Senin 19 September 2022, 15:49 WIB

Laksanakan Perintah Presiden, Mentan SYL Siap Perbesar Produksi Hortikultura

mediaindonesia.com | Ekonomi
Laksanakan Perintah Presiden, Mentan SYL Siap Perbesar Produksi Hortikultura

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Mentan SYL (kedua kanan) bersama Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (kanan) meninjau Gerakan Tanam Kedelai di Serang, Banten, Rabu (14/9).

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan pelaksanaan penanaman kedelai akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta. Menurutnya, Kementan bersama kementerian dan lembaga lain akan berkrja keras dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa tahun ke depan.

"Tadi Bapak Presiden minta agar neraca kebutuhannya betul-betul dijaga. Bahkan saya diperintahkan untuk terus melakukan penanaman tambahan baik untuk jagung, kedelai, cabe maupun bawang. Khusus kedelai, sekarang ini lagi dipersiapkan kurang lebih 351 ribu hektare dan yang ditanam baru 67 ribu hektare. Oktober ini akan mulai tanam," ujar SYL, Senin (19/9).

SYL mengatakan meskipun penghitungan saat ini masih menggunakan data impor, namun ketersediaan kedelai akan terus dipersiapkan.

Bahkan diwaktu panen nanti, SYL mendorong badan-badan usaha milik BUMN untuk melakukan pembelian sehingga harga yang ada di petani dan pedagang tetap memiliki keuntungan.

"Kita mengharapkan BUMN dapat membeli semua produksi yang ada sehingga negara betul-betul bisa menjamin tidak membiarkan begitu saja harga yang ada. Kedua sistem logistik dan transportasi harus terus dikawal sehingga stabilisasi harganya bisa dikendalikan dengan maksimal," katanya.

Berikutnya, Kementan memastikan pemetaan kebutuhan pangan anatara daerah yang memiliki neraca kurang akan disuplai oleh daerah lainya yang memiliki produksi pangan surplus.

Terkait hal ini SYL mengaku pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Bapanas dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Baca juga: Presiden: Petani Kedelai Jangan Dipusingkan Cari Pembeli

"Saya berharap para bupati dan gubernur terus melakukan komunikasi perdagangan. Saya, Menteri Pertanian bersama badan pangan nasional akan mengintervensi pada daerah-daerah tertentu yang berskala besar agar betul-betul ada pengendalian yang secara maksimal bisa dilakukan," katanya.

Terkahir, SYL memastikan ketersediaan bahan pokok saat ini dalam kondisi aman dan terkendali. Di antaranya ketersediaan beras, cabai, bawang, minyak goreng, gula pasir, telur yam dan daging sapi. Hanya ada beberapa saja yang perlu dilakukan impor.

"Kesimpulannya adalah neraca cukup. Artinya baik cabe maupun bawang cukup secara nasional. Namun ssecara umum ada waktu-waktu kurang," Mentan SYL.

"Diharapkan dari daerah-daerah yang kekurangan itu bisa disuplai dari daerah-daerah produsen. Kedua saya berharap semua kekuatan yang ada baik di pemerintah daerah maupun di pusat untuk mengintervensi agar stabilisasi harga bisa dilakukan," jelasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara/Basri Marzuki.

Dorong Ekspor, Kementan Perbaharui Daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 21:29 WIB
Kementerian Pertanian lewat Badan Karantina Pertanian (Barantan) tengah memperbaharui daftar hama dan penyakit pada...
ANTARA/FIKRI YUSUF

Menteri Pertanian G20 Sepakat Wujudkan Keseimbangan Pangan Bagi Semua

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 28 September 2022, 21:13 WIB
"Kita harap hasil ini akan menjadi solusi dari tantangan global yang berkaitan dengan food security, resiliency dan sustainable...
Antara

Ekonomi Domestik jadi Katalis Pertumbuhan Industri Asuransi

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 28 September 2022, 21:04 WIB
Pengembangan industri asuransi menjadi penting karena saat ini masyarakat dihadapkan dengan risiko tak terduga yang terus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya