Selasa 13 September 2022, 21:51 WIB

Kepala SKK Migas: Energi Terbarukan Mainkan Peran Penting di Masa Depan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kepala SKK Migas: Energi Terbarukan Mainkan Peran Penting di Masa Depan

Ist
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat menjadi pembicara pada pembukaan Oil & Gas Exhibition 2022, di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (13/9)

 

ENERGI terbarukan akan memainkan peran penting di masa depan. Meski demikian, minyak dan gas masih dibutuhkan untuk kepastian keamanan energi.  

Oleh karena itu, isu transisi energi perlu ditangani secara hati-hati dengan mempertimbangkan kesinambungan, keamanan, dan ketersediaan energi. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, saat menjadi pembicara kunci pada pembukaan Oil & Gas Exhibition 2022 di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (13/9). 

Kesempatan tersebut juga dihadiri Head of Malaysian Petroleum Management Mohammad Firouz Asnan, President & Group CEO Petronas, Datuk Tengku Muhammad Taufik serta beberapa pejabat otoritas migas Malaysia lainnya.

Dwi Soetjipto ditunjuk menjadi pembicara kunci sebagai bentuk apresisasi kepada SKK Migas, yang dinilai sukses menyelenggarakan Forum Kapasitas Nasional

Oil & Gas Asia merupakan salah satu eksibisi migas terbesar di Asia, di mana pemangku kepentingan industri migas bertemu dengan para pengambil keputusan dari pemerintahan maupun perusahaan minyak nasional dan internasional.

Event yang berlangsung 13-15 September 2022 ini menjadi wadah bertukar informasi mengenai teknologi dan trend terkini industri migas.

Menurut Dwi Soetjipto, salah satu isu global yang mempengaruhi industri migas dunia adalah transisi energi, sebagaimana disebutkan dalam protokol Kyoto, Paris Agreement, atau kesepakatan global lainnya yang juga dirancang oleh banyak negara, termasuk Indonesia. 

"Komitmennya untuk mengurangi emisi karbon. Di sektor migas, beberapa perusahaan migas ternama sudah memasukkan pengurangan emisi karbon ke dalam strategi portofolio mereka. Kondisi ini memperketat persaingan untuk menarik investasi ke sektor migas," ujar Dwi Soetjipto/

Baca juga: Instalasi PLTS Atap Kian Diminati Sektor Komersial dan Industri

Namun di sisi lain, pemulihan ekonomi dunia pasca pandemi Covid-19, dan krisis Rusia – Ukraina, turut mendorong naiknya permintaan dan harga migas. Dan oleh karenanya, tekanan untuk meningkatkan produksi migas juga semakin tinggi.

Dwi menambahkan, sebagai kawasan yang sedang berkembang, pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara merupakan yang tercepat di dunia, sehingga kawasan ini membutuhkan energi untuk menopang pertumbuhan tersebut.

“Kami mendukung penuh komitmen pemerintah terhadap energi terbarukan, namun kami juga sangat yakin bahwa sektor migas, khususnya gas, masih sangat relevan dalam memainkan peran yang lebih strategis dalam transisi energi. Tantangannya kini adalah bagaimana meningkatkan produksi, sekaligus mengurangi emisi karbon pada saat yang bersamaan,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Dwi, dengan mempertimbangkan potensi sumberdaya dan mengupayakan target emisi, Indonesia tidak hanya sedang mengejar target produksi minyak sebesar 1 juta bpd dan gas sebesar 12 miliar kubik pada 2030 nanti, tetapi juga meningkatkan dampak berganda bagi perekonomian serta mendorong kesinambungan lingkungan. 

Dwi optimistis bahwa gugusan kepulauan Indonesia masih menyimpan cadangan potensial. Dari 128 basin, produksi migas Indonesia baru berasal dari 20 basin.

Masih ada 68% yang belum dieksplorasi. Pengeboran eksplorasi baru-baru ini di Laut Andaman menunjukkan hasil positif dengan adanya potensi cadangan gas. 

“Kami mengundang lebih banyak kegiatan eksplorasi di kawasan ini. Kami ingin melakukan pengeboran 700 struktur, di mana kami berharap menemukan potensi besar. Kami juga menjajaki kegiatan eksplorasi besar-besaran untuk menemukan potensi cadangan migas non-konvensional,” ujarnya

Pada kesempatan ini,  lanjut Dwi, Indonesia ingin berbagi semangat kerja sama di kawasan Asia Tenggara.

Tahun ini, Indonesia menjadi pemimpin G20, dan berharap bisa meraih berbagai kemungkinan kolaborasi dalam, mempromosikan transisi energi.

Terkait upaya menciptakan multiplier effect dari industri hulu migas, SKK Migas terus mendorong peran industri nasional maupun lokal.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi, yang juga ditunjuk sebagai Ketua Delegasi Indonesian Pavilion OGA 2022 menjelaskan, Pemerintah Indonesia melalui SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memfasilitasi keikutsertaan sejumlah pelaku industri dalam negeri di ajang OGA 2022 Malaysia. 

“Sebanyak 20 perusahaan dalam negeri, termasuk pabrikan lokal penunjang industri hulu migas ambil bagian dan tergabung dalam delegasi Indonesian Pavilion. Kami mempromosikan produk-produk lokal terbaik ke pasar global," kata Erwin.

"Hal ini juga sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi untuk memperkuat produk dalam negeri, termasuk untuk bersaing di pasar dunia,” jelasnya.

Keterlibatan Indonesia Pavilion di acara OGA 2022 merupakan tindak lanjut dari kegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022, yang baru saja dilaksanakan akhir Juli 2022 lalu. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

KKP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 28 September 2022, 23:27 WIB
Peresmian infrastruktur teknologi ini mendukung program Ekonomi Biru. Serta, menjaga kesehatan laut dan mendorong pertumbuhan ekonomi...
Antara

Pengamat: BLT BBM tidak Bisa Selamatkan Rakyat dari Jurang Kemiskinan

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 September 2022, 23:17 WIB
Pengamat dari Core menilai BLT BBM hanya bersifat sementara untuk bermasyarakat. Serta, tidak berdampak signifikan pada ekonomi...
MI/Andri Widiyanto

BSI: Pengembangan Sektor Syariah di Indonesia tidak Mudah

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 September 2022, 22:59 WIB
Meski penduduk Muslim di Indonesia lebih dari 220 juta orang, namun literasi atau pemahaman terkait perbankan syariah tergolong rendah,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya