Senin 28 Maret 2022, 10:10 WIB

Pusing Kelola Keuangan, Begini Tipsnya agar tak Pening Lagi

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Pusing Kelola Keuangan, Begini Tipsnya agar tak Pening Lagi

dok.mi
Ilustrasi megelola keuangan

 

MENGELOLA keuangan terkadang menjadi sesuatu hal yang sulit dilakukan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya ketimpangan dalam hal pemasukan dan pengeluaran yang semestinya dapat dikelola dengan lebih baik lagi.

QWP Financial Planner, Insurance Consultant, Enterpreneur, Robert Agustinus memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengelola keuangan dengan bijak. Hal ini disampaikan dalam acara OBROLAN PINTAR bertajuk “Build Your Future, Be Smart About Money” di kanal YouTube Media Indonesia, Sabtu (26/3).

Pertama, pencatatan pemasukan dan pengeluaran menjadi dasar bagi masyarakat untuk mengelola keuangan. Menurutnya, hal ini jadi penting dan terkadang luput dari perhatian masyarakat.

"Jika mendapatkan uang pemasukan harus dicatat. Lalu kita catat juga pengeluarannya. Ini simpel banget tapi sulit dilakukan. Ini memang kebiasaan, jadi harus dibiasakan sejak dini. Jika masih mendapat uang saku harus dicatat, begitu pula yang sudah bekerja harus dicatat gaji dan juga jika mendapat keuntungan dari jasa titip atau open pre order juga harus dicatat," kata Robert.

Setelah mencatat pemasukan, catat juga pengeluaran yang dilakukan karena ini sering sekali terjadi kebocoran dalam hal pengeluaran ini. Dia pun menyarankan, pengeluaran itu harus dicatat berdasarkan biaya hidup terlebih dahulu.

"Paling simpel itu ada metode 50% pengeluaran kita untuk biaya hidup rutin, 30% investasi atau nabung dan 20% untuk gaya hidup," tuturnya.

Robert menambahkan, setelah pemasukan dan pengeluaran tercatat dengan baik, masyarakat dapat membandingkan lebih besar mana antara pemasukan dan pengeluaran ini.

Menurutnya, hal yang ideal adalah pemasukan harus lebih besar dibandingkan pengeluaran. Jika terjadi hal sebaliknya, masyarakat dapat memperkecil pengeluaran atau memperbesar pemasukan agar menghindari ketimpangan.

Dia pun memberikan tips bagi masyarakat khususnya yang masih berusia muda untuk melakukan beberapa hal yang dapat memaksimalkan pengelolaan keuangan mereka.

"Untuk yang masih berusia 20 tahun, perbanyak explore kemampuan dan jangan overthinking. Jadi kalian cari passion di mana dan hubungkan passion tersebut untuk dimonetize jadi pemasukan dan mencari marketnya. Jangan terlalu takut mencoba hal baru. Kita juga bisa bangun networking seluas-luasnya," ujar Robert.

Dia pun mengatakan bahwa hal yang tak kalah penting ialah melakukan investasi. Menurutnya, melek investasi dan finansial kini telah menjadi hal yang penting untuk dilakukan dan jangan menunggu nanti.

'Jadi kita mulai catat pengeluaran, pemasukan dan kelola keuangan kita. Nah kalau ada surplus kalau pemasukan lebih besar dari pengeluaran bisa dijadikan investasi. Ini dapat dilakukan lewat berbagai instrumen, bisa saham, reksa dana, logam mulia, deposito dan lainnya," tegasnya.

"Tujuan investasi ini untuk mencapai tujuan finansial kita baik itu mau nonton konser Justin Bieber, beli iPhone, dan lainnya. Tentu instrumen ini kita sesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan," sambung Robert.

Robert menuturkan bahwa jika masih berusia muda, sebaiknya masyarakat mengurangi pembelian untuk barang konsumtif dan perbanyak pembelian barang produktif agar dapat menjadikan barang yang dibeli menjadi berguna untuk pengelolaan keuangan yang lebih baik nantinya. (OL-13)

Baca Juga

Antara

Ada Wilayah Surplus Jagung, Namun Distribusi Terkendala

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 17:01 WIB
Seperti hasil pantauan Badan Pangan Nasional di wilayah Nusa Tenggara Barat, yang mengalami surplus panen jagung, namun distribusi ke...
Dok. BNI

Lewat BNI Mobile Banking, Transfer BI Fast Dapat Cashback Biaya Admin

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 16:06 WIB
BNI turut mendorong edukasi dan promosi kepada nasabah terkait BI-Fast. Sehingga, semakin banyak nasabah yang menggunakan BI-Fast...
Antara

Temui Moeldoko, Petani Sawit Keluhkan Harga TBS yang Masih Anjlok

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 14:22 WIB
Menurut Apkasindo, penyebab anjloknya harga TBS karena besarnya pajak ekspor. Seperti, bea keluar, domestic market obligation (DMO),...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya