Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2022 yang berhasil mengalami surplus US$3,83 miliar dengan total ekspor US$20,46 miliar dan impor US$16,63 miliar.
"Kalau kita lihat tren surplus ini terjadi 22 bulan secara beruntun. Semoga tren surplus terjaga di masa berikutnya sehingga pemulihan ekonomi Indonesia bisa terjaga," ungkap Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers secara daring, Selasa (15/3).
Margo menambahkan bahwa komoditas nonmigas penyumbang surplus terbesar pada Februari yaitu bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Adapun negara penyumbang surplus terbesar yaitu Amerika Serikat, India, dan Filipina.
Perdagangan Indonesia dengan AS mengalami surplus US$1,86 miliar dengan komoditas penyumbang surplus yakni pakaian dan aksesori rajutan dan alas kaki. Lalu surplus perdagangan Indonesia dengan India mencapai US$850,8 juta dengan komoditas penyumbang surplus yakni bahan bakar mineral, serta lemak dan minyak hewan nabati. Sedangkan perdagangan dengan Filipina mengalami surplus US$725,9 juta dengan komoditas penyumbang surplus yakni bahan bakar mineral, serta kendaraan dan bagiannya.
Perdagangan Indonesia juga mengalami defisit dengan sejumlah negara yaitu dengan Tiongkok, Thailand, dan Australia. "Dengan Tiongkok defisit US$909,4 juta. Kalau kita lihat komoditas penyumbang defisitnya yaitu mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya. Kemudian, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya," ujarnya.
Kemudian defisit perdagangan dengan Thailand yakni US$403,6 juta. Komoditas penyumbang defisit terbesar yaitu gula, kembang gula, plastik, dan barang dari plastik. Sedangkan defisit dengan Australia sebesar US$403,6 juta dengan komoditas penyumbang defisit terbesarnya serealia dan bahan bakar mineral.
"Secara kumulatif surplus Januari-Februari 2022 mencapai US$4,79 miliar. Kalau dilihat pada grafik, mulai dari 2017-2021, surplus di Januari-Februari ini lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya," pungkas Margo. (OL-14)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025 mencapai 5,45%, menandai momentum pembalikan arah ekonomi yang solid.
IHSG mencetak sejarah baru (All Time High) di level 8.859, mengabaikan tensi geopolitik global berkat solidnya data neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mengalami surplus sebesar 2,66 miliar dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved