Selasa 13 September 2022, 15:12 WIB

Instalasi PLTS Atap Kian Diminati Sektor Komersial dan Industri

mediaindonesia.com | Ekonomi
Instalasi PLTS Atap Kian Diminati Sektor Komersial dan Industri

Ist
Konferensi pers dan penandatanganan dukungan 'Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap' (GNSSA) di Jakarta.

 

MEMPERINGATI Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) yang kini memasuki usia ke-5, segala upaya terus dilakukan oleh pemerintah, asosiasi, sektor swasta, investor, serta seluruh komponen masyarakat untuk mempercepat implementasi bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui instalasi PLTS Atap di berbagai sektor, salah satunya sektor komersial dan industri.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Ditjen EBTKE mencatat, sektor komersial dan industri turut berkontribusi dalam kenaikan kapasitas terpasang dari 1,52 MW pada tahun 2018 menjadi 65,87 MW pada bulan Juli tahun 2022.

Adanya tuntutan pasar yang semakin kuat akan produk hijau (green product) dan industri hijau (green industry) mendorong sektor komersial dan industri untuk beralih pada teknologi yang ramah lingkungan demi mempertahankan eksistensinya di pasar global.

PLTS Atap dinilai menjadi pilihan yang strategis karena waktu instalasinya yang relatif cepat, tidak membutuhkan lahan yang luas, serta ketersediaan sumber energi surya yang merata di seluruh Indonesia.

Andriah Feby Misna, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, mengatakan, “Sektor industri dan bisnis menjadi sektor yang potensial untuk mempercepat penetrasi energi terbarukan, terlebih kini persaingan pasar global sudah bergeser ke produk energi hijau (green product) yang lebih ramah lingkungan."

Baca juga: Semua Istana Presiden Sudah 100 Persen Gunakan EBT

Pernyataan tersebut disampaikan pada acara lima tahun GNSSA: Realisasi dan Optimalisasi Potensi Atap Surya yang diselenggarakan oleh PT Xurya Daya Indonesia

"Pemerintah, melalui Kementerian ESDM siap mendukung sektor industri dan komersial untuk mulai memanfaatkan energi terbarukan, salah satunya melalui instalasi PLTS Atap,” kata Andriah dalam keterangan yang diterima, Selasa (13/9).

Sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan Energi Baru & Terbarukan (EBT) di Indonesia, Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Fabby Tumiwa mengungkapkan,

"Sejalan dengan usaha mencapai tujuan net zero emission dan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang isu keberlanjutan (sustainability), maka penggunaan energi terbarukan harus dipertimbangkan," jelas Fabby.

"Penggunaan PLTS, khususnya PLTS Atap merupakan cara tercepat dan termurah untuk diadopsi oleh sektor industri. Kami tentu akan terus mendukung berbagai kebijakan yang berpihak pada pengembangan EBT agar target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 dapat terwujud secara lebih terencana dan sistematis,” terangnya.

Tidak hanya perusahaan global yang mulai memperhatikan penggunaan listrik tenaga matahari untuk kegiatan operasionalnya, tetapi perusahaan lokal, dari berbagai jenis latar belakang bisnis juga semakin banyak yang mulai mengembangkan industri hijau.

Seperti yang telah dilakukan oleh pelanggan-pelanggan Xurya dalam menggunakan energi dari PLTS Atap dalam kegiatan operasionalnya.

Eka Himawan, Managing Director Xurya mengatakan, “Kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak perlu dilakukan untuk memacu penggunaan PLTS Atap untuk bangunan industri dan komersial."

"Kami selaku pengembang proyek PLTS Atap telah memberikan penawaran instalasi PLTS Atap tanpa investasi, sehingga sektor komersial dan industri kini tidak perlu mengeluarkan investasi apapun untuk beralih ke energi bersih,” tutur Eka. 

Dalam rangka memperingati Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) ke-5, beberapa pelaku bisnis di sektor komersial dan industri melakukan penandatanganan dukungan GNSSA sebagai bentuk komitmen mereka dalam penggunaan bersih, seperti yang dilakukan oleh PT Avia Avian Tbk, PT Agung Podomoro Land Tbk, PT Alkindo Mitra Raya, PT Arwana Citramulia Tbk, PT Bumimulia Indah Lestari, PT Bungasari Flour Mills Indonesia, PT Chemco Harapan Nusantara, PT East West Seed Indonesia (EWINDO).

Selain itu, ada PT Frina Lestari Nusantara, PT Heinz ABC Indonesia, PT Jaya Abadi Corak Biscuit, PT Pan Brothers Tbk, PT Mukti Panel Industri, PT Sariguna Primatirta Tbk, PT Serena Indopangan Industri, PT Suryacipta Swadaya, PT Tata Metal Lestari, PT Trigunung Padutama, PT Tansri Gani, PT Uni-Charm Indonesia Tbk, PT. Wahana Makmur Sejati, Santika Palembang & Banyuwang. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

BSI: Pengembangan Sektor Syariah di Indonesia tidak Mudah

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 September 2022, 22:59 WIB
Meski penduduk Muslim di Indonesia lebih dari 220 juta orang, namun literasi atau pemahaman terkait perbankan syariah tergolong rendah,...
Antara

Pemerintah Naikkan Tarif Penyeberangan, Ini Rinciannya

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 28 September 2022, 22:45 WIB
Penyesuaian tarif mempertimbangkan hasil evaluasi perhitungan tarif penyelenggaraan angkutan penyeberangan kelas ekonomi. Serta, demi...
Antara/Basri Marzuki.

Dorong Ekspor, Kementan Perbaharui Daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 21:29 WIB
Kementerian Pertanian lewat Badan Karantina Pertanian (Barantan) tengah memperbaharui daftar hama dan penyakit pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya