Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Ekonomi Pangan Razikin Juraid mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan di seluruh wilayah Indonesia.
“Saya kira ini langkah sebagai antisipasi karena isu kelangkaan pangan juga menjadi isu yang mengancam negara-negara di dunia,” kata Razikin saat dihubungi, Jumat (28/10).
Menurut Razikin, Perpres ini juga sebagai bentuk perhatian Pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan Indonesia. Meski begitu, Razikin menyarankan agar hal tersebut tidak boleh terlalu jauh hingga pada masalah teknis.
Baca juga: Pemerataan Insfrastruktur Jokowi Dorong Pertumbuhan Kualitas SDM Indonesia
“Saya kira memang pemerintah harus masuk untuk memastikan itu ketahanan pangan kita, hanya saja memang nanti yang kemudian perlu diantisipasi adalah kita juga tidak ingin pemerintah terlalu jauh mengurus hal-hal yang sifatnya teknis nanti itu,” ujarnya.
“Tapi, saya kira, lewat Perpres ini Presiden Jokowi memang betul-betul ingin memastikan ketahanan pangan kita, ini harus terjaga betul,” sambungnya.
Selain itu, kata Razikin, perlu ada apresiasi kepada jajaran Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian dan Kementerian BUMN yang ikut konsen menyukseskan keinginan Presiden Jokowi agar ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga, di saat negara-negara lain sedang krisis pangan,
“Kita mengapresiasi misalnya pemerintah mewakili kementerian pertanian buat 3 tahun terakhir ini relatif surplus dari sisi produksi. Kita menekan angka impor, kalau dulu ada sekitar 3 juta ton impor beras misalnya, sekarang sudah surplus kelebihan,” ungkapnya.
Razikin juga mendorong Pemerintah untuk membuka kran ekspor bahan pangan Indonesia yang surplus tiga tahun terakhir ini, dan khususnya negara-negara keanggotaan G20 harus membuka diri untuk menerima ekspor pangan dari Indonesia.
“Pemerintah mendorong negara terutama negara-negara G20 untuk membuka diri karena soal pangan ini adalah soal isu kemanusiaan kebutuhan dasar umat manusia. Saya kira negara-negara G20 membuka diri harus membuka diri untuk menerima ekspor dari Indonesia,” jelasnya.
Lebih jauh Razikin, saat ini Kementerian Pertanian menjadi leading sektornya dan tentu ada juga Kementerian BUMN yang juga perlu diapresiasi karena ada satu perusahan BUMN yang fokus dengan id food dalam pengembangan pangan Indonesia.
“Sehingga kedepan ini kita tidak sekedar menjadi kemandirian atau ketahanan pangan, tetapi kita pelan-pelan menjadi negara yang berdaulat secara pangan,” ucapnya.
Diakui Razikin, peningkatan kesejahteraan petani Indonesia beberapa tahun terakhir ini sangat baik. Untuk itu, lewat Perpres ini Pemerintah ikut memperhatikan kesejahteraan petani Indonesia.
“Saya kira itu tadi yang saya bilang, kemandirian petani selama ini relatif baguslah. Sekarang lewat Perpres ini Pemerintah menganisiasi menjaga ketahanan pangan kita harus diikuti dengan program-program yang lebih menguntungkan petani,” jelasnya.
“Soal harga pascapanen, kita tidak ingin surplus produksi kemudian harga di pasar rendah, saya kira ekosistem yang harus kita dorong sehingga terjadi ekosistem yang baik,” tutupnya. (RO/OL-1)
Nova menjelaskan bahwa stok komoditas utama seperti beras dan protein hewani telah dikunci untuk jangka menengah.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Anggota DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah, menggelar rangkaian kegiatan tebus murah bertajuk PANsar Ramadhan di Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika global maupun potensi gangguan iklim.
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
PERIKANAN merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan, hingga ekonomi Nusantara. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Utusan Khusus Presiden Muhamad Mardiono bawa pesan Presiden Prabowo ke Bone Bolango. Fokus pada ketahanan pangan, pasar murah, dan pengelolaan SDA untuk rakyat
Petani memanen padi di area persawahan Desa Wonojoyo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Embung Karangjati di Blora. Embung senilai Rp8,5 miliar ini diproyeksikan mengairi 40 hektare lahan dan tingkatkan panen petani.
Prabowo Subianto memanggil Zulkifli Hasan dan Bahlil Lahadalia ke Istana membahas ketahanan pangan dan pasokan energi menyusul krisis Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved