Selasa 05 April 2022, 17:42 WIB

Bursa Global Menguat dan Musim Dividen, IHSG Kembali All Time High

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Bursa Global Menguat dan Musim Dividen, IHSG Kembali All Time High

Antara
Petugas membersihkan lantai di depan layar pergerakan IHSG.

 

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh all time high dengan ditutup pada level 7,148.29 (+0.45%). 

Penguatan terjadi sejak awal sesi perdagangan, bersamaan dengan menguatnya seluruh bursa saham secara global. Sekalipun masih ada kekhawatiran dari konflik antara Ukraina dan Rusia.

"Pergerakan juga didorong rilis kinerja emiten, serta pembagian dividen," ujar Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher, Selasa (5/4).

IHSG diprediksi masih terus menguat. Secara teknikal, grafik mengindikasikan tren penguatan masih berlanjut. Itu didorong musim rilis kinerja keuangan emiten, serta pembagian dividen oleh beberapa emiten.

Baca juga: Bank Dunia: Perang Tambah Tekanan pada Pemulihan Ekonomi

"Dari data ekonomi akan didorong oleh rilis data PMI, serta cadangan minyak. Dari global investor akan mencermati perkembangan perjanjian damai Rusia-Ukraina," jelas Dennies.

Pasa Selasa (5/2) ini, mata uang USDCAD turun ke zona 1.2400. Pergerakan ini turun 0,2% dari perdagangan kemarin. Sementara itu, ICDX melaporkan harga komoditas pada minyak Kanada naik dan konflik Rusia–Ukraina membuat angka inflasi tinggi.

Baca juga: Ini Jurus Pemerintah Atasi Dampak Kenaikan Harga Komoditas

Harga emas juga naik ke zona US$1.931,12 per troy ons, atau meningkat 0,04% dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Faktor menguatnya harga emas dipicu serangan militer Rusia terhadap warga sipil Bucha di Ukraina.

Selain itu, sentimen atas kenaikan suku bunga oleh The Fed sangat menentukan pergerakan harga emas. Tensi geopolitik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, membuat pelaku pasar lebih memilih untuk berinvestasi pada produk emas sebagai aset lindung nilai.

Harga emas naik dengan support saat ini beralih ke areal US$1.925 dan resistance terdekatnya berada di areal US$1.936. Support terjauhnya berada di areal US$1.917 hingga ke areal US$1.909. Sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$1.944-1.957 per troy ons.(OL-11)
 

Baca Juga

Dok.Ist

Subsidi Tepat Sasaran Atasi Gejolak Harga Minyak Tinggi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 20:58 WIB
Pendistribusian subsidi (BBM)  tidak boleh lagi serampangan. Perbaikan data demi memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran jadi...
Dok.DAB Group

Sofyan Djalil Didapuk jadi Advisor Digiasia Bios

👤Medianidonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 20:49 WIB
Selain Sofyan, Rudiantara mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia 2014-2019 , juga tergabung dalam jajaran...
Ist

Erick Dampingi Wapres Lihat Wajah Baru Sarinah

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 19:50 WIB
Wapres menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Erick dan seluruh jajaran PT Sarinah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya