Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat angka pra-penjualan sebesar Rp5,2 triliun, 30% di atas target yang ditetapkan sebesar Rp4 triliun sepanjang tahun 2021. Capaian itu juga 58% di atas penjualan tahun 2020 yang sebesar Rp3,3 triliun.
"Capaian ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan," ungkap President Director Summarecon Adrianto P Adhi dalam pemaparan publik RUPS, Kamis (7/7) lalu.
Ia mengatakan, capaian ini merupakan hasil dari strategi efektif dan inovatif yang diterapkan perseroan di tengah tekanan pandemi covud-19. Untuk mempertahankan operasi bisnis perusahaan tetap produktif di saat pandemi, Summarecon secara ketat menjaga kualitas produk dengan menghadirkan desain yang mengadaptasi kebutuhan gaya hidup masyarakat.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga memberi layanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, dan pemasaran produk dengan penawaran skema pembayaran yang lebih ringan dan tingkat suku bunga kredit yang relatif rendah.
“Hal ini membuat produk properti dari Summarecon semakin menarik dan lebih terjangkau bagi masyarakat," kata dia.
Adrianto mengatakan, di unit usaha pengembangan properti perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,148 triliun, meningkat Rp478 miliar atau 13% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,670 triliun. Menurut dia, pengembangan properti masih menjadi unit usaha terbesar perseroan dengan kontribusi sebesar 75% dari total pendapatan.
Pendapatan pada unit bisnis ini didominasi oleh segmen perumahan, yaitu sebesar 66% dari total pendapatan pengembangan properti, yang mengalami peningkatan sebesar Rp732 miliar (37%), dengan total menjadi Rp2,723 triliun. Sementara, penjualan apartemen berkontribusi 17% dari pendapatan unit pengembangan properti. Summarecon Serpong tercatat menjadi penyumbang pendapatan tertinggi dengan nilai Rp2,243 triliun (54%).
Baca juga: Industri Properti Dituntut Lebih Kreatif
Selanjutnya, untuk unit investasi dan manajemen properti selama masa pandemi beroperasi di bawah kapasitas karena adanya PPKM. Unit investasi dan manajemen properti meningkatkan pendapatan sebesar Rp24 miliar (3%) menjadi Rp918 miliar, atau menyumbang 16% dari total pendapatan perusahaan.
Sedangkan bisnis pusat perbelanjaan dan properti ritel memberikan kontribusi sebesar 91% dari pendapatan unit investasi dan manajemen properti. Meski tidak dapat beroperasi sepenuhnya, kata dia, pusat perbelanjaan masih berhasil mempertahankan tingkat hunian lebih dari 90%.
“Summarecon Mall Kelapa Gading menyumbang 46% dari pendapatan segmen bisnis ini sementara Serpong dan Bekasi masing-masing menyumbang 30% dan 22%," ungkapnya.
Selanjutnya, unit usaha lain-lain yang terdiri dari klub olah raga, hotel, dan manajemen properti dan layanan lain-lain menyumbangkan peningkatan pendapatan sebesar Rp36 miliar (8%), menjadi Rp502 miliar dan secara kolektif menyumbang 8% dari total pendapatan tahun berjalan.
Atas pencapaian yang berhasil diraih di sepanjang tahun buku 2021, perseroan membagikan dividen sebesar Rp6 per saham atau total sebesar Rp99 miliar. Untuk 2022, lanjut Adrianto, meski kasus pandemi relatif melandai, kondisi lain tetap perlu diwaspadai. Pandemi yang masih berlangsung dan konflik global menurutnya akan berdampak negatif pada pemulihan ekonomi dunia.
Kendati demikian, Summarecon akan terus berkontribusi mendorong perekonomian nasional melalui operasinya. "Dalam industri properti, kami menyadari bahwa bisnis yang dijalankan saat ini merupakan salah satu motor pendorong ekonomi yang memiliki multiplier effect, yaitu menggerakkan sekitar 174 sektor usaha lainnya," tegasnya. (R-3)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved