Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh all time high dengan ditutup pada level 7,148.29 (+0.45%).
Penguatan terjadi sejak awal sesi perdagangan, bersamaan dengan menguatnya seluruh bursa saham secara global. Sekalipun masih ada kekhawatiran dari konflik antara Ukraina dan Rusia.
"Pergerakan juga didorong rilis kinerja emiten, serta pembagian dividen," ujar Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher, Selasa (5/4).
IHSG diprediksi masih terus menguat. Secara teknikal, grafik mengindikasikan tren penguatan masih berlanjut. Itu didorong musim rilis kinerja keuangan emiten, serta pembagian dividen oleh beberapa emiten.
Baca juga: Bank Dunia: Perang Tambah Tekanan pada Pemulihan Ekonomi
"Dari data ekonomi akan didorong oleh rilis data PMI, serta cadangan minyak. Dari global investor akan mencermati perkembangan perjanjian damai Rusia-Ukraina," jelas Dennies.
Pasa Selasa (5/2) ini, mata uang USDCAD turun ke zona 1.2400. Pergerakan ini turun 0,2% dari perdagangan kemarin. Sementara itu, ICDX melaporkan harga komoditas pada minyak Kanada naik dan konflik Rusia–Ukraina membuat angka inflasi tinggi.
Baca juga: Ini Jurus Pemerintah Atasi Dampak Kenaikan Harga Komoditas
Harga emas juga naik ke zona US$1.931,12 per troy ons, atau meningkat 0,04% dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Faktor menguatnya harga emas dipicu serangan militer Rusia terhadap warga sipil Bucha di Ukraina.
Selain itu, sentimen atas kenaikan suku bunga oleh The Fed sangat menentukan pergerakan harga emas. Tensi geopolitik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, membuat pelaku pasar lebih memilih untuk berinvestasi pada produk emas sebagai aset lindung nilai.
Harga emas naik dengan support saat ini beralih ke areal US$1.925 dan resistance terdekatnya berada di areal US$1.936. Support terjauhnya berada di areal US$1.917 hingga ke areal US$1.909. Sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$1.944-1.957 per troy ons.(OL-11)
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
IHSG hari ini (23/2/2026) melonjak 1,50% ke level 8.396,08. Simak analisis dampak pembatalan tarif Donald Trump oleh MA AS terhadap pasar modal Indonesia.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved