Selasa 27 September 2022, 18:26 WIB

Tingkatkan Kerjasama Antar Negara untuk Hadapi Krisis Global

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Tingkatkan Kerjasama Antar Negara untuk Hadapi Krisis Global

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Kawasan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin.

 

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia harus bersiap menghadapi badai sempurna atau perfect storm akibat krisis global yang melanda.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) Fajar Hirawan merasa bahwa wajar jika Indonesia harus lebih siap dalam mengantisipasi ketidakpastian dan gejolak ekonomi global, khususnya pascapandemi.

"Yang pasti, kita harus menyadari bahwa sebagai salah satu negara di dunia, kita tidak bisa secara soliter memenuhi kebutuhan domestik dan perlu digarisbawahi bahwa setiap negara di dunia saat ini saling terhubung satu sama lain (network economy)," ungkapnya kepada Media Indonesia, Selasa (27/9).

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan setidaknya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan Indonesia untuk menghadapi badai krisis dunia. Salah satunya ialah tidak terjerumus pada populisme kebijakan ekonomi yang cenderung inward looking.

"Indonesia harus dapat menunjukkan bahwa setiap negara di dunia harus tetap membuka diri dan meningkatkan kerja sama ekonomi, khususnya perdagangan dan investasi," kata Fajar.

Selain itu, sinergi yang baik antara otoritas fiskal (Kementerian Keuangan) dan moneter (BI) perlu dilakukan agar bauran kebijakan fiskal-moneter dapat secara efektif menjaga stabilitas ekonomi.

Baca juga: Badai Krisis Ekonomi Menanti, Kadin Khawatir Investasi Asing Terganggu

Terkahir, kebijakan bantuan sosial dan subsidi ditegaskan harus tepat sasaran agar mampu menjadi bantalan bagi masyarakat yang rentan terimbas badai krisis.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan bahwa Indonesia pasti terdampak krisis global. Namun, dia masih optimis perekonomian Indonesia masih akan melanjutkan proses pemulihannya.

"Perekonomian Indonesia tidak bergantung banyak kepada ekspor melainkan lebih ditentukan oleh konsumsi domestik. Sementara seiring mulai meredanya pandemi, konsumsi masyarakat sudah berangsur kembali normal. Indonesia bisa mengandalkan pasar domestik untuk tumbuh ketika global mengalami resesi," tegas Piter.

Menurut Piter, saat ini yang harus dilakukan oleh Indonesia adalah menjaga momentum pemulihan ekonomi yang sedang berjalan agar tidak terganggu. Salah satu langkah konkret yang dspat dilakukan ialah dengan tidak menaikkan kembali harga subsidi BBM ke depannya. (OL-4)

Baca Juga

Ilustrasi

2.109 Debitur Ikut Program Keringanan Utang Pemerintah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:48 WIB
Kriteria untuk bisa mengikuti program keringanan utang tersebut yakni apabila kepengurusan piutangnya telah diserahkan kepada Panitia...
MI/INSI NANTIKA JELITA

Kementerian ATR/BPN Luncurkan Aplikasi Pemanfaatan Ruang Tanah

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:47 WIB
Dengan adanya informasi pemanfaatan ruang tanah itu dianggap menjadi stimulan bagi masyarakat agar mematuhi aturan kepemilikan dan...
Dok. Pribadi

Apresiasi Peran BUMN Lewat kenduri Bagimu Negeri

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:31 WIB
Agenda ini juga merupakan apresiasi atas penanganan selama pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya