Kamis 25 Agustus 2022, 17:41 WIB

Mencetak Peternak Muda untuk Pastikan Pasokan Daging

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Mencetak Peternak Muda untuk Pastikan Pasokan Daging

Antara/Ahmad Subaidi.
Dua peternak memberi makanan jerami untuk ternak kerbaunya di Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, NTB.

 

PERHIMPUNAN Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) mengungkapkan dibutuhkan regenerasi peternak dari generasi muda. Pasalnya, saat ini usaha ternak di Indonesia mayoritas dipegang oleh para peternak berusia di atas 50 tahun.

"Indonesia mengalami krisis peternak muda. Ini yang perlu menjadi perhatian kita semua. Sekitar 56% peternak Indonesia umurnya sudah di atas 50 tahun," kata Ketua Umum PPSKI Nanang Purus Subendo dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8).

Agar regenerasi terjadi, pihaknya membuka beberapa program pendukung bagi generasi muda yang berminat terjun ke usaha ternak, seperti sesi berbagi pengalaman kepada calon peternak, memberikan pelatihan, serta membuka magang di perusahaan ternak. "Upaya ini tidak pernah berhenti, meskipun di tengah covid-19 atau saat terjadi wabah PMK (penyakit mulut dan kuku), kami tetap menjalankan program itu," kata Nanang.

Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, menyiapkan bibit-bibit ternak untuk dibagikan kepada para peternak muda mandiri dengan harapan mereka mampu membiakkan. Tujuannya, populasi ternak Indonesia semakin bertambah sebagai salah satu program bantuan usaha ternak.

"Kami sangat aware dengan peternak mandiri. Pemerintah banyak sekali memberikan bantuan-bantuan juga kepada peternak berupa bibit untuk dibagikan kepada peternak mandiri, dengan harapan mereka bisa perbanyak jumlah ternaknya," kata Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nuryani Zainuddin. 

Dengan regenerasi peternak, kata Nanang, jumlah peternak akan bertambah. Harapannya, ini mampu memenuhi kebutuhan produk segar dan produk olahan ternak dalam negeri yang diperkirakan semakin meningkat. "Ketika kebutuhan daging meningkat terus tetapi peternak tidak ada yang menggantikan profesi orang-orang tuanya, siapa yang akan menjadi peternak yang menjadi penyedia daging untuk kebutuhan nasional? Apakah kita akan bergantung impor terus? Ini kan enggak mungkin," kata Nanang.

Di sisi lain, Nanang meyakini Indonesia memiliki potensi luar bisa di bidang usaha peternakan ke depan. "Makanya yang saya lakukan adalah mengajak bahkan memprovokasi para anak-anak muda untuk mau menjadi peternak. Kita pastikan bahwa kita bisa hidup layak. Bisa hidup sejahtera dengan profesi kita sebagai peternak," kata Nanang. (OL-14)

Baca Juga

AFP

Kebijakan Moneter The Fed Kian Ketat, Perdagangan Aset Kripto Lesu

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 September 2022, 16:06 WIB
Pergerakan aset kripto terlihat terpengaruh oleh market saham AS yang berkinerja buruk. Hal itu mengindikasikan investor sedang menghindari...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Erick Thohir: Pendapatan BUMN Tahun Lalu Capai Rp2.292,5 Triliun

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 28 September 2022, 15:53 WIB
Erick Thohir mengatakan peningkatan tersebut berkat transformasi dan restrukturisasi yang telah dilakukan Kementerian BUMN terhadap seluruh...
DOK Indonesia Re.

Kinerja Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional Dioptimalkan Lagi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 14:35 WIB
PT Reasuransi Indonesia Utama (persero) atau Indonesia Re akan kembali menggaungkan peran Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya