Selasa 22 Maret 2022, 07:44 WIB

Gobel Tegaskan tidak Ada Mafia Minyak Goreng

mediaindonesia.com | Ekonomi
Gobel Tegaskan tidak Ada Mafia Minyak Goreng

ANTARA/Arif Firmansyah
Seorang warga membeli minyak goreng curah saat operasi pasar di Pasar Merdeka, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (21/3).

 

WAKIL Ketua DPR RI Rachmat Gobel menyatakan tidak ada mafia minyak goreng

“Di sektor pangan memang ada mafia di sejumlah komoditas, tapi tidak ada di minyak goreng. Yang ada adalah ketidaktepatan dalam regulasi sehingga pengusaha mencari celah untuk mencari keuntungan. Jadi ini soal pengaturan dalam tata niaga dan juga masalah dalam kepemimpinan, manajerial, dan pendekatan dalam mengelola tata niaga minyak goreng,” kata Gobel, Senin (21/3).

Hal itu ia sampaikan saat diwawancarai wartawan di sela-sela mengikuti pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali. Wartawan sudah menunggu Gobel usai ia menerima delegasi parlemen dari Jepang. 

Baca juga: KPK Sarankan Pemerintah Perbaiki Tata Kelola Penjualan Minyak Goreng Kemasan

“Yang ada adalah kesalahan kita dalam mengatur dan membuat kebijakan. Itu saja. Namanya pengusaha ya cari untung. Dia lihat ada celah dalam peraturan, lengah, ya dia masuk. Jadi, jangan kita langsung mencap bahwa ini adalah mafia,” katanya.

Gobel mengatakan, kementerian perdagangan seharusnya memiliki strategi dalam menghadapi gejolak harga akibat meningkatnya permintaan pasar global terhadap CPO dan minyak goreng. 

Indonesia adalah negara agraris penghasil CPO dan minyak goreng terbesar di dunia. Menurutnya, ini hanya masalah hilir dan bukan masalah hulu. 

“Kejadian ini harus menjadi momentum. Kita harus bangun. Jangan cuma tidur. Jangan cuma mengatakan harga naik terus menyerah. Apalagi Presiden punya Trisakti dan Nawacita yang di dalamnya mengamanatkan tentang kemandirian ekonomi dan kemandirian pangan. Itu bagus sekali. Para menteri harus bisa menerjemahkan visi-misi Presiden menjadi program dan kebijakan. Masa kita sebagai negara agraris tapi untuk mengisi kebutuhan dalam negerinya saja tidak bisa,” kata Gobel. 

Lebih lanjut, Gobel meminta pemerintah melibatkan pengusaha untuk ikut bertanggung jawab. 

“Untuk hal-hal yang strategis dan pokok, seperti soal pangan, pengusaha jangan hanya dilihat dari aspek jumlah investasi yang ditanamkan dan jumlah tenaga kerja yang terserap, tapi harus ikut diajak membangun bangsa. Karena itu, masalah distribusi dan harga pangan harus menjadi tanggung jawab produsen juga. Jadi jangan diserahkan kepada mekanisme pasar sepenuhnya. Ajak dialog,” katanya.

Menurutnya, pemerintah banyak memiliki instrumen untuk bisa melibatkan pengusaha dalam membangun ketahanan nasional. 

“Masalah pangan ini bersifat strategis karena menyangkut ketahanan nasional. Jika tak terkendali masalahnya bisa menjadi politis,” kata Gobel. 

Karena itu, masalah pangan tak bisa diselesaikan sendiri oleh kementerian perdagangan. 

“Banyak kementerian dan lembaga lain yang terlibat seperti kementerian pertanian, kementerian perindustrian, kementerian ESDM, dan sebagainya,” pungkasnya. (RO/OL-1)

Baca Juga

MI/Haryanto

Komitmen Pertamina Distribusikan BBM Subsidi ke Penjuru Daerah

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 17:22 WIB
CORPORATE Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting berkomitmen mengawal distribusi BBM ke seluruh penjuru daerah terutama 3T...
Ist

Skin+ dan Slim+ By Euromedica Ekspansi Pasar Lebih Luas

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 16:43 WIB
Pembukaan cabang ke-32 dan ke-33 di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, bertujuan untuk mendekatkan diri serta menjawab kebutuhan kaum urban...
Dok. LandX

Kolaborasi LandX-Moka Akselerasi Pertumbuhan UMKM Lewat Bantuan Modal Usaha

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 16:41 WIB
Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya