Selasa 11 Januari 2022, 16:10 WIB

Pemerintah Diminta Tetap Larang Ekspor Batu Bara

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pemerintah Diminta Tetap Larang Ekspor Batu Bara

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Area pengumpulan Dermaga Batu Bara Kertapati milik PT Bukit Asam Tbk di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/1).

 

PENGAMAT ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi berpendapat pemerintah seharusnya tetap melanjutkan larangan ekspor batu bara ke negara lain.

Larangan yang diberlakukan sejak 1 Januari 2022 itu dipicu tidak terpenuhinya DMO (Domestic Market Obligation). Pengusaha dipaksa memasok batu bara ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 25% dari total produksi per tahun dengan harga US$70 per metrik ton.

Fahmy menyebut, memang ada denda bagi pengusaha yang tidak memenuhi ketentuan DMO batu bara, tetapi dendanya boleh dikatakan sangat kecil.

"Sehingga pada saat harga batu bara membumbung, pengusaha memilih membayar denda untuk mendahulukan ekspor seluruh produksi batu bara ketimbang memasok kebutuhan ke PLN," jelas Fahmy dalam keterangan resmi, Selasa (11/1).

Dia mencatat, hingga Desember 2021, dari 5,1 juta ton kebutuhan PLN, pengusaha hanya memasok sebesar 350 ribu metrik ton atau sekitar 0,06% dari total kebutuhan. Angka yang terbilang sangat minim.

Fahmy mengatakan, kalau kebutuhan PLN tidak segera dipenuhi berpotensi menyebabkan 20 PLTU batu bara dengan daya sekitar 10.850 megawatt (MW) akan terjadi pemadaman.

Alternatifnya, PLN membeli batu bara di pasar dengan harga sebesar US$196 per metrik ton. Namun, alternatif ini menyebabkan harga pokok penyediaan listrik (HPP) PLN membengkak. Ujung-ujungnya, perusahaan negara itu harus menaikkan tarif listrik untuk mencegah kebangkrutan.

"Sungguh ironis, batu bara yang seharusnya untuk memakmurkan rakyat justru memberatkan. Biarkan suara-suara lantang menentang, kelanjutan larangan ekspor batu bara harus tetap berjalan," tegas Fahmy.

Jika tarif listrik naik, lanjutnya, sudah pasti akan menaikkan inflasi yang makin memberatkan beban rakyat dan memperpuruk daya beli masyarakat. (X-12)

Baca Juga

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Lepas Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina 

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 25 Januari 2022, 21:20 WIB
Presiden kembali menekankan pentingnya pembangunan industri hilir terutama di sektor mineral dan...
Dok.MI

Presiden: Ekspor Bahan Mentah Akan Disetop, dengan Resiko Apapun

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:50 WIB
Ia menegaskan jika tidak segera dihentikan, maka Indonesia akan menjadi negara pengekspor bahan mentah sejak zaman...
Dok. Pribadi

Tingkatkan Pencegahan Covid-19 di Tempat kerja, ILO Gandeng PHRI dan Apindo 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:49 WIB
Kerja sama itu mendorong partisipasi dari anggota asosiasi untuk mengikuti layanan penilaian risiko penularan Covid-19 di tempat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya