Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAMBATAN kinerja ekspor Indonesia berpotensi terjadi, jika harga sejumlah komoditas unggulan di level global kembali ke kondisi normal. Pasalnya, tren menunjukkan bahwa volume ekspor Indonesia cenderung stagnan.
"Windfall ini bisa berakhir, jika harga komoditas kembali normal. Volume ekspor komoditas utama Indonesia cenderung stagnan," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers, Senin (15/8).
Adapun windfall profit dari kenaikan harga komoditas unggulan awalnya mengerek kinerja ekspor dan neraca dagang Indonesia selama 27 bulan terakhir. Namun, belakangan pasar global mulai mengindikasikan terjadinya normalisasi harga komoditas.
Baca juga: Neraca Perdagangan RI Surplus Selama 27 Bulan
Pada Juli 2022 misalnya, nilai ekspor komoditas minyak kelapa sawit dan feronikel mengalami penurunan. Melambatnya kinerja ekspor komoditas unggulan, lanjut dia, dinilai sebagai sinyal agar Indonesia waspada.
"Ini perlu diwaspadai terhadap neraca dagang kita di bulan-bulan ke depan," pungkas Setianto.
Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor Indonesia pada Juli 2022 mencapai US$25,57 miliar. Nilai itu lebih rendah dari capaian Juni 20222, yakni US$26,15 miliar, atau turun 2,20%. Penurunan kinerja secara bulanan itu disebabkan oleh melambatnya capaian ekspor migas dan nonmigas.
Baca juga: Kinerja Ekspor Juli 2022 Alami Penurunan
Ekspor migas pada Juli 2022 tercatat menurun 11,24% (month to month/mtm) hingga menjadi US$1,38 miliar. Ini diakibatkan oleh penurunan nilai ekspor minyak hingga 60,06% (mtm) dan penurunan volume ekspor minyak mentah sebesar 60,82% (mtm).
Sementara itu, ekspor nonmigas mengalami penurunan 1,64%, atau menjadi US$24,20 miliar. Penurunan ini disebabkan turunnya ekspor besi dan baja 11,51% (mtm). Lalu, nikel 15,53% (mtm), timah serta turunannya 54,02% (mtm), berikut kapal perahu dan struktur terapung hingga 82,30% (mtm).
Meski secara bulanan kinerja ekspor menurun, capaian ekpsor pada Juli 2022 secara tahunan (year on year/yoy) masih mencatatkan pertumbuhan positif. Pada Juli 2021, nilai ekspor hanya US$19,37 miliar. Sehingga, masih terjadi pertumbuhan 32,03% (yoy).(OL-11)
BPDP Kementerian Keuangan fokus melaksanakan program peremajaan perkebunan kakao dengan target 5.000 hektare secara nasional pada 2026.
Momentum AOE 2026 menjadi ajang forum bisnis yang mempertemukan calon pembeli (buyer) dan investor.
Penyumbang inflasi tertinggi adalah awang merah 0,04 persen, telur ayam 0,03 persen. Karena itu, Pemprov Jatim menggelar pasar murah untuk menurunkan harga telur dan bawang merah.
Upaya memperkuat sistem komoditas berkelanjutan di Indonesia terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas lanskap yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.
Generasi muda sawit harus dibekali keterampilan teknis, manajerial, hingga digital sehingga mampu menghadapi tantangan industri 4.0 dan memperkuat daya saing global.
Simposium tentang Komoditas, Modal, Konektivitas: Tiga Keunggulan Indonesia
Pemerintah Kabupaten Bangka akan berupaya membantu menstabilkan kembali harga daging ayam, agar masyarakat terbantu.
MEMASUKI kuartal akhir tahun, Indonesia menghadapi dinamika harga pangan yang menuntut kewaspadaan.
Harga iPhone 16 di Indonesia tiba-tiba naik hingga Rp 1 juta setelah peluncuran iPhone 17. Simak penjelasan lengkap penyebab kenaikannya.
Awalnya, penyesuaian direncanakan mulai berlaku pada 1 Mei 2025. Nsmun pelaksanaan serentak akhirnya diputuskan pada Senin, 16 Juni 2025.
KPPU mengungkapkan berdasarkan hasil survei pemantauan di pasar tradisional, ditemukan bahwa mayoritas komoditas pangan mengalami lonjakan harga menjelang Lebaran 2025.
Kenaikan juga terjadi pada sayuran, bawang putih, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, beras dan terigu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved