Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama PLN Darmawan Prasodjo secara gamblang mengatakan, sejak 2017 sampai saat ini, pelanggan listrik dari kalangan orang mampu ternyata menikmati bantuan dari pemerintah soal kompensasi listrik. Secara total nilainya hingga Rp4 triliun.
Sejak 2017 sampai awal 2022, pemerintah memutuskan tidak ada penyesuaian listrik atau tarif adjusment. Akibatnya, PLN pun menggelontorkan subsidi Rp243,3 triliun dari 2017-2021, ditambah kompensasi sebesar Rp94,17 triliun.
Dalam proses itu, ungkap Darmawan, ada porsi kompensasi yang ternyata tidak tepat sasaran, yaitu diterima oleh rumah tangga yang ekonominya mampu atau dengan golongan 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas (R2 dan R3).
Baca juga: Sumber Daya Melimpah, Panas Bumi Pegang Peranan Penting bagi Program Dekarbonisasi
"Kompensasi yang tidak tepat sasaran itu mencapai Rp4 triliun," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/6).
Pemerintah pun memutuskan menaikkan tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga nonsubsidi golongan 3.500 VA ke atas dan golongan pemerintah (P1, P2 dan P3) mulai 1 Juli 2022. Kenaikan itu mencapai 17,64%.
Dirut PLN mengatakan pelanggan yang mampu ini layak dikenakan penyesuaian tarif untuk menjaga daya saing beli masyarakat.
"Kalau ada bantuan pemerintah itu sceara filosofi harus diberikan ke tepat sasaran, hanya keluarga yang berhak menerima bantuan," ucapnya.
Untuk melindungi keluarga tidak mampu, pemerintah tetap memberikan kompensasi untuk pelanggan listrik rumah tangga, UMKM, bisnis, dan industri.
Pada tahun ini saja, pemerintah menyalurkan subsidi sebesar Rp62,93 triliun dan kompensasi Rp65,91 triliun pada 2022
"Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan daya saing industri, dan menjaga perekonomian nasional tetap stabil," pungkas Darmawan. (OL-1)
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memastikan kesiapan sistem kelistrikan di Bali menjelang dua momen besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.
Pemerintah pastikan pasokan listrik Sulawesi aman jelang Lebaran 2026. Tersedia cadangan daya 567 MW dan 69 SPKLU untuk kenyamanan mudik Lebaran 2026.
JELANG arus mudik dan Lebaran, PT PLN Jawa Barat menyiagakan 4.993 personel guna menjaga keandalan pasokan listrik. Selain itu, kesiapan peralatan pendukung juga dikerahkan.
ULP Siantar Kota melayani sistem kelistrikan dan pelayanan pelanggan seputaran Kota Pematangsiantar dan sebagian wilayah Kabupaten Simalungun.
IESR-Kemenko Perekonomian Luncurkan Kajian Implementasi Program PLTS 100 GW
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved