkan pendorong inflasi harga diatur pemerintah adalah kenaikan harga bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan dalam...
Antara/Galih Pradipta

Provinsi Jabar dan Jatim Pastikan Stok Beras Aman dan Tidak Perlu Impor

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 01 Desember 2022, 13:28 WIB
Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur menegaskan bahwa produksi beras di tahun 2022 mengalami surplus sehingga pemerintah pusat tidak perlu...
Ist/Kementan

Bapanas Ngotot Impor Beras, Ekonom IPB: Mau Musim Panen Bos! 

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 13:24 WIB
Ekonom PB University Prima Gandhi heran dengan getolnya wacana impor yang digaungkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya