Kamis 07 April 2022, 13:14 WIB

CEO BRI Insurance Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Industri Asuransi

mediaindonesia.com | Ekonomi
CEO BRI Insurance Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Industri Asuransi

Ist
Seminar yang digelar AAUI yang mengusung tema “Capturing Sustainability & Competitiveness: Response to Global Change”.

 

PRESIDENSI Indonesia G20 2022 menyampaikan bahwa Indonesia berada pada titik krusial dalam proses pemulihan ekonomi nasional dan momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mencapai target nasional, memprioritaskan pada transformasi ekonomi yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih maju termasuk pada industri asuransi

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Riswinandi menyampaikan,“Sangat penting bagi seluruh industri asuransi memahami pentingnya mendapat kepercayaan dari masyarakat di masa pemulihan ekonomi nasional ini.“

Pernyataan Riswinandi disampaikan  Konferensi 8 th International Insurance Seminar yang digelar AAUI yang mengusung tema “Capturing Sustainability & Competitiveness: Response to Global Change”.

Dalam keterangan pers, Kamis (7/4), CEO BRI Insurance (BRINS), Fankar Umran menyampaikan bahwa angka penetrasi dan densitas asuransi umum masih tergolong rendah.

Data tahun 2021 menunjukkan insurance penetration rate hanya 0,47% sedangkan angka densitas asuransi sekitar Rp. 1,82 juta.

Baca juga: Fauzi Ichsan : Masalah Asuransi Harus Diselesaikan OJK

Hal ini menunjukkan bahwa white space bisnis asuransi umum masih terbuka lebar, suatu peluang pasar yang besar yang perlu mendapatkan perhatian pelaku industri asuransi.

Selain itu, seiring dengan perubahan consumer behavior dan meningkatnya risk awareness pada masyarakat, merupakan potensi untuk memperluas pasar sehingga industri asuransi pun turut berkembang dari waktu ke waktu dan dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Untuk mencapai hal tersebut, Fankar menyampaikan, kolaborasi menjadi kunci utama bagi industri asuransi umum, karena pasarnya sudah terbuka, perusahaan asuransi dituntut untuk melakukan market development.

“Bagaimana kita menjangkau pasar lebih luas. Untuk menjangkau pasar lebih luas pilihan terbaik adalah kolaborasi," jelasnya.  

"Maka saran saya adalah perkuat kolaborasi, baik kolaborasi dalam ekosistem asuransi maupun dengan ekosistem bisnis lainnya. kolaborasi adalah wujud dari berbagi bisnis sekaligus berbagi risiko,” ujar Fankar.

Perusahaan asuransi dapat melakukan penetrasi secara masif dan efektif dengan berbagai skema. Pertama adalah D2C (direct to customers) yaitu membuat aplikasi untuk kalangan digital native.

Namun, karena model pertama memiliki keterbatasan, maka perlu model kedua yaitu B2B (business to business). Model ini merupakan kerjasama dengan institusi yang memiliki kanal supply chain yang memadai.

Selanjutnya, model B2B2C atau business to business to customers. model ini memungkinkan menjangkau customer lebih luas yaitu potensi customer yang merupakan bagian dari supply chain perusahaan atau institusi.

Dengan model bisnis B2B2C customer dapat dijangkau baik secara konvensional maupun secara digital.

Fankar juga menegaskan bahwa pelaku industri asuransi juga perlu memiliki produk yang fit yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui produk yang customize, produk yang Adaptive, Affordable, dan Accessible (Triple A).

“Jadi marketnya sangat luas, tetapi menjangkaunya tidak mudah, maka harus kolaborasi," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Fankar sekaligus menyampaikan terimakasih kepada OJK karena program-program relaksasi yang dikeluarkan OJK sangat membantu industri asuransi melalui masa-masa sulit pandemi. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

Unsplash/ Markus Winkler

Aprindo Bali: Tidak Akan Ada Kepanikan tJika Harga Mie Instan Naik

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 14:47 WIB
Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra menyebut tak akan ada kepanikan terkait isu...
MI/Ahmad Yakub.

Pangan Lokal Dapat Selamatkan Indonesia dari Ketergantungan Impor Gandum

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 14:15 WIB
Ada beragam tanaman pangan lokal yang berpotensi menjadi pengganti gandum, seperti singkong, sorgum, sagu, ubi jalar, talas, dan...
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Presiden: Yuk Menanam Cabai di Rumah

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 14:08 WIB
Meskipun hanya di pekarangan rumah yang berukuran kecil, langkah tersebut, menurutnya, bisa memberikan hasil yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya