Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
PEMERINTAH Kabupaten Buleleng terus memperkuat strategi ketahanan pangan daerah dengan mengembangkan Neraca Bahan Makanan (NBM) yang diperbarui secara berkala. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan ketersediaan pangan yang cukup, merata, dan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana, menyampaikan NBM merupakan instrumen penting untuk memetakan potensi, kebutuhan, dan kekurangan pangan daerah secara menyeluruh.
“Dari neraca ini, kita tahu apa yang kita punya, apa yang kita butuhkan, dan bagaimana memastikan semua masyarakat punya akses pangan yang cukup dan sehat,” ujar Aryana, Kamis (17/7).
Komoditas yang menjadi fokus dalam penyusunan NBM antara lain beras, jagung, singkong, ubi jalar, kacang tanah, kedelai, sayur dan buah lokal, daging ayam, ikan, telur, hingga minyak nabati. Menurutnya, komoditas tersebut mencerminkan kebutuhan konsumsi masyarakat sehari-hari sekaligus menjadi potensi unggulan lokal yang layak dikembangkan.
Kadis Aryana menambahkan, penyusunan NBM melibatkan kerja lintas sektor, mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng, Bappeda, kelompok tani, BUMDes, pelaku usaha lokal, hingga akademisi. Data dikumpulkan melalui survei rumah tangga dan pencatatan produksi dari sektor pertanian, peternakan, serta perikanan. Selanjutnya, data diolah dengan perangkat lunak National Food Management System (NFMS) guna menghasilkan neraca yang akurat dan responsif terhadap dinamika pangan.
“Ini bukan sekadar angka. Neraca pangan adalah instrumen perencanaan. Ia menjadi dasar dalam musrenbang, penyusunan RPJMD, dan program kerja SKPD. Bahkan, saat terjadi bencana, krisis harga, atau pandemi, data ini bisa jadi alat navigasi yang sangat penting,” ucapnya
NBM diperbarui setiap tiga bulan untuk menjaga relevansi data terhadap kondisi aktual. Namun, lebih dari itu, Kadis Aryana menekankan pentingnya menjadikan NBM sebagai pendorong terciptanya desa-desa mandiri pangan.
“Target akhir kita bukan hanya tahan pangan, tapi berdaulat pangan. Kita ingin Buleleng bisa mencukupi kebutuhan pangannya dari tanahnya sendiri,” tegasnya.
Pihaknya juga berharap, dengan dukungan data yang solid dan kerja sama berbagai pihak, ketahanan pangan tak hanya akan menjadi jargon, melainkan nyata dalam kehidupan masyarakat. (M-2)
Urusan pangan sangat penting karena di dalamnya terdapat unsur politik dan kesejahteraan masyarakat.
Syngenta Indonesia meluncurkan benih padi hibrida Ningrat (NK2133), sebuah inovasi yang dikembangkan khusus untuk mendukung peningkatan produktivitas padi dan swasembada beras nasional.
Ada 15 unit drone yang dapat digunakan untuk edukasi bagi petani, akademisi, hingga komunitas pertanian digital.
Di Kabupaten Garut sudah ada 10 Polsek yang lebih dulu menjalankan kolaborasi dengan Bulog terutama dalam penyediaan beras SPHP.
Festival Pangan dan Cipta Menu Bergizi di Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Bali.
Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin yakin bahwa literasi soal pangan akan membantu membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved