Kamis 13 Januari 2022, 21:50 WIB

Perluas Layanan, Links Resmikan Contact Center di Semarang

mediaindonesia.com | Ekonomi
Perluas Layanan, Links Resmikan Contact Center di Semarang

Ist
Presiden Direktur Links

 

SALAH satu penyedia layanan contact dan engagement center terdepan di Indonesia, PT Linksindo Makmur (Links), hari ini meresmikan kantor operasional keduanya di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pembukaan kantor baru ini menjadi wujud komitmen Links untuk memperluas layanan pelanggan yang terus berkembang, semakin kompleks dan dibutuhkan oleh semua sektor bisnis di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami sangat antusias memperluas operasional contact center ke Semarang. Dengan didukung teknologi terkini dan inovasi dalam memberikan layanan, Links siap menjadi mitra untuk mengembangkan bisnis offline maupun online dan mewujudkan konsep Hub dan Spoke," ujar Presiden Direktur Links David Wibowo, dalam keterangannya, Kamis (13/1).

"Contact center Links yang baru di Semarang ini akan menjadi Spoke dan melengkapi Hub yang sudah terlebih dahulu dibangun di Jakarta. Ini merupakan bagian dari solusi Links yang akan menopang kebutuhan layanan pelanggan secara efektif dan efisien," sambungnya.
 
Melengkapi layanan dengan menjadikan Jakarta sebagai Hub dan Semarang sebagai Spoke dilakukan Links berdasarkan pada dua hal, yakni pengembangan sumber daya manusia Kota Semarang agar setara dengan standar nasional dan internasional yang mampu memenuhi kebutuhan layanan contact center.

Dengan rangkaian pelatihan didukung oleh platform komunikasi yang mengarah ke omni-channel dan mumpuni, Links Semarang siap menopang pertumbuhan bisnis di masa depan.

Selain itu, Jakarta sebagai Hub yakni pusat operasional perlu diperkuat oleh Spoke di tempat-tempat lain sebagai pusat operasional tambahan untuk meningkatkan kinerja dan sebagai back up site, seperti yang dilakukan Links untuk salah satu klien utamanya yakni Lazada. Berkembangnya era digital dan berlangsungnya pandemi covid-19 telah mengubah cara bisnis berinteraksi dengan pelanggannya dan contact center mempunyai peran yang krusial.

"Transformasi interaksi pelanggan di era digitalisasi ini telah menciptakan kebutuhan akan voice dan digital care channel yang menarik," tambah David.

Salah satu perubahan perilaku pelanggan saat pandemi ialah meningkatnya aktivitas, volume, dan frekuensi berbelanja online. Tren ini berdampak positif pada industri perdagangan elektronik (e-commerce). Temasek, Google, dan Bain & Company dalam laporan e-Conomy SEA 2021 menghitung nilai e-commerce di Indonesia mencapai mencapai US$70 miliar pada 2021 dan bertumbuh 52% dari tahun ke tahun.


Baca juga: Prediksi Ekonomi 2022 Cerah, Indonesia Re Maksimalkan Peluang Bisnis


Dalam konteks bisnis e-commerce, contact center merupakan salah satu cara untuk memastikan hubungan manusiawi yang aman dengan tujuan mendorong keputusan pembelian dan membawa bisnis lebih dekat dengan pelanggannya.

"Links merupakan salah satu mitra kerja yang telah lama mendukung operasional Lazada. Contact center berperan penting dalam menghadirkan pengalaman berbelanja yang aman dan nyaman karena dapat membantu membina hubungan dengan pelanggan serta mendapatkan umpan balik dan evaluasi operasional kami," kata Farid Ghazi Suharjo, VP Customer Care Lazada Indonesia.

"Seiring dengan nilai utama di Lazada, Customers First, layanan inovatif dari Links menjadi faktor pembeda dalam pengalaman berbelanja online dan Links mampu memenuhi standar KPI yang kami berikan secara konsisten. Selamat untuk pembukaan kantor kedua Links di Semarang, yang akan dapat memberdayakan talenta-talenta ekosistem ekonomi digital di Semarang sehingga bisa turut menjadi pahlawan ekonomi digital di kemudian hari," imbuh Farid.

Business Process Outsourcing (BPO) yang menjadi bisnis utama Links adalah salah satu industri yang terus menunjukkan tren positif di tengah hantaman ekonomi akibat pandemi. Reportlinker dalam laporan bertajuk ‘Global Business Process Outsourcing (BPO) Industry’ menyatakan secara global industri ini diproyeksikan bernilai US$161,9 miliar pada 2020 menjadi US$230,3 miliar di 2027 dengan pertumbuhan 5,2% CAGR sepanjang 2020-2027.

Di Asia Pasifik, nilai industri ini diproyeksikan mencapai US$20,4 miliar pada 2027. Masih dari laporan yang sama disebutkan bahwa segmen customer service di BPO diproyeksikan meraih pertumbuhan 4,2% CAGR dan mencapai nilai US$69,4 miliar pada periode yang sama.

Di tengah tren positif ini, Links mentransformasi contact center di industri BPO dengan mengedepankan Customer Experience Management yang berbasis kepuasan pelanggan. (RO/S-2)

Baca Juga

Dok. 99 Group

Landmark Residence Bandung Gandeng 99 Group Untuk Pemasaran Propertinya 

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 23:29 WIB
99 Group menghadirkan dukungan profesional dengan tim berpengalaman lewat produk layanan unggulannya, yakni PASTI (Platform Advertising...
Dok. Astronacci International

Astronacci International Berikan Edukasi Gratis untuk Korban Investasi Bodong 

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 23:27 WIB
Sebagai bentuk kepedulian, Astronacci International membentuk Astronacci Care: learn from mistakes yang bertujuan untuk merangkul para...
Dok.Singapore Airlines

Singapore Airlines Buka Kembali Layanan ke Bali

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 22:38 WIB
Singapore Airlines (SIA) akan membuka kembali penerbangan komersial harian dari Singapura ke Bali mulai 16 Februari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya