Kamis 21 April 2022, 14:33 WIB

PLTS Mampu Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca dan Gerakkan Ekonomi Hijau

Mediandonesia | Ekonomi
PLTS Mampu Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca dan Gerakkan Ekonomi Hijau

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Petugas merawat panel surya di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Parang, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat menjadi andalan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus bisa menggerakkan ekonomi hijau.

Ia juga menambahkan keberadaan PLTS dapat menciptakan kemampuan manufaktur baru, mendorong penciptaan lapangan kerja dan mengurangi laju impor BBM yang dilakukan pemerintah.

"Saat ini kapasitas terpasang energi surya baru mencapai 200,1 megawatt, sehingga ini merupakan salah satu alternatif yang terus didorong dan memberikan hasil positif terutama untuk mendiversifikasi energi," kata Airlangga dalam pernyataan di Jakarta, hari ini.

Ia mengatakan pemanfaatan energi surya ini juga sangat penting karena dapat menciptakan efisiensi serta mendorong pemanfaatan energi hijau dengan potensi di Indonesia hingga mencapai 3.294 gigawatt.

Terkait penurunan emisi, lanjut dia, pemerintah mempunyai target penurunan emisi sebesar 956 juta ton CO2 di tahun 2050. Untuk itu, pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai sumber energi ramah lingkungan terus ditingkatkan.

Baca juga: Beli Properti Sinar Mas Land Dapat THR Double Dream

Menurut dia, untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan langkah strategis termasuk dukungan, komitmen, dan kolaborasi dari para stakeholder, regulasi dari pemerintah, lembaga pembiayaan, pengembang, dan para pelaku industri.

Oleh karena itu, ia berharap kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi pemanfaatan energi surya berupa PLTS Atap, utamanya di Pulau Jawa, PLTS Terapung, PLTS di bekas lahan tambang, dan PLTS hidro serta hybrid.

"Sehingga mampu mendorong pertumbuhan rantai pasok di dalam negeri baik investasi ditingkat hulu maupun di hilir," katanya.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Dok MI

Indonesia Termasuk Negara Berpotensi Resesi, Ini Penyebab dan Pengaruh Resesi

👤Meilani Teniwut 🕔Jumat 30 September 2022, 08:45 WIB
Resesi sebagai penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam waktu yang stagnan dan lama, dimulai dari berbulan-bulan hingga...
Ist/Kementan

Jelang KTT G20, Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 08:16 WIB
Seiring dengan tema World Rabies Day yaitu: ”Rabies: One Health Zero Deaths”, vaksinasi sudah dilakukan kepada semua anjing...
Dok.IdScore

Pay Later Makin Diminati, Pengguna Fasilitas Ini Capai 9,4 Juta

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 07:30 WIB
Perempuan mendominasi pinjaman jenis ini sebesar 67,2% dan umumnya mengakses melalui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya