Jumat 28 Januari 2022, 18:17 WIB

Inilah Alasan Mengapa Platform E-Commmerce Semakin Jadi Pilihan Belanja

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Inilah Alasan Mengapa Platform E-Commmerce Semakin Jadi Pilihan Belanja

Dok. Ipsos
Hasil Survei Ipsos mengenai E-commerce

 

Hasil riset yang dilakukan oleh IPSOS Indonesia pada akhir tahun 2021 menunjukkan bahwa promo menjadi faktor terbesar bagi seseorang saat memilih platform e-commerce untuk berbelanja online, yakni sebesar 49 persen.

"Promotion itu masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi atau menjadi faktor pemicu dari para pengguna e-commerce. Promo di sini misalnya diskon atau gratis ongkos kirim," papar Gita Marino selaku Associate Director, OBV & CHP, Ipsos Indonesia saat konferensi pers virtual, Jumat (28/1).

Menyusul promo, faktor kemudahan dan ketersediaan pilihan metode pembayaran juga menjadi faktor yang paling banyak dipertimbangkan oleh pengguna e-commerce, yakni sebesar 15 persen. "Jadi misalnya, e-commerce yang menyediakan pilihan pembayaran yang lumayan banyak dan mudah sesuai dengan kondisi mereka, itu memicu mereka untuk memilih e-commerce tertentu," ujar Gita.

Mengenai metode pembayaran, Gita memaparkan bahwa 37 persen pengguna e-commerce lebih memilih bertransaksi melalui dompet digital, 28 persen melalui cash on delivery (COD) atau bayar di tempat, 21 persen melalui transfer bank atau SMS banking, 7 persen melalui online credit, 5 persen melalui offline store, 1 persen melalui instant debit, dan 1 persen melalui kartu kredit atau online debit.

Selanjutnya, lanjut Gita, faktor-faktor lain yang menjadi pertimbangan masyarakat saat memilih suatu platform e-commerce adalah pengalaman transaksi sebelumnya yakni sebesar 13 persen.

"Dalam hal ini, misalnya karena mereka sudah terbiasa berbelanja online dengan e-commerce tertentu," imbuh dia.

Kemudian, faktor lainnya adalah 4 persen dari rekomendasi teman atau keluarga, 4 persen faktor user interface dalam aplikasi atau website, 3 persen karena iklan di televisi, billboard, atau media lainnya.

Adapun platform e-commerce yang paling banyak digunakan adalah Shopee (54 persen), Tokopedia (30 persen), Lazada (13 persen), Bukalapak (2 persen), dan Blibli (1 persen).

Saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12, Gita menilai bahwa kompetisi e-commerce menjadi semakin aktif. Hal tersebut dapat dilihat dari gencarnya promosi yang dilakukan sejak bulan-bulan sebelumnya seperti 9.9, 10.10, dan 11.11.

"Kita tahu bahwa Harbolnas 12.12 itu sendiri sudah dilakukan dari sebelumnya seperti 9.9, 10.10, 11.11, dan semua menawarkan hal-hal yang mirip, seperti promo dan gratis ongkos kirim. Kita melihat bahwa konsumen memiliki fleksibilitas dalam memilih sebuah e-commerce, karena mereka bertarung dengan senjata yang sama," ujar Gita.

"Artinya, kalau sudah seperti ini, strategi berikutnya adalah aspek-aspek lain yang harus diutamakan, seperti bagaimana cara berkomunikasi dengan klien atau bagaimana mengatasi komplain dari konsumen," lanjutnya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok. Bhinneka.com

Bhinneka dan Yayasan Indonesia Setara Perkuat Kolaborasi Lewat Kajian Ekonomi 5

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 23:25 WIB
Hendrik Tio menjelaskan, Bhinneka hadir sebagai kurator UMKM berkualitas dengan mengkurasi para pelaku UMKM untuk bisa hadir di platform...
Dok. JULO

Kolaborasi JULO dan BukuWarung Perluas Akses Kredit untuk Pembiayaan Modal Usaha 7 Juta UMKM

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:39 WIB
Sejak Agustus 2021, JULO bekerja sama dengan BukuWarung memberikan akses kredit digital ke 7 juta UMKM pengguna BukuWarung di...
Dok. Lanxess

Lanxess Gelar Virtual Days Sosialiasi Perkembangan Industri Bahan Kimia Khusus

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:30 WIB
Webinar akan digelar dalam berbagai bahasa dengan basis waktu berbeda-beda bagi wilayah Eropa dan Timur Tengah (EMEA), Asia, India, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya