Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Nationalnobu Tbk (Nobu Bank) menandatangani kerja sama penyediaan fasilitas kredit dengan PT Akulaku Finance Indonesia (AFI), salah satu platform penyedia layanan pembiayaan digital terkemuka di bawah naungan Akulaku Group.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Suhaimin Johan Direktur Utama Nobu Bank bersama SME & Commercial Lending Group Head Nobu Bank Deny Ismantara dan Presiden Direktur AFI Efrinal Sinaga di kantor pusat AFI Jakarta.
Direktur Utama Nobu Bank Suhaimin Johan mengatakan, “Bagi Nobu Bank, kerja sama ini menjadi wujud dukungan Nobu Bank bagi AFI yang secara konsisten memberikan layanan keuangan inklusif berbasis digital bagi masyarakat luas, termasuk konsumen retail maupun pengusaha atau pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta para penggiat ekonomi sektor kreatif di Indonesia."
"Kerja sama kolaboratif ini didasari oleh kesamaan visi antara Nobu Bank dan AFI dalam mendorong transformasi digital, khususnya dalam penyediaan produk dan layanan keuangan yang mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama pelaku UMKM,” jelasnya pada Kamis (10/3).
Baca juga: Pengusaha Mal Targetkan Kunjungan Masyarakat 70%-80% saat Ramadan dan Idulfitri
“Fasilitas kredit yang disediakan Nobu Bank memungkinkan AFI untuk semakin memperluas akses masyarakat yang membutuhkan pembiayaan, untuk mendukung kebutuhan sehari-hari, modal usaha ataupun investasi dalam perluasan usaha sekaligus meningkatkan pertumbuhan bisnis para pelaku UMKM dan industri kreatif," ucap Efrinal Sinaga, Presiden Direktur AFI.
"Kerja sama ini menambah jajaran mitra perbankan yang selama ini telah bekerja sama dalam penyediaan fasilitas kredit bagi AFI.” kata Efrinal Sinaga.
Saat ini, Nobu Bank terus melakukan akselerasi transformasi digital guna mendukung visi OJK dan Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi perbankan nasional.
Nobu Bank juga menyadari bahwa untuk membangun pasar digital nasional yang kuat dibutuhkan kolaborasi antar pelaku industri keuangan, baik sektor perbankan maupun non-bank salah satunya dengan perusahaan pembiayaan berbasis teknologi digital.
Kerja sama ini dapat semakin memperluas inklusi keuangan, dengan menjangkau masyarakat dan pelaku UMKM yang selama ini mungkin menghadapi tantangan atau kendala dalam mengakses layanan keuangan salah satunya permodalan.
Penandatanganan kerja sama antara Nobu Bank dan AFI adalah awal kerja sama kolaboratif yang akan terus ditingkatkan dalam jangka panjang.
Nobu Bank berupaya terus memperluas kemitraan dengan berbagai pihak dan sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pelaku industri keuangan digital (fintech) lainnya.
Khususnya dengan visi yang sama dalam transformasi digital guna mendukung para pelaku UMKM dan industri kreatif untuk terus tumbuh dan berkembang yang pada akhirnya dapat memperkuat pasar keuangan digital nasional dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (RO/OL-09)
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
DPR RI desak pemerintah daerah klarifikasi dana Rp234 triliun yang mengendap di bank.
Finnet aktif membantu proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di salah satu Bank BUMN.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved