Selasa 18 Januari 2022, 20:42 WIB

Maksimalkan Pemulihan Ekonomi UMKM, Plafon KUR Naik dan Suku Bunga Diturunkan 

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Maksimalkan Pemulihan Ekonomi UMKM, Plafon KUR Naik dan Suku Bunga Diturunkan 

Antara/Harviyan Perdana Putra
Perajin batik Pekalongan, Pelaku UMKM penerima KUR

 

KREDIT Usaha Rakyat (KUR) tahun ini plafonnya bakal naik menjadi Rp373,17 triliun untuk penyaluran hingga akhir tahun. Di sisi lain, suku bunga KUR semakin diperkecil menjadi hanya 3% dari sebelumnya 6% sampai Juni 2022. Porsi KUR yang semakin tebal dan suku bunga yang lebih kecil ini dimaksudkan untuk mendorong pemulihan ekonomi bagi UMKM lebih masif 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masudki menegaskan, kebijakan terkait KUR yang semakin longgar menjadi bukti kehadiran pemerintah untuk memaksimalkan pemulihan ekonomi UMKM yang selama dua tahun terdampak covid-19. 

"Meskipun ekonomi sudah mulai normal tapi kita tetap antisipasi dinamika ekonomi dengan memperkuat pemulihan ekonomi UMKM melalui porsi KUR yang ditambah lalu suku bunga diturunkan jadi 3% sampai Juni. Dengan bunga rendah dan porsi yang besar ini sudah jelas pemerintah memihak pemulihan ekonomi UMKM," ungkap Teten usai menghadiri Pengumuman Penghargaan KUR Tahun 2021 Kepada Penyalur, Penjamin, Pemerintah Daerah dan Kanwil Dirjen Perbendaharaan Program KUR Terbaik di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (18/1). 

Dia menambahkan, ke depan, porsi KUR akan terus ditambah agar penyerapan kredit oleh UMKM khususnya dari lembaga pembiayaan perbankan bisa terus meningkat. Ditargetkan pada 2024 porsi kredit perbankan terhadap UMKM sebesar 30%. 

Hal ini menjadi salah satu upaya agar semua pihak terlibat dalam pengarusutamaan UMKM karena selama ini UMKM menjadi bamper ekonomi saat terjadi krisis. 

"KUR ini akan terus kita naikkan sampai nanti porsi kredit perbankan mininal 30% untuk UMKM di tahun 2024, jadi ini tantangan juga. Sekarang baru 19,8%, kalau nanti jadi 30% kredit perbankan untuk UMKM, nah UMKM bisa menyerap tidak?," lanjutnya. 

Menurut Teten, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga akan fokus untuk melakukan pendampingan terhadap UMKM yang menerima kredit. Hal ini diperlukan agar kualitas kredit yang diterima UMKM benar-benar terjaga dari potensi kredit macet. 

Seperti diketahui, realisasi penyaluran KUR pada 2021 lalu mencapai Rp281,86 triliun yang disalurkan melalui 27 lembaga penyalur. Secara rinci, KUR yang disalurkan tersebut terdiri dari KUR super mikro sebesar 3,57%, KUR mikro 63,71%, KUR kecil 32,71% dan KUR TKI 0,01%. 

Baca juga : Penyaluran KUR Tertinggi 2021, Menko Airlangga Berikan Penghargaan pada Mentan SYL

Dari sisi penyalur KUR didominasi oleh tiga bank Himbara dengan share total 92,37%. Kemudian perbankan swasta 3,1%, Bank Pembangunan Daerah (BPD) 4,37%, koperasi 0,05% dan perusahaan pembiayaan lainnya di bawah 0,05%. 

Teten menambahkan, penyaluran KUR oleh koperasi yang masih rendah tersebut dikarenakan ketersediaan likuiditas koperasi yang kecil apabila dibandingkan perbankan. Oleh sebab itu KUR yang disalurkan oleh koperasi sangat tergantung dari ketersediaan likuiditasnya. Diperkirakan tahun ini kemampuan koperasi menyalurkan KUR akan meningkat meski tidak terlalu signifikan. 

"Kalau KUR itukan dibayar subsidinya oleh pemerintah, sementara pinjaman KUR tergantung dari likuiditas koperasi. Nah koperasi itu rata - rata kecil kemampuan likuditasnya. Kalau kaya bank Himbara itukan likuiditasnya besar, jadi bisa salurkan kreditnya kuat," pungkas Teten. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap UMKM dapat memanfaatkan fasilitas KUR tersebut demi mendorong peningkatan kapasitas usahanya. Menurutnya KUR juga menjadi salah satu instrumen fiskal yang sangat berperan bagi pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 lalu. 

"Tahun 2022 plafon KUR kita naikkan menjadi Rp373,17 triliun, kita harap UMKM bisa termotivasi mengaksesnya. Kami meminta dukungan dari kementerian dan lembaga terkait lainnya agar KUR ini bisa terserap dengan baik," ujar Airlangga. 

Airlangga menegaskan bahwa KUR tahun 2022 akan diutamakan untuk ke sektor-sektor produktif. Hal ini diperlukan untuk mendorong produktivitas penerima KUR dan juga mendorong terciptanya nilai tambah. 

"Sektor pertanian menjadi sektor terbesar penerima KUR, saat covid-19 lalu sektor pertanian lajunya sangat kencang. Ini patut diapresiasi," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

AFP/Justin Tallis.

Inflasi Inggris Melonjak ke Puncak dalam 40 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 14:44 WIB
Negara-negara di seluruh dunia diganggu oleh inflasi tinggi selama beberapa dekade karena konflik Ukraina mendorong naiknya harga energi...
DOK Pribadi.

Surakarta Buka KUR Fintech Festival

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 14:32 WIB
Hingga 9 Mei 2022, penyaluran KUR nasional sudah mencapai 33,68% atau Rp125,67 triliun dari target 2022 dan diberikan kepada 2,72 juta...
Antara

Hingga Mei, Pertamina Mengebor 145 Sumur Baru di Blok Rokan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 18 Mei 2022, 14:04 WIB
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) agresif meningkatkan produksi minyak di Wilayah Kerja (WK) Rokan,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya