Rabu 16 November 2022, 14:23 WIB

Negara Maju Alokasikan US$600 M untuk Infrastruktur Negara Berkembang  

mediaindonesia.com | Ekonomi
Negara Maju Alokasikan US$600 M untuk Infrastruktur Negara Berkembang  

ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo
Presiden Joko Widodo (tengah)

 

NEGARA maju yang tergabung dalam Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur. Dana berupa hibah dan pinjaman sebesar US$600 miliar ini dapat digunakan negara berkembang dan miskin hingga lima tahun.

“Pembangunan infrastruktur perlu memberdayakan masyarakat dan ekonomi setempat agar memiliki rasa kepemilikan yang tinggi. Sehingga negara berkembang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang,” ujar Presiden Joko Widodo selaku Presidensi G20 Indonesia pada Selasa (15/11/).

Alokasi dana tersebut untuk mendukung pembiayaan proyek baru PGII di antaranya Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar US$20 miliar bagi Indonesia, Indonesia Millenium Challenge Corporation (MCC) Compact sebesar US$698 juta, Trilateral Support for Digital Infrastructure melalui kemitraan Australia dan Jepang untuk proyek digital, mengamankan rantai pasokan mineral kritis di Brasil, pengembangan energi surya di Honduras serta investasi bagi infrastruktur kesehatan bagi India.

Presiden Joko Widodo selaku Presidensi G20 Indonesia menekankan dukungan PGII dalam pembangunan infrastruktur di negara berkembang harus didasarkan pada paradigma kolaborasi. Melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan termasuk swasta dan menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan serta mendukung transisi energi.

Baca juga: Transisi Energi di Indonesia Butuh Komitmen Negara Maju

Kemampuan negara berkembang dan miskin untuk membangun infrastruktur di tengah-tengah krisis multidimensional global yang terjadi, menjadi tantangan bagi kebijakan fiskal. Dalam pertemuan kepala negara di Bali, Indonesia cukup intens membawa sejumlah isu untuk mendukung pemulihan ekonomi bagi negara berkembang dan negara miskin. Restrukturisasi utang dan pembangunan infrastruktur bagi negara berkembang dan negara miskin menjadi fokus Indonesia dalam Preisidensi G20 2022.  

“PGII tidak hanya menanamkan modalnya untuk pembangunan infrastruktur, namun kami juga berinvestasi bagi kapasitas lokal mitra kami,” ujar Presiden Komisi Eropa Ursula Gertrud von der Leyen, yang menghadiri pertemuan PGII di sela-sela pertemuan konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali.  

PGII adalah upaya kolaboratif negara G7 yakni Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada dan Prancis, yang dibentuk pada Juni 2021 saat KTT G7 ke-47 di Inggris.(RO/OL-5)

Baca Juga

Dok.Ist

Biaya MedisTerus Meningkat, BCA Life Luncurkan BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:05 WIB
Peningkatan biaya medis mencapai 3,5% pada tahun 2020 dan 8,8% pada tahun 2021. Diperkirakan pada tahun 2022 biaya medis akan kembali...
Ist

Sambut Akhir Tahun, PNM Gelar Innovation Festival 2022 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 21:41 WIB
I-Fest 2022 hadir untuk memberikan tantangan bagi insan PNM yang  memiliki ide dan dapat menawarkan inovasi sesuai portofolio bisnis...
MI/Palce Amalo

Nataru, Penumpang Kapal Penyeberangan Diprediksi Tembus 2 Juta Orang

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 07 Desember 2022, 21:18 WIB
Jumlah tersebut rata-rata naik sebesar 7% dibandingkan dari realisasi Nataru 2021 yang sebesar 1.873.379...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya