Senin 21 Maret 2022, 18:54 WIB

Keberhasilan Transisi Pandemi ke Endemi Dorong Akselerasi Perekonomian

mediaindonesia.com | Ekonomi
Keberhasilan Transisi Pandemi ke Endemi Dorong Akselerasi Perekonomian

Ist
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Asian Insights Conference 2022.

 

BANK DBS Indonesia menyelenggarakan Asian Insights Conference 2022 pada bulan Februari hingga Maret, yang dibagi ke dalam empat sesi.

Mengangkat tema “Economy and Environment: Towards a Revolutionary Future”, sesi kedua konferensi tahunan ini membicarakan tentang “Economy & Political Outlook 2022: Gearing Up for Stronger Recovery”.

Konferensi menghadirkan keynote speech Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Prof. Dr. Suahasil Nazara, Wakil Ketua Umum Kadin Shinta Kamdani, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dan Chief Economist DBS Taimur Baig.

Para pakar tersebut memberikan pandangan terkait pemulihan ekonomi Indonesia, termasuk kebijakan dan langkah-langkah pemerintah dalam mendukung pertumbuhan berbagai sektor di Indonesia pada masa transisi endemi.

Memasuki tahun ketiga pandemi covid-19, perekonomian Indonesia masih tumbuh sebesar 3,69%, pencapaian ini juga jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi perekonomian pada 2020 yang mengalami kontraksi sebesar 2,07%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih baik daripada beberapa negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia (3,1%), Vietnam (2,58%), dan Thailand (1,6%).

Baca juga: Pemulihan Ekonomi Dunia Diperkirakan Tidak Merata

Tingginya harga komoditas global berdampak positif pada ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sepanjang 2021, nilai ekspor Indonesia mencapai US$231,54 miliar atau meningkat sebesar 41,88% dari periode yang sama tahun 2020.

Wamenkeu Suahasil Nazara mengatakan bahwa melandainya kasus covid-19 serta relaksasi kebijakan pembatasan sosial menjadi alasan utama melesatnya dunia usaha di Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan aktivitas konsumsi dan retail yang sejalan dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

"Ini ditandai pula oleh meningkatnya indeks keyakinan konsumen Indonesia yang berada di atas angka optimis, dan selama enam bulan berturut-turut, pencapaian Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia tercatat di atas 50 atau berada di level ekspansif," jelas Suahasil.

“Dengan meningkatnya angka pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2021, target pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 pun ikut meningkat menjadi 5,2% year on year (yoy) dan angka inflasi nasional diharapkan masih tetap terkendali pada tahun ini," kata Wamnekeu.

Meskipun demikian, pemerintah harus tetap mengawasi kenaikan harga di tingkat internasional untuk menjaga kestabilan angka pertumbuhan ekonomi.

"Selain itu, pemerintah juga harus mulai melakukan konsolidasi berkelanjutan melalui perbaikan penerimaan pajak dan perbaikan strategi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) agar lebih efisien dan tepat sasaran,” jelas Suahasil.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Shinta Kamdani mengatakan bahwa covid-19 masih menjadi prioritas utama yang perlu penanganan khusus.

Shinta optimistis akselerasi perekonomian di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan dapat dicapai melalui keberhasilan transisi pandemi ke endemi, di mana masyarakat Indonesia diharapkan dapat mulai bersiap untuk hidup berdampingan dengan covid-19.

"Adanya pembatasan pergerakan menyebabkan penurunan perekonomian di Indonesia pada awal pandemi covid-19, tetapi saat ini index manufaktur sudah mulai pulih," katanya.

"Sejak 2020, industri manufaktur sudah meningkat dan mulai ekspansif. Setiap industri akan mengalami pemulihan dengan kecepatan yang berbeda-beda, tetapi akan ada perubahan sedikit demi sedikit dan berangsur pulih," jelas Shinta.

“Meskipun pasar di Indonesia sudah mulai berangsur pulih, tetapi banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang gulung tikar akibat dari pandemi covid-19," ucapnya.

Mengingat sebanyak 95% dari pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM, pergerakan UMKM merupakan kunci dari sinyal positif perekonomian di Indonesia.

Saat ini, pemerintah bersama Kadin berfokus pada pengembangan UMKM agar dapat berekspansi menjadi lebih kompetitif di pasar global dengan menggunakan pendekatan terintegrasi dengan menitikberatkan pada kemitraan dengan UMKM.

"Kunci dari keberhasilan ini dapat dicapai melalui UU Cipta Kerja," tambahnya.

"Melalui kebijakan ini kita dapat mengembangkan upstream dan downstream secara cepat, karena kebijakan ini dapat menarik investor ke Indonesia yang nantinya akan membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku ekonomi untuk mengakselerasi bisnisnya, dan membantu menggairahkan perekonomian nasional,” tutup Shinta Kamdani.

Chief Economist DBS Taimur Baig menjelaskan, “Saat ini UMKM di seluruh dunia sedang menghadapi masa sulit, dan 2022 akan tetap menyisakan tantangan bagi para UMKM."

"Untuk menyiasatinya, pemerintah RI dapat melakukan beberapa langkah, seperti menyediakan regulasi dan kebijakan perpajakan yang stabil, dan meningkatkan fungsi pemerintahan," jelasnya.

"Pemerintah juga dapat melakukan beberapa perubahan kebijakan yang nantinya dapat memudahkan pembayaran pajak, pemberian izin usaha, serta pemberian surat rekomendasi usaha bagi masyarakat yang ingin memulai usahanya," ucap Taimur.

"Dengan kata lain, pemerintah harus bekerja lebih baik dalam mempermudah sistem administrasi bagi para UMKM, sehingga UMKM dapat berkembang dengan cepat. Tidak hanya taraf regional, tetapi juga global,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan bahwa setiap peristiwa memiliki nature (sifat dasar) yang berbeda-beda.

"Apabila Krisis Moneter 1997 memberikan dampak besar bagi masyarakat golongan menengah ke atas, pandemi covid-19 kali ini membuat seluruh lapisan masyarakat, terlebih masyarakat menengah ke bawah merasakan dampak yang signifikan. Adanya pembatasan pergerakan sosial menyebabkan masyarakat sulit untuk melakukan kegiatan ekonomi," paparnya.

"Oleh sebab itu, kebijakan pemerintah dalam mengendalikan pandemi covid-19 sangat berpengaruh pada sentimen masyarakat terhadap kepercayaan kepada pemerintah," kata Burhanuddin.

Asian Insights sesi ketiga dan keempat akan berlangsung pada tanggal 22 hingga 23 Maret secara berturut-turut yang dapat disaksikan pada tautan berikut. Informasi seputar Asian Insights Conference 2022 dapat dilihat di Instagram: @dbsbankid dan di sini.(RO/OL-09)

 

Baca Juga

Antara

Ada Wilayah Surplus Jagung, Namun Distribusi Terkendala

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 17:01 WIB
Seperti hasil pantauan Badan Pangan Nasional di wilayah Nusa Tenggara Barat, yang mengalami surplus panen jagung, namun distribusi ke...
Dok. BNI

Lewat BNI Mobile Banking, Transfer BI Fast Dapat Cashback Biaya Admin

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 16:06 WIB
BNI turut mendorong edukasi dan promosi kepada nasabah terkait BI-Fast. Sehingga, semakin banyak nasabah yang menggunakan BI-Fast...
Antara

Temui Moeldoko, Petani Sawit Keluhkan Harga TBS yang Masih Anjlok

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 14:22 WIB
Menurut Apkasindo, penyebab anjloknya harga TBS karena besarnya pajak ekspor. Seperti, bea keluar, domestic market obligation (DMO),...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya