Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2022 sebesar 9,17%, yakni dari US$25,56 miliar pada Juli 2022 (month to month/mtm), kemudian menjadi US$27,91 miliar.
Adapun peningkatan nilai ekspor tersebut didorong oleh kenaikan ekspor migas sebesar 25,59% (mtm) menjadi US$1,72 miliar. Lalu, kenaikan nilai ekspor non migas 8,24% (mtm) menjadi US$26,19 miliar.
"Peningkatan ekspor nonmigas utamanya karena peningkatan yang terjadi untuk lemak, minyak hewani atau nabati HS15 yang sebesar 25,40% (mtm). Lalu, Mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya HS85 sebesar 21,16% (mtm)," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Kamis (15/9).
Sedangkan peningkatan ekspor migas, lanjut dia, terjadi karena kenaikan ekspor gas yang mencapai 29,35% (mtm). Peningkatan kinerja ekspor gas disebabkan kenaikan volume ekspor gas sebesar 14,99% (mtm), sekaligus peningkatan rerata harga agregat 12,49% (mtm).
Baca juga: Ekspor Perikanan RI Capai Rp45 Triliun, Udang Jadi Primadona
Di samping peningkatan kinerja ekspor gas, naiknya kinerja ekspor migas juga didorong oleh peningkatan eskpor hasil minyak sebesar 17,07% (mtm). BPS mencatat volume ekspor hasil minyak naik 37,32% (mtm) dan agregat harga naik 14,74% (mtm).
Hal serupa terjadi pada kinerja ekspor minyak mentah, yang mencatat kenaikan 26,56% (mtm). Kondisi itu disebabkan oleh peningkatan volume dan agregat harga, masing-masing 37,66% (mtm) dan 8,06% (mtm).
Menurut Setianto, peningkatan kinerja ekspor secara bulanan terjadi tiga sektor usaha. Ekspor industri pengolahan tercatat naik 13,49% (mtm) menjadi US$19,79 miliar, yang didorong komoditas minyak kelapa sawit, besi baja, peralatan listrik, hingga kendaraan.
Lalu, ekspor sektor usaha migas tercatat naik 25,59% (mtm) menjadi US$1,72 miliar, yang disebabkan oleh peningkatan komoditas gas. Sedangkan, ekspor sektor usaha pertanian mengalami peningkatan 16,99% (mtm).
Baca juga: Indonesia Minta Jepang Permudah Urusan Ekspor
Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan ekspor komoditas kopi, buah-buahan tahunan, sarang burung, rumput laut, ganggang dan lainnya, serta sayur-sayuran. Sementara, kinerja ekspor sektor usaha pertambangan turun 6,66% (mtm), kemudian menjadi US$5,95 miliar.
"Penurunan kinerja ekspor pertambangan utamanya diakibatkan oleh komoditas batu bara, lignit, bijih logam lainnya, bijih besi, serta bijih tembaga," terang Setianto.
Secara tahunan (year on year/yoy), kinerja ekspor Agustus 2022 juga tercatat mengalami peningkatan hingga 30,15%. Itu didukung oleh kenaikan kinerja ekspor migas 64,46% (yoy) dan ekspor nonmigas 28,39% (yoy).
Sehingga, total ekspor Indonesia pada periode Januari-Agustus 2022 meningkat sebesar 35,42% dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya, yakni menjadi US$194,6 miliar.(OL-11)
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025 mencapai 5,45%, menandai momentum pembalikan arah ekonomi yang solid.
IHSG mencetak sejarah baru (All Time High) di level 8.859, mengabaikan tensi geopolitik global berkat solidnya data neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mengalami surplus sebesar 2,66 miliar dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta menyoroti merosotnya skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025 menjadi alarm keras bagi sistem pencegahan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Indonesia siapkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, tunjukkan komitmen misi perdamaian.
PEMERINTAH berencana mengirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Keputusan itu dinilai sarat risiko
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved