Senin 04 Juli 2022, 14:03 WIB

Resesi Mengancam, Praktisi Prediksi PKPU dan Kepailitan Bakal Bermunculan

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Resesi Mengancam, Praktisi Prediksi PKPU dan Kepailitan Bakal Bermunculan

Antara/Muhammad Adimaja
Resesi yang bakal terjadi akan menyebabkan arus modal keluar dari Indonesia

 

Banyak pihak dan ekonom memprediksi bahwa Amerika akan mengalami resesi atau pertumbuhan ekonomi negatif dalam waktu dekat. 

Berdasarkan data dari GDPNow milik Federal Reserve Negara Bagian Atlanta, pertumbuhan ekonomi Amerika pada kuartal kedua tercatat negatif 2,1% setelah kuartal pertama negatif 1,6%. Pertumbuhan negatif dua kuartal secara beruntun telah memenuhi definisi teknis resesi ekonomi.

Mencermati perkembangan ini, praktisi hukum restrukturisasi Hendra Setiawan Boen mengingatkan agar pemerintah dan pelaku usaha di Indonesia meningkat kewaspadaan dan kesehatan ekonomi Indonesia.

“Resesi di Amerika pasti mempengaruhi Indonesia karena mereka akan menjaga likuiditas masing-masing sampai ekonomi kembali pulih. Minimal dengan menarik uang mereka dari pasar Indonesia sehingga menekan nilai tukar rupiah dan saham,” jelas Hendra dalam keterangan tertulisnya.

Managing Partner Frans & Setiawan Law Office ini juga menuturkan bahwa selain keluarnya arus modal asing dari pasar Indonesia, pelaku usaha Amerika akan mengurangi impor barang dari mitra dagang, termasuk Indonesia. Berarti sektor rill seperti ekspor juga akan terdampak. Karena nilai tukar Rupiah melemah, maka pembayaran utang maupun pembelian dari pihak Indonesia ke pihak luar akan semakin mahal.

“Sementara itu, tekanan terhadap pelaku usaha dan masyarakat umum turut datang dari kebijakan pemerintah Indonesia sendiri seperti membatasi konsumsi BBM bersubsidi, kenaikan listrik, pajak dan lain sebagainya. Padahal dunia usaha baru melakukan recovery setelah covid mereda,” lanjut pria yang tercatat sebagai 40 advokat muda berprestasi Asia versi Thomson Reuters ini.

Hendra menjelaskan,  dalam skenario pendapatan menurun sementara pengeluaran meningkat pasti mengganggu keuangan pelaku usaha Indonesia. 

"Dalam kondisi keuangan morat-marit mereka bisa kesulitan membayar utang dan kreditur dapat memilih jalur PKPU atau kepailitan otomatis pendaftaran perkara PKPU dan pailit juga akan meningkat,” ujarnya

Hendra berharap apabila PKPU dan pailit kembali naik, tidak perlu  ada langkah panik dan terburu-buru dari pemerintah dan pengusaha seperti yang terjadi saat PKPU dan pailit naik karena covid dua tahun belakangan di mana mereka mengusulkan moratorium pendaftaran PKPU dan pailit. 

Setiap masalah,lanjutnya, pasti ada pemecahannya. Sejak awal pandemi Hendra sudah menegaskan perkara PKPU dan pailit naik karena covid sehingga untuk mencegah semakin naik, masalah covid harus diatasi terlebih . Dan itu ternyata terbukti benar. 

"Sekarang apabila PKPU dan pailit kembali naik karena Amerika resesi, maka solusi satu-satunya menunggu resesi tersebut selesai. Dan sementara itu ada baiknya memperketat pengeluaran sambil melakukan restrukturisasi utang dengan kreditur sebelum mereka ramai-ramai mendaftarkan PKPU dan pailit," tandasnya. (RO/E-1)

Baca Juga

Antara

Regenerasi Petani Tentukan Kelangsungan Sektor Pertanian

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 20:24 WIB
Pendapatan petani dinilai tidak mampu menjamin pemenuhan kebutuhan hidup jadi alasan lambatnha...
dok.ant

Swasembada Beras, FAO Bangga pada Capaian Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 20:06 WIB
KEPALA Perwakilan Badan Pangan Dunia [FAO] untuk Indonesia, Rajendra Aryal menyampaikan selamat atas prestasi Indonesia dalam mencapai...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Restrukturisasi BUMN Diapresiasi Presiden, Menteri Erick Diminta Lebih Berani Lagi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 18:46 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa proses restrukturisasi terhadap BUMN yang bermasalah tengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya