Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Fraksi PPP, Elly Rachmat Yasin mengatakan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok jelang Ramadan di tahun ini sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu.
Menurutnya, kenaikan harga pokok jelang Ramadan biasanya memiliki pola tersendiri dari tahun ke tahun, sementara di tahun ini pola tersebut tidak terjadi.
"Jauh sebelum Ramadan saat ini harga sudah naik terutama kedelai dan minyak goreng yang belum mampu diatasi. Ini berbeda dengan beberapa tahun lalu di mana kenaikan harga hanya h-7, h-3 dan h+7 Ramadan," ungkapnya dalam Webinar Fraksi PPP DPR RI bertajuk Jelang Ramadhan, Akankah Harga Sembako Menyusul Minyak Goreng, Selasa (29/3).
Elly pun membandingkan kebijakan pemerintah Malaysia dengan Indonesia untuk melakukan stabilisasi harga pangan jelang Ramadan. Di Malaysia, sejak bulan Januari 2022, pemerintah mereka dikatakan telah membuat standarisasi harga yang mencakup gas, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya.
Baca juga: Satgas Pangan Polri Terjunkan Tim Cek Ketersediaan dan Harga Pangan
Selain itu, pemerintah Malaysia juga dikatakan selalu melakukan operasi pasar juga untuk mengendalikan harga agar tidak terjadi kenaikan yang akan menyulitkan masyarakat.
"Berbeda di kita yang membiarkan harga sesuai dengan mekanisme pasar. Saat ini minyak curah itu langka setelah ditetapkan HET. Kenaikan harga pokok juga memberatkan masyarakat khususnya UMKM. Dilema mereka tidak bisa menjual murah," kata Elly.
Elly pun berharap, pemerintah Indonesia dapat segera mengatasi permasalahan kenaikan harga pangan. Dia pun meminta pemerintah untuk tidak kalah dengan kelompok tertentu yang ingin mengambil keuntungan.
Dia pun mendukung terbentuknya Panitia Kerja Pangan dan Bahan Pokok Komisi VI DPR RI untuk memonitoring dan juga mencari solusi untuk permasalahan pangan yang terjadi sampai saat ini.
Sementara itu, Wakil Ketua KPPU Guntur Saragih mengatakan bahwa saat ini terjadi volatilitas terhadap bahan pangan di Indonesia. Menurutnya, hal ini menyebabkan permasalahan harga pangan yang tak kunjung reda sampai saat ini.
Dia pun menekankan bahwa Ramadan bukan menjadi alasan harga pangan harus naik, karena Ramadan merupakan rutinitas dari tahun ke tahun. (Des/OL-09)
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Rayakan Ramadhan dengan 5Parkling Ramadhan Iftar di Hotel Park 5 Simatupang. Nikmati 14 menu rotasi Indonesia, Asian, Timur Tengah, dan Western dengan promo Early Bird menarik.
JS Luwansa Hotel Jakarta menghadirkan “RaSa”, konsep Ramadan dengan sajian Nusantara, Asia, dan Timur Tengah, lengkap dengan paket iftar, meeting, dan menginap.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Sajian kuliner Nusantara dihadirkan untuk membawa kembali kenangan Ramadan yang identik dengan kebersamaan keluarga dan kehangatan suasana rumah.
Menjelang Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved