Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
AKADEMISI Universitas Pattimura Ambon Johan Tehuayo mengatakan arah pembangunan infrastruktur di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo meningkat dan merata di seluruh Indonesia.
Menariknya, pemerataan pembangunan infrastruktur yang berhasil diwujudkan Presiden Jokowi dinilai membawa banyak dampak positif bagi kemajuan seluruh sektor. Salah satunya meningkatnya mutu pendidikan di daerah.
“Kalau kita melihat perkembangan Indonesia, saat ini, di bawah kepemimpinan Pak Jokowi terkait dengan proses pembangunan infrastruktur, kita bisa lihat ada kemajuan yang signifikan. Misalnya, infrastruktur yang berkaitan dengan pembangunan jalan dan jembatan memang di seluruh daerah itu sudah terlihat,” kata Tehuayo saat dihubungi, Kamis (27/10).
Baca juga: Kadin Nilai Jokowi Berikan Gambaran Indonesia di Masa Depan Lewat IKN
Tehuayo menilai, arah pembangunan infrastruktur ternyata tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi semata, tetapi juga pada sektor pendidikan. Hal ini bisa dilihat dari sarana dan prasarana pendidikan yang dibangun oleh pemerintah saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.
“Jadi kalau soal pendidikan kan aspeknya sangat luas karena ada pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan SLTA sampai dengan perguruan tinggi,” ujarnya.
Menurut pengamat politik itu, pembangunan infrastruktur pendidikan ini sangat menunjang peningkatan sumber daya manusia (SDM). Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari keberpihakapan alokasi anggaran dari Pemerintah pusat ke daerah, khususnya di sektor pendidikan.
“Kalau melihat perkembangannya memang pendidikan di Indonesia mengalami peningkatan, karena itu bisa dilihat dari presentasi APBN dalam konteks implementasi pendidikan. Kan presentasinya mengalami peningkatan, kemudian kalau terkait dengan sarana dan prasarana itu memang sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat,” ucapnya.
Dijelaskan Tehuayo, kemajuan pendidikan di daerah terlihat saat pemerintah dengan cepat merespon kebutuhan masyarakat dengan menempatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) di hampir setiap desa. Itu, kata Tehuayo, baru terjadi di masa Pemerintahan Jokowi.
“Karena di setiap desa itu kan sudah ada SMA, kalau dulu Itu kan misalnya rata-rata di setiap daerah di pedesaan itu kan hanya SD dan SMP, tapi sekarang ini SMA itu sudah merata di berbagai desa. Misalnya kalau udah di satu kecamatan ada 10 desa maka SMA itu bisa ada 6 sampai 7 di kecamatan,” jelasnya.
“Artinya di setiap desa ada SMA ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat di Indonesia itu telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, karena rata-rata masyarakat Indonesia itu sudah memperoleh pendidikan yang memadai atau layak,” tambahnya.
Lebih jauh Tehuayo mengatakan, arah pembangunan pendidikan tidak hanya pada fisik seperti bangunan, tetapi hal penunjang seperti jaringan internet juga menjadi konsen utama Pemerintah dalam merespon revolusi industri 5.0.
“Dua tahun terakhir ini penggunaan pendidikan elektronik atau pendidikan digital dalam rangka merespon perubahan yang berkaitan dengan penyebaran informasi atau merespon revolusi industri 5.0 yang berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi yang memadai dan meningkat,” ungkapnya.
Tehuayo berharap pembangunan infrastruktur penunjang seperti jaringan internet harus ditingkatkan lagi di wilayah-wilayah kepulauan, baik di Barat, Tengah maupun Timur Indonesia.
“Memang pembangunan telekomunikasi dan jaringan internet itu memang diharapkan bukan hanya soal pendidikannya, tetapi juga pembangunan jaringan internet di berbagai daerah-daerah,” tutupnya. (OL-1)
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Otoritas Palestina meradang lantaran Israel kian memperketat kendali atas Tepi Barat.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Emirat Arab, mengumumkan investasi sekitar Rp4 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved