Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JENAMA atau Merek atau brand merupakan aset utama bisnis franchise. Tanpa brand yang dikenal luas dan memiliki reputasi yang baik, sulit bagi pemilik bisnis franchise untuk dikembangkan dan dijual kepada calon investor atau franchisee. Karena itu pentingnya memiliki brand franchise yang sudah dikenal luas sehingga mudah pula produk bisnis dan layanannya dipasarkan di suatu daerah.
Sebuah merek Franchise dan Business Opportunity (BO) ditawarkan brand owner kepada 2 (dua) kelompok target yang berbeda, yaitu end user (konsumen) dan calon nvestor (calon franchisee/mitra).
Sebab itu, sebuah merek Franchise dan BO berharap memiliki jumlah konsumen loyal yang banyak dan atau memiliki cabang dimana-mana.
Umumnya, faktor- faktor penentu baik konsumen atau calon mitra memilih merek Franchise dan BO itu relatif sama, yaitu awareness atau popularitas. Dan faktor popularitas merek, seringkali menjadi faktor terpenting bagi calon investor dalam memilih Franchise dan BO.
CEO DK Consulting Djoko Kurniawan mendorong agar pemilik merek melakukan digital marketing untuk kecepatan penyebaran, kemudahan evaluasi, jangkauan lebih luas, murah dan efektif serta untuk membangun brand.
"Dengan itu semua tentu Kita dapat menarik konsumen lebih cepat dan luas lagi. Terlebih jika bisnis Kita aktif di social media, maka strategi-strategi pendekatan kepada konsumen bisa lebih maksimal," kata Djoko.
Maka Ia pun menyarankan agar kreativita para pelaku usaha terus tergali demi menciptakan ruang-ruang konten yang menarik bagi konsumen maupun calon investor.
Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar menyebutkan industri franchise Indonesia agar lebih agresif lagi untuk mengembangkan bisnisnya dan bisa menguasai hingga ke pelosok negeri. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan digital.
Anang sendiri mengaku miris dengan kondisi saat ini dimana ekspansi bisnis franchise lebih banyak berasal dari luar negeri seperti Jepang, Korea dan beberapa negara-negara lainnya.
"Saya yakin betul jika merek asli Indonesia juga tidak kalah secara kualitas dengan merek-merek asing. Saya mengajak para pelaku franchise Indonesia untuk bangkit dan bisa ekspansi lebih luas lagi,"ujarnya dalam acara Info Franchise & Business Concept 2022 di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Ia mendorong para pelaku untuk lebih kreatif, semangat dan eksplorasi serta meningkatkan akselerasi bisnis, utamanya bersinergi dengan digital sehingga bisa berkancah di pasar global.
Maka di kesempatan yang sama, Anang mengapresiasi kinerja bisnis franchise Indonesia yang telah berjuang menjaga eksistensi merek mereka sehingga masih bisa bertahan dan terus berkembang serta tetap populer.
Baca juga : Menhub Soft Launching Pengoperasian Stasiun Matraman
Merek yang populer adalah merek yang paling dikenal dan diingat konsumen. Di era digital sekarang ini makin sering merek dibicarakan di dunia maya maka akan semakin dikenal atau populer di publik.
Popularitas di digital penting bagi sebuah merek karena merek adalah persepsi. Apa yang kita lihat, dengar dan rasakan.
"Bisnis Franchise dan BO yang memiliki popularitas tinggi di media digital maka peluang sukses, berkembang dan sustain makin terbuka lebar," ujar Anang.
Terkait hal itu, untuk membantu brand owner Franchise dan BO, serta calon investornya, Majalah Franchise Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan DK Consulting melakukan pengukuran kepopuleran merek-merek Franchise dan BO di media digital.
Pemimpin Umum Majalah Franchise Indonesia Rofian Akbar mengatakan, popularitas di digital jika dikelola dengan baik oleh brand ownwer maka akan menjadi decision purchasing bagi konsumen maupun caloni nvestor.
“Semakin merek populer posisi tawar merek juga semakin tinggi," katanya.
Untuk itu, kata dia, Majalah Franchise Indonesia melakukan kegiatan survei TOP Franchise & BO Indonesia Most Popular Brand in Digital Media 2021. Dan surveinya sendiri telah dilakukan pada November– Desember 2021. Kegiatan tersebut dilakukan terhadap 1000 merek franchise dan BO yang terdata di redaksi Majalah Franchise Indonesia.
Metode pengukuran yang dilakukan dengan 3 cara pengukuran, yaitu popularitas virtual. Pengukuran ini dilakukan dengan merekam jejak ‘pembicaraan’ merek-merek franchise dan BO yang memiliki jumlah pencarian paling tinggi di google search engine.
Kedua dengan metode intensitas sosial media. Pengukuran ini dilakukan dilihat dari penggunaan Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok dan Youtube. Ketiga, dengan pengukuran melalui intensitas Situs Web. Pengukuran ini dilihat dari aktif tidaknya situs web dan jumlah pengunjung dari situs web.
"Berdasarkan hasil survei yang dilakukan dengan bahagia dan bangga Kami umumkan bahwa peraih Top Franchise & BO Indonesia Most Popular Brand in Digital Media 2021 adalah: *Indomaret, Amor cakes & Bakery, Bakso Benhil, Oto Bento, Ayam Dadar Bandung, Depo Air Minum Biru, Apotek K-24, Ray White Indonesia, Campina, King Shield, Kumala Laundry, Temu Kamu Coffee, Auto Sehat, Kopi Chuseyo," ujar Rofian.
Selain itu, juga ada Tahu Taisi, Crispyku, Kebab Turki Baba Rafi, Ngikan, Nyapii, Menantea, Sempatin, Nyayap, Foresthree Coffee, Burgerax, Madeena Skin Clinic, de WaveTherapy & Reflexology, Kebab Turkiyem, Mie Njerit, Go Flow, Tentang Kopi, Pick Cup, Anak Bakmie, Depo Air Hidup, Orchi, Tentang Pasta, Warteg Kharisma Bahari, Warkop Naik Kelas, Barberpedia, Coffeeetamin, dan Barbertopia. (RO/OL-7)
Zhengda memberikan dukungan menyeluruh bagi mitra mulai dari survei lokasi, pelatihan karyawan, manajemen operasional, hingga strategi pemasaran nasional.
Industri air minum dalam kemasan di Indonesia mencatat pertumbuhan stabil dengan tingkat konsumsi rata-rata 50 liter per kapita per tahun.
Untuk pemenuhan kebutuhan lokasi bisnis, platform ini bersinergi dengan Pinhome, yang juga memiliki layanan servis lainnya khususnya kebutuhan rumah tangga.
Dari sisi asosiasi, tren waralaba dan lisensi terus menguat. Banyak pelaku usaha kini mencari model yang stabil, terstruktur, dan siap ekspansi.
Surabaya dipilih karena sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, juga sebagai pusat ekonomi utama di Jawa Timur dengan ekosistem bisnis yang terus berkembang.
DI tengah ketatnya persaingan industri kedai kopi di Indonesia, dibutuhkan strategi untuk bertahan dan berkembang, salah satunya dengan menggunakan strategi waralaba atau franchise.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved