Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ditutup naik dikerek saham-saham dari
sektor energi. IHSG, Senin (5/9), ditutup menguat 54,7 poin atau 0,76% ke posisi 7.231,88. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,5 poin atau 0,93% ke posisi 1.029,3.
"IHSG akhirnya mampu kembali menembus ke atas level psikologis 7.200-an. Bahkan, geraknya terpantau optimis usai pemerintah meresmikan penaikan harga BBM pada Sabtu lalu. Tampaknya pelaku pasar dan investor sudah mengantisipasi sentimen tersebut," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Senin.
Setelah kejelasan yang diberikan pemerintah, fokus pelaku pasar kali ini tertuju pada dampak penaikan harga BBM terhadap inflasi yang diperkirakan kembali meningkat dengan ekspektasi inflasi pangan pada September bisa melonjak di atas 10%. Inflasi pangan Juli saja sudah meningkat di atas 9%. Hal itu dinilai berpotensi mengerek suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) lebih agresif.
Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah Terpengaruh Data Tenaga Kerja AS
Terlebih, The Fed dalam simposium tahunan Jackson Hole telah menegaskan komitmennya untuk terus menaikkan suku bunga hingga inflasi kembali ke level 2%. Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat dipimpin energi naik paling tinggi yaitu 3,83% diikuti perindustrian dan barang baku masing-masing 1,81% dan 0,56%. Sedangkan enam sektor terkoreksi yakni transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 1,8% diikuti kesehatan dan properti & realestat masing-masing minus 1,16% dan minus 0,78%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SLIS, KJEN, KRYA, BHIT, dan BCAP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HATM, INDX, HDIT, ACES, dan MARK.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.517.886 kali transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,61 miliar lembar senilai Rp14,92 triliun. Harga 267 saham naik, 266 saham menurun, dan 169 tidak bergerak. Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 41,86 poin atau 0,15% ke 27.619,61, indeks Hang Seng turun 226,39 poin atau 1,16% ke 19.225,7, dan indeks Straits Times meningkat 9,94 poin atau 0,31% ke 3.215,63. (Ant/OL-14)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan harga BBM tak akan naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia tembus US$100. Simak jaminan kekuatan APBN di sini.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Beniyanto menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang baik dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan belum ada rencana menaikkan harga BBM bersubdisi meskipun harga minyak dunia saat ini melambung
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus level di atas US$100 per barel.
Pemerintah perlu mempertimbangkan skema penyesuaian bertahap harga bahan bakar minyak (BBM) untuk meredam tekanan dari lonjakan harga minyak dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved