Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Reli Saham Properti tidak Merata, DILD & ASRI mulai Jadi Magnet Trader

 Gana Buana
09/1/2026 16:24
Reli Saham Properti tidak Merata, DILD & ASRI mulai Jadi Magnet Trader
Saham properti kecil mulai bergerak, DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan.(Antara)

SEKTOR properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup sesi perdagangan hari ini dengan dinamika yang bervariasi. Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih mencari arah pasca-rekor tertingginya awal pekan ini, saham lapis kedua (second liner) seperti PT Intiland Development Tbk (DILD) dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencatatkan apresiasi harga yang signifikan, mengungguli emiten berkapitalisasi pasar besar lainnya.

DILD: Terdorong Sentimen Ekspansi Industri

Saham DILD menjadi salah satu top gainer di sektor properti pada perdagangan Jumat (9/1) ini. Berdasarkan data perdagangan, DILD bergerak agresif di kisaran Rp140 hingga Rp145 per lembar saham. Kenaikan ini terjadi di tengah volume transaksi yang menebal dibandingkan rata-rata harian pekan sebelumnya.

Pelaku pasar merespons positif langkah strategis perseroan yang mulai menggarap kawasan industri baru di Jombang, Jawa Timur, serta progres perencanaan proyek mixed-use di Ibu Kota Nusantara (IKN) senilai Rp3,8 triliun. Meskipun secara fundamental rasio profitabilitas masih dalam tahap pemulihan, sentimen ekspansi aset produktif ini memberikan katalis positif bagi pergerakan harga saham Intiland di awal tahun 2026.

ASRI: Breakout Signifikan

Sementara itu, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencatatkan lonjakan harga yang lebih tajam. Saham ASRI diperdagangkan menyentuh level Rp180 per lembar, naik signifikan dari posisi pembukaan yang berada di kisaran Rp164. Pergerakan ini mengonfirmasi tren bullish jangka pendek setelah perseroan berhasil membukukan perbaikan kinerja laba bersih yang substansial pada laporan keuangan terakhir.

Analis pasar menilai kenaikan ASRI didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental, termasuk keberhasilan efisiensi beban bunga dan penjualan produk residensial premium seperti The Gramercy yang menopang margin perseroan di tengah ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia tahun ini.

APLN dan BEST: Konsolidasi Wajar

Berbeda dengan dua emiten di atas, pergerakan saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) cenderung lebih moderat. APLN terpantau stagnan di level Rp107 per lembar, mencerminkan sikap wait and see investor terhadap rilis data pra-penjualan (marketing sales) kuartalan.

Senada dengan APLN, saham BEST yang berfokus pada kawasan industri MM2100 bergerak sideways di rentang sempit Rp110-Rp112. Investor tampaknya masih menanti realisasi investasi asing (FDI) baru yang masuk ke kawasan industri di awal tahun 2026 sebelum mengambil posisi agresif pada saham ini.

Ringkasan Data Perdagangan Sektor Properti (Intraday 9 Januari 2026)

Kode Saham Harga Terkini (Closing) Tren Harian Analisis Singkat
DILD Rp163 ▲ Naik Didorong sentimen proyek Jombang & IKN.
ASRI Rp177 ▲ Naik Tajam Breakout resisten, didukung perbaikan laba.
APLN Rp143 ▬ Stagnan Konsolidasi
BEST Rp127 ▬ Sideways Stabil, menunggu katalis FDI kawasan industri.

Prospek Pasar

Secara umum, sektor properti di tahun 2026 diprediksi masih memiliki ruang pertumbuhan yang positif. Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50-75 basis poin tahun ini menjadi angin segar bagi emiten dengan eksposur utang tinggi dan ketergantungan pada KPR. Investor disarankan untuk tetap memantau data makroekonomi dan realisasi belanja modal (capex) emiten sebagai indikator keberlanjutan tren kenaikan ini. (Diolah dari pergerakan chart Ajaib Sekuritas/Z-10)

Disclaimer: Data disajikan untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik