Sabtu 06 Agustus 2022, 10:23 WIB

Penyusunan RAPBN 2023 Harus Antisipasi Dampak Konflik Laut Cina Selatan

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Penyusunan RAPBN 2023 Harus Antisipasi Dampak Konflik Laut Cina Selatan

Dok. DPR RI
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad

 

ANGGTA Komisi XI DPR RI Kamrussamad meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengantisipasi dampak konflik di Laut Cina Selatan saat penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2023. 

Ia mengatakan tensi konflik Beijing dan Taipei yang terjadi saat ini, diprediksi bisa saja berubah menjadi sumber konflik militer di Laut Cina Selatan.

Hal itu didasarkan pada sejumlah pengamatan pasca kunjungan kerja Ketua DPR AS Nancy Pelosi di Taiwan. 

"Belajar dari APBN 2022, proses penyusunannya tidak mempertimbangkan perang Ukraina-Rusia. Tidak ada prediksi perang Ukraina-Rusia akan pecah,” ujar Kamrussamad dalam keterangan tertulisnya.

Kamrussamad menyebut realitanya saat ini perang Ukraina dengan Rusia menjadi episentrum resesi global, selain pandemi Covid-19. Karena itu, Kemenkeu diminta mewaspadai jangan sampai penyusunan APBN 2023 mengulang hal yang sama. 

Baca juga : Perekonomian Masih Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

“Presiden Jokowi akan membacakan Pidato RAPBN 2023 dan Nota Keuangannya, yaitu tanggal 16 Agustus minggu depan, Pemerintah harus antisipasi perlunya pertimbangan perang Laut China Selatan dalam penyusunan RAPBN 2023,” ujar Kamrussamad.

Apabila tidak diantisipasi, kata Politisi Partai Gerindra tersebut, dampak konflik itu terhadap ekonomi nasional akan jauh lebih besar dibanding dampak perang Ukraina versus Rusia. 

Selain Indonesia berada di lingkaran inti episentrum konflik, Laut Cina Selatan juga menjadi wilayah yang kaya Sumber Daya Alam (SDA) dan lintasan strategis lalu lintas rantai pasok dunia.

"Selain dampak ekonomi, maka Indonesia juga akan mengalami dampak langsung berupa terjadinya kerusakan dan kehancuran di wilayah Natuna sebagai salah satu sumber eksplorasi sumber pendapatan negara. Kemungkinan-kemungkinan terburuk dari perang di Laut Cina Selatan, harus disiapkan dalam RAPBN 2023 sejak sekarang," tutup legislator dapil DKI Jakarta III itu. (RO/OL-7)

Baca Juga

Ilustrasi

Banggar DPR Minta Pemerintah Percepat Reformasi Subsidi Energi

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 15:17 WIB
Di 2022 ini kuota pertalite mencapai 23 juta kiloliter dan sampai Juni 2022 telah terkonsumsi sebanyak 14,2 juta...
Ist

Food & Hotel Indonesia 2022 Sukses dan Gaet 32 Ribu Pengunjung

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 15:09 WIB
FHI sukses menjadi pameran dagang internasional terdepan dan terbesar di Indonesia dalam bidang perhotelan (Hospitality) dan makanan dan...
Antara/Muhammad Ibnu Chazar

Akademisi Dukung Langkah Kementan Kembangkan Sorgum dan Sagu

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 14:40 WIB
"Saya kira ini langkah yang sangat tepat karena singkong, gandum dan sorgum merupakan komoditas asli Indonesia yang bisa dijadikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya