Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa, Bea Cukai secara konsisten melakukan kegiatan customs visit customers (CVC). Kali ini pelaksanaan CVC dilakukan oleh Bea Cukai Wilayah Bali dan Nusa Tenggara bekerja sama dengan Bea Cukai Denpasar, serta Bea Cukai Tanjungpinang.
“Melalui CVC ini, selain untuk memberikan asistensi kepada para pengguna jasa, Bea Cukai juga melakukan pendalaman pengetahuan tentang proses bisnis, sehingga jika ada kendala yang dihadapi dapat segera diselesaikan secara bersama sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” ungkap Hatta Wardhana, Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan.
Pada Rabu (11/5) dilakukan Kegiatan CVC ke perusahaan penerima fasilitas Gudang Berikat (GB). Yaitu PT. Aerofood Indonesia dan PT. JAS Aero Engineering Service serta ke perusahaan penerima fasilitas Tempat Penyelenggaraan Pameran Berikat (TPPB) yaitu PT. Nusa Dua Indonesia dan PT. Nusa Dua Graha International.
Kunjungan juga dilakukan ke PT. Karya Tangan Indah sebagai penerima fasilitas Kawasan Berikat (KB) serta PT. King Trading dan PT. Warisan Eurindo sebagai penerima fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) pada Kamis (12/5). CVC juga dilaksanakan ke perusahaan penerima fasilitas Toko Bebas Bea (TBB) yaitu PT Segara Akasa dan PT Dufreendo International pada Jumat (13/5).
Salah satu tujuan dari program CVC ini adalah untuk memberikan pelayanan prima kepada para pengguna jasa agar kendala yang dihadapi dapat segera terselesaikan. Serta sebagai upaya untuk membangun komunikasi antara Bea Cukai dengan Pengguna Jasa dan menjalin kerja sama yang lebih erat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri melalui pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran serta untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan prosedur kepabeanan dan cukai,” tambah Hatta.
Bea Cukai Tanjungpinang melakukan kunjungan yang menyasar industri dan perusahaan yang merupakan para mitra kerja Bea Cukai. Kunjungan diawali dengan mendatangi salah satu Kawasan Berikat yang berlokasi di Kota Tanjungpinang, PT. Swakarya Indah Busana. Dalam kunjungannya, Tri Hartana selaku Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, mengamati proses bisnis yang ada di perusahaan pengelola produk tekstil menjadi pakaian jadi tersebut.
Kunjungan berlanjut ke kawasan berikat lain yang bergerak di bidang industri pengolahan karet di wilayah Kabupaten Bintan, PT. Pulau Bintan Djaya. Dalam kunjungannya di kawasan berikat tersebut, pihak pengelola mengajak Bea Cukai Tanjungpinang berkeliling melihat alur proses produksi pengolahan karet menjadi barang setengah jadi sebelum kemudian diekspor ke berbagai negara tujuan seperti Jepang, Korea, Brazil, dan Mesir. Selain itu, pihak perusahan juga menjelaskan bagaimana adanya pandemi yang cukup berdampak ke perusahaan, terutama dengan adanya pengurangan jumlah pekerja. (RO/OL-10)
Dengan kehadiran Job Fair & Internship Expo, sama-sama memberi benefit untuk kampus dan industri.
Selain itu, terdiri atas 3 titik parkir, Privilege Parking Spot merupakan area parkir dedicated yang disediakan khusus untuk semua jenis kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus.
Menaker Ida menegaskan bahwa gedung WDC sebagai bentuk jawaban Pemerintah (BBPVP Bandung) terhadap kebutuhan anak-anak muda di Bandung dan sekitarnya.
Masakan yang dikurasi secara ahli oleh Chef Daniel Chaney, menjanjikan simfoni rasa yang akan membuat lidah Anda terpuaskan.
Bali Safari & Marine Park, salah satu taman safari terbesar di Indonesia, secara rutin mengadakan acara yang dikenal sebagai ‘Hari Harimau’ untuk menghormati dan menyelamatkan harimau.
Program Beasiswa The Future Leader (TFL) menawarkan beasiswa penuh untuk Magister Manajemen di PPM School of Management, yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan ilmu manajemen.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved