Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan bahwa kemungkinan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan sampai akhir tahun ini sangat kecil.
Hal ini dikarenakan tolak ukur BI dalam menentukan kebijakan suku bunga acuan ialah inflasi inti. "Kami melihat inflasi inti terus akan meningkat sampai akhir tahun," ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (3/8).
Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Pantau Harga Pangan Lewat TPID
Lebih lanjut, Faisal menambahkan bahwa pada bulan depan atau Agustus 2022, BI pun diprediksi masih menahan suku bunga acuan. Pasalnya, menurut dia inflasi inti masih dalah kisaran yang baik.
Namun, untuk bulan September 2022, Faisal belum dapat memastikan apakah inflasi inti masih dalam kisaran yang baik atau tidak.
Perlu diketahui, pada Juli 2022 kemarin BI masih mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%. Kemudian, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.
Artinya, BI sudah mempertahankan suku bunga acuan sebanyak 17 kali sejak Februari 2022. Keputusan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga acuan didasarkan pertumbuhan ekonomi dan perkiraan inflasi, khususnya inflasi inti yang masih terjaga dengan baik atau tercatat 2,63% secara tahunan (yoy). (OL-6)
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved