Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia harus bersiap menghadapi badai sempurna atau perfect storm akibat krisis global yang melanda.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) Fajar Hirawan merasa bahwa wajar jika Indonesia harus lebih siap dalam mengantisipasi ketidakpastian dan gejolak ekonomi global, khususnya pascapandemi.
"Yang pasti, kita harus menyadari bahwa sebagai salah satu negara di dunia, kita tidak bisa secara soliter memenuhi kebutuhan domestik dan perlu digarisbawahi bahwa setiap negara di dunia saat ini saling terhubung satu sama lain (network economy)," ungkapnya kepada Media Indonesia, Selasa (27/9).
Lebih lanjut, Fajar menjelaskan setidaknya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan Indonesia untuk menghadapi badai krisis dunia. Salah satunya ialah tidak terjerumus pada populisme kebijakan ekonomi yang cenderung inward looking.
"Indonesia harus dapat menunjukkan bahwa setiap negara di dunia harus tetap membuka diri dan meningkatkan kerja sama ekonomi, khususnya perdagangan dan investasi," kata Fajar.
Selain itu, sinergi yang baik antara otoritas fiskal (Kementerian Keuangan) dan moneter (BI) perlu dilakukan agar bauran kebijakan fiskal-moneter dapat secara efektif menjaga stabilitas ekonomi.
Baca juga: Badai Krisis Ekonomi Menanti, Kadin Khawatir Investasi Asing Terganggu
Terkahir, kebijakan bantuan sosial dan subsidi ditegaskan harus tepat sasaran agar mampu menjadi bantalan bagi masyarakat yang rentan terimbas badai krisis.
Dihubungi secara terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan bahwa Indonesia pasti terdampak krisis global. Namun, dia masih optimis perekonomian Indonesia masih akan melanjutkan proses pemulihannya.
"Perekonomian Indonesia tidak bergantung banyak kepada ekspor melainkan lebih ditentukan oleh konsumsi domestik. Sementara seiring mulai meredanya pandemi, konsumsi masyarakat sudah berangsur kembali normal. Indonesia bisa mengandalkan pasar domestik untuk tumbuh ketika global mengalami resesi," tegas Piter.
Menurut Piter, saat ini yang harus dilakukan oleh Indonesia adalah menjaga momentum pemulihan ekonomi yang sedang berjalan agar tidak terganggu. Salah satu langkah konkret yang dspat dilakukan ialah dengan tidak menaikkan kembali harga subsidi BBM ke depannya. (OL-4)
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berada di garis depan diplomasi dalam memperjuangkan terwujudnya Palestina yang damai dan merdeka.
Sementara, pada periode yang sama, bantuan pembangunan resmi (ODA) berjumlah US$223,7 miliar atau kurang dari 10% belanja global militer.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyuarakan agar MIKTA sebagai negara middle power untuk mendesak dilakukannya gencatan senjata permanen antara militer Israel dengan kelompok Hamas di Gaza,
"Ini tugasnya IPB. Urusan pangan ini serahkan ke IPB. Insyaalah rampung. Saya tunggu," kata Presiden.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2023 tumbuh sebesar 5,03%, melampaui sebagian besar perkiraan analis pasar
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang telah mendorong reformasi lembaga keuangan internasional, mengecam sistem keuangan global yang sudah ketinggalan zaman.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved