Jumat 13 Mei 2022, 21:27 WIB

Percepat Adopsi Teknologi Digital UMKM, Menkominfo Dorong Kolaborasi di 13 Kawasan Prioritas

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Percepat Adopsi Teknologi Digital UMKM, Menkominfo Dorong Kolaborasi di 13 Kawasan Prioritas

Dok. Kemenkominfo
Menkominfo Johnny G Plate membuka Program Adopsi Teknologi Digital bagi UMKM

 

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika terus mendorong transformasi digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Upaya ini salah satunya dilakukan melalui Program Adopsi Teknologi Digital 4.0 bagi UMKM, program pendampingan berkelanjutan kepada UMKM produsen di sektor pengolahan di 13 kawasan prioritas.

“Program ini akan dilakukan selama 6 bulan secara offline maupun online, melibatkan 165 fasilitator atau lokal heroes, dan dilaksanakan di 15 lokasi Training Center yang tersebar di 13 kawasan prioritas. Indonesia ini besar, mengerjakannya tidak sederhana,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate saat memberi sambutan dalam Peluncuran Program Adopsi Teknologi Digital 4.0 bagi UMKM secara hibrida dari Jakarta Pusat, Jumat (13/5).

Ketiga belas kawasan tersebut meliputi Sumatra Utara, Bangka Belitung, Banten, Jabodetabek, dan Kepulauan Seribu, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

“Hampir menjangkau seluruh kawasan nusantara. Untuk mendukung fasilitas pendampingan UMKM akan disediakan starterkit berupa paket data untuk 30.000 UMKM selama 6 bulan dan dilengkapi dengan aplikasi agregator sistem Point of Sales (PoS) dan learning management system,” ujarnya.

Melalui program adopsi teknologi digital UMKM 4.0 ini diharapkan dapat terjadi peningkatan level atau scaling-up UMKM dari sisi adopsi teknologi digital yang dibagi berdasarkan empat level yaitu level beginner, observer, adopter, dan leader.

Level beginner ditujukan bagi UMKM dengan dimensi bisnis dan keuangan dan teknologi yang masih rendah. “Level pertama beginner yang paling awal, menggunakan media sosial. Kita butuh mereka mengenal bagaimana menggunakan media sosial dengan baik,” ungkap Menkominfo.

Kedua, observer atau menggunakan marketplace, bagi usaha-usaha yang telah dikelola secara relatif modern namun dengan tingkat penggunaan teknologi yang cenderung rendah. “Kita perlu memperjuangkan dan memperkenalkan marketplace,” ucap Menkominfo. 

Ketiga yaitu adopter, yaitu usaha-usaha dengan tingkat adopsi dan pengetahuan teknologi yang cukup baik tetapi pengelolaan usaha masih cenderung tradisional, menggunakan platform fintech dan aggregator dan Point of Salessystem. Sedangkan level leader merupakan usaha-usaha yang telah dikelola secara relatif modern dan telah memiliki tingkat adopsi dan pengetahuan teknologi yang relatif tinggi.

“Atau menggunakan Big Data 3D modelling, QR Code, Augmented Reality atau Virtual Reality,” tutur Johnny.

Menkominfo menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk pendampingan lanjutan dari program UMKM go digital atau digital onboarding dan bersifat lebih intensif.

Melalui fasilitas pendampingan yang berkelanjutan tersebut, diharapkan UMKM produsen sektor pengolahan dapat memperluas akses pemasaran, meningkatkan pendapatan, daya saing inovasi, serta efisiensi dan efektivitas operasional bisnis, sehingga UMKM dapat naik kelas dan lebih berkontribusi terhadap perekonomian terutama dalam proses pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Program Adopsi Teknologi di era 4.0 untuk UMKM ini bekerja sama dengan Program Digital Entrepreneurship Academy dari Kemenkominfo sebagai bagian dari program Digital Talent Scholarship. Menurut Menteri Johnny, dibutuhkan komitmen dukungan kebijakan strategis dari berbagai pihak. 

Baca juga : ALAMI Ingin Tumbuhkan UMKM Tangguh Melalui Teknologi Berbasis Syariah

“Termasuk Bapak-Ibu para kepala daerah, kementerian dan lembaga, serta dukungan dari industri itu sendiri baik technology company domestic maupun global technology, serta ekosistem digital nasional kita secara keseluruhan. Kita bersama-sama perlu memastikan kebermanfaatan dan keberlanjutan dari program ini,” ajaknya.

Kepada Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Johnny menitipkan pesan agar benar-benar fokus agar program dilakukan tepat sasaran.

“Agar dilakukan secara berkelanjutan, karena UMKM nasional kita sangat besar dan fondasi GDP nasional kita bertumpu pada UMKM yang merupakan penyumbang lebih dari 97% lapangan pekerjaan,” ucapnya.

Menkominfo menilai, di momen-momen saat sekarang ini publik berpihak dan menempatkan penciptaan lapangan pekerjaan sebagai prioritas yang pertama dan UMKM menjadi simpul penting untuk penciptaan lapangan pekerjaan. Baik jumlah maupun kualifikasi lapangan pekerjaan dan kualitas lapangan pekerjaan itu sendiri.

“Oleh karena itu marilah kita lanjutkan momentum sinergi bersama ini, perkuat dukungan dan kolaborasi, bangun orkestrasi nasional secara perbesaran demi mewujudkan Indonesia terkoneksi, makin digital, makin maju,” tandasnya.

Johnny turut memaparkan peran penting sektor ekonomi digital dalam pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19. Menteri Johnny menyatakan, hal itu ditunjukkan dengan peningkatan kontribusi ekonomi digital yang konsisten terhadap produk domestik bruto Indonesia.

“Di tahun 2019 kontribusi-kontribusi ekonomi digital baru sekitar 2,9% yang meningkat menjadi sekitar 4% di tahun 2020 dan kita bersama mengusahakannya agar kontribusi ekonomi digital bagi PDB di tahun 2030 sekitar 18,8%,” ungkapnya. 

Oleh karena itu, diperlukan usaha secara terkoordinasi, terorkestrasi dengan baik di semua lini kehidupan perekonomian digital, baik pemerintah pusat dan daerah, para pelaku usaha, hingga para pembuat undang-undang peraturan.

“Agar usaha bersama kita untuk meningkatkan kontribusi digital ekonomi bagi produk domestik bruto secara bertahap dari tahun ke tahun terus meningkat dan secara signifikan menyumbang GDP Indonesia sebesar 18,8% di tahun 2030,” tutur Johnny.

Menurut Menkominfo, konsistensi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tentu tidak terlepas dari peran dan kontribusi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

“Begitu besar perannya terutama melalui aktivitas perdagangan melalui platform digital. Perdagangan digital atau e-Commerce diproyeksikan memiliki kontribusi signifikan terhadap total ekonomi digital Indonesia, yang kita juga perkirakan total terdapat 70.000 pendampingan terhadap UMKM sampai dengan tahun 2024,” ujarnya.

Menkominfo menilai, jumlah itu kecil dibandingkan dengan 64,2 juta UMKM tetapi 70.000 ini adalah inkubasi yang harus dibangun sebagai percontohan untuk nanti terus dikembangkan. (RO/OL-7)

Baca Juga

Antara

Target Pertumbuhan 2023 Dinilai Terlalu Optimistis

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 24 Mei 2022, 16:50 WIB
Pemerintah dinilai terlalu optimis dalam menargetkan angka pertumbuhan ekonomi 2023 yang berada di kisaran 5,3% hingga...
Antara

SBN Indonesia Masih Menarik Bagi Investor Asing dan Domestik

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 24 Mei 2022, 16:41 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan tingkat imbal surat utang negara AS US Treasury (UST) diproyeksikan bisa mencapai 3,45%...
Dok.Betolar

Perusahaan Finlandia Siap Pasok Beton Rendah Karbon Geoprime untuk Pembangunan Ibu Kota Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 16:33 WIB
Perusahaan teknologi material Finlandia, Betolar, telah mengembangkan solusi Geoprime untuk produksi beton yang tahan lama, berkelanjutan,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya