Jumat 08 April 2022, 20:51 WIB

Harga Pangan Dunia Capai Rekor Tertinggi akibat Perang Rusia-Ukraina

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Pangan Dunia Capai Rekor Tertinggi akibat Perang Rusia-Ukraina

AFP/Mohammed Huwais.
Roti baru dipanggang di toko roti, ibu kota Yaman, Sanaa, 27 Maret 2022. Hampir sepertiga dari pasokan gandum Yaman tergantung impor.

 

HARGA pangan dunia mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada Maret. Ini karena invasi Rusia ke Ukraina mengirim kejutan terhadap pasar untuk biji-bijian untuk makanan pokok dan minyak sayur. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB mengatakan itu pada Jumat (8/4).

Gangguan arus ekspor akibat invasi 24 Februari itu dan sanksi internasional terhadap Rusia memicu kekhawatiran terhadap krisis kelaparan global, terutama di Timur Tengah dan Afrika. Efek lanjutannya sudah mulai terasa.

Rusia dan Ukraina, wilayah penghasil biji-bijian merupakan salah satu lumbung pangan utama dunia, menyumbang sebagian besar ekspor dunia dalam beberapa komoditas utama, termasuk gandum, minyak sayur, dan jagung. "Harga komoditas pangan dunia membuat lompatan signifikan pada Maret untuk mencapai level tertinggi yang pernah ada, karena perang di wilayah Laut Hitam menyebarkan kejutan melalui pasar untuk biji-bijian dan minyak nabati," kata FAO dalam satu pernyataan.

Indeks harga pangan FAO, yang telah melaporkan rekor pada Februari, melonjak 12,6% bulan lalu. Ini, "Membuat lompatan raksasa ke level tertinggi baru sejak didirikan pada 1990," kata badan PBB itu. Indeks, ukuran perubahan bulanan harga internasional sekeranjang komoditas makanan, rata-rata 159,3 poin sepanjang Maret.

Lompatan tersebut, kata FAO, termasuk tertinggi baru sepanjang masa untuk minyak nabati, sereal, dan daging. Badan itu menambahkan bahwa harga gula dan produk susu juga naik secara signifikan.

Kelaparan 

Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang sekitar 30% dan 20% dari ekspor gandum dan jagung global selama tiga tahun terakhir, kata FAO. Perang terus berkecamuk ketika musim tanam dimulai di Ukraina.

Harga gandum naik hampir 20%. Masalahnya diperburuk oleh kekhawatiran atas kondisi panen di Amerika Serikat, kata organisasi itu.

Indeks harga minyak nabati FAO melonjak sebesar 23,2%. Ini didorong oleh kuotasi yang lebih tinggi untuk minyak biji bunga matahari karena Ukraina ialah pengekspor utama dunia.

Baca juga: Samsung Perkirakan Laba Operasi Kuartal I Lompat 50,3%

Supermarket Spanyol telah menjatah penjualan minyak bunga matahari untuk menghentikan pelanggan menimbun karena kekhawatiran kekurangan akibat perang. Amerika Serikat menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin menciptakan krisis pangan global. Prancis telah memperingatkan bahwa perang telah meningkatkan risiko kelaparan di seluruh dunia. 

Konflik tersebut juga membuat harga minyak dan gas naik, menyebabkan inflasi meningkat lebih jauh di seluruh dunia. Ini meningkatkan kekhawatiran bahwa hal itu dapat menggagalkan pertumbuhan ekonomi global. (AFO/OL-14)

Baca Juga

Dok. Intiland

Intiland Gelar Tahapan Topping Off Apartemen SQ Rés, Siap Sambut Geliat Sektor Properti

👤Mediaindonesia.om 🕔Minggu 26 Juni 2022, 21:51 WIB
Direktur Pengembangan Bisnis Intiland Permadi Indra Yoga menjelaskan pelaksanaan topping off menjadi tahapan penting dalam proses...
Ist

Tabungan Simpedes Ajak UMKM PeDe Memimpin Perubahan

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 26 Juni 2022, 21:47 WIB
AKTIVITAS masyarakat dan perputaran ekonomi Indonesia yang mulai kembali normal harus dimanfaatkan pelaku UMKM yang sempat terpuruk selama...
Ist

Bangun Desa Mandiri, PT TIA Raih CSR & PDB Awards 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 21:16 WIB
Diraihnya penghargaan ini merupakan bagian dari konsistensi TIA dalam membangun Kemandirian Desa Binaan di sekitar wilayah operasionalnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya