Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan menyatakan pemberian insentif fiskal importasi untuk jenis barang berupa alat kesehatan (alkes) akan berakhir pada akhir 2022.
Hal tersebut seiring dengan penurunan kasus covid-19 di Tanah Air. Pada tahun ini, pemanfaatan fasilitas impor penanganan covid-19 sebesar Rp893 miliar.
Terdiri dari fasilitas impor vaksin sebesar Rp719 miliar dan fasilitas impor alkes sebesar Rp174 miliar. "Kemungkinan besar di akhir tahun ini fasilitas tersebut aan dicabut, karena kasus (covid-19) sudah turun," jelas Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai Untung Basuki, Kamis (2/6).
Baca juga: Kemenkes Targetkan Kemandirian Alkes dan Farmasi pada 2024
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.04/2021, Bea dan Cukai memberikan fasilitas pembebasan bea masuk atas impor barang kebutuhan penanganan covid-19. Melalui pemberian insentif, biaya impor akan berkurang.
Untuk jenis alat kesehatan yang selama ini diimpor untuk penanganan pandemi covid-19, yaitu Reagent PCR, masker N95, ventilator, oksigen konsentrator pakaian pelindung, hingga obat-obatan.
Baca juga: Nilai Ekspor Lewat Fasilitas KITE IKM Tembus US$43 Juta
Dengan berakhirnya pemberian insentif fiskal melalui fasilitas kepabeanan tersebut, pemerintah dan stakeholder akan mengoptimalkan produk dalam negeri. "Kita bersama Kemenkes dan BPOM, agar produk yang dibutuhkan ini tidak perlu diimpor, tapi disuplai dalam negeri," imbuhnya.
Untuk insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor vaksin, Bea Cukai melihat ada penurunan jumlah stok. Hal ini karena sudah banyak masyarakat yang divaksin covid-19 dosis lengkap.
"Data sampai April ini, kecenderungan impor vaksin itu menurun. Ini tentu selaras dari sisi suplai kebutuhan vaksin dan ketersediaan vaksin kita cukup banyak," pungkas Untung.(OL-11)
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Tes laboratorium presisi menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo.
Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Andri Noviar menyampaikan bahwa banyak pelaku usaha alat kesehatan menyebut kondisi saat ini sebagai masa berduka bagi dunia alat kesehatan.
Gakeslab Indonesia menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam membangun dan memperkuat industri alat kesehatan (alkes) nasional.
Perusahaan fokus pada penguatan rantai distribusi, peningkatan efisiensi operasional, serta kemitraan strategis.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved