Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Sampai kapanpun, pekerjaan akan selalu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Para pencari kerja baik bagi yang baru saja lulus ataupun yang sudah berpengalaman pun berlomba-lomba mencari pekerjaan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Pekerjaan-pekerjaan idaman sebagai pegawai negeri pun kini dianggap terlalu sulit untuk diraih di tengah persaingan ketat para pemburu kerja.
Menyikapi keresahan ini, siapa sangka sosok seorang putra daerah sekaligus seorang entrepreneur muda merasa tergugah untuk membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan orang di daerahnya, Lombok dengan meluncurkan Adera Cosmetic.
Sosok luar biasa ini adalah Hilwan Aprisardi atau lebih sering disapa Ade Hilwan. Lantas, bagaimana awal mula ia membuka ribuan lapangan pekerjaan di Lombok? “Dulu saya hanya kerja sama temen-temen deket saat kuliah. Lama-lama kami berpikir untuk berbagi dengan orang lain yang sama-sama membutuhkan pekerjaan,” ujarnya.
Pastinya hal ini bukan perkara mudah. Membuka lapangan pekerjaan tentu harus dibarengi pula dengan upaya perluasan usaha skincare yang ia lakukan bersama timnya. “Dengan membesarkan usaha, tentu membutuhkan lebih banyak tenaga. Dari sana awal mula usaha (kami) berkembang dan membuka lowongan kerja untuk banyak orang.”
Ia bukan orang pertama yang berbisnis di dunia skincare, sehingga persaingannya pun terbilang tak mudah. Lantas, apa yang membuatnya berani berbisnis skincare hingga membuat lapangan pekerjaan bagi banyak orang? “Usaha yang kami jalani sekarang adalah usaha di bidang kosmetik dan skincare yang kami produksi dan pasarkan secara online di media sosial. Alasan kami memilih cara ini (berjualan secara online) adalah karena zaman sekarang semua orang punya smartphone dan punya akun media sosial. Peluang itulah yang saya ambil untuk menjangkau lebih banyak orang walaupun orang tersebut berada di tempat yang jauh,” ucapnya yakin.
Berbisnis secara online memang dianggap lebih menguntungkan dan mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas dibandingkan dengan berbisnis dengan cara konvensional. Namun sayangnya di tahun 2020 virus Covid-19 datang dan berdampak pada setiap sektor kehidupan masyarakat dunia, tak terkecuali pada bisnis yang dijalani oleh pria dengan akun Instagram @adehilwan ini.
“Pandemi Covid19 membuat penjualan menurun walaupun persentasenya tidak terlalu besar. Daya beli masyarakat menurun karena banyak yang kehilangan pekerjaan. Masyarakat lebih memilih untuk membeli kebutuhan pokok daripada skincare.”
Tak hanya itu, kebijakan lockdown yang dilakukan pemerintah juga berdampak pada bisnisnya. “Penyebab lain adalah banyak daerah yang lockdown dan kurir kami yang mengantar paket tidak bisa masuk, sehingga paket kami banyak yang dikembalikan ke gudang. Itu masalah yang dulu kami hadapi saat pandemi covid baru terjadi.”
Walaupun sempat terdampak Covid-19, Ade Hilwan merasa tak kapok dan tetap ingin mengembangkan bisnisnya. Ketika ditanya tentang rencana bisnis selanjutnya, ia pun terkekeh dan mengaku masih tetap ingin berbisnis skincare. (OL-12)
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
KEBUTUHAN efisiensi operasional dan konsistensi proses kerja di industri food & beverage (F&B) semakin meningkat seiring dengan bertambah outlet dan kompleksitas bisnis.
Warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di Ibu Kota berkumpul di Wisma NTB di Menteng, Jakarta Pusat, menggelar kegiatan untuk melawan ancaman peredaran narkotika.
Produk berbasis budaya lokal, seperti contohnya tenun, sering kali tertinggal karena minim inovasi desain dan lemahnya strategi pemasaran.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 bukan hanya menjadi panggung olahraga motorsport bergengsi, tetapi juga penggerak ekonomi dan promosi budaya.
PEBALAP dunia Valentino Rossi mengungkapkan penyesalannya karena tidak pernah merasakan atmosfer balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik seluruh pelari yang berlari di Pocari Sweat Run Lombok 2025.
DESA Selaparang di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu prioritas pengembangan kawasan transmigrasi oleh Kementerian Transmigrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved