Jumat 07 Januari 2022, 14:37 WIB

Pada Tahun 2022, Pekerja Sektor Informal Bisa Jadi Peserta Tapera

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pada Tahun 2022, Pekerja Sektor Informal Bisa Jadi Peserta Tapera

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Perumahan di wilayah Tangerang Selatan, Banten. Kini pekerja sektor informal bisa memiliki rumah dengan menjadi peserta Tapera.

 

MEMILIKI rumah pribadi merupakan impian semua orang, terutama bagi yang sudah berpenghasilan tetap.

Sayangnya, impian tersebut seringkali terkendala dengan tingginya harga rumah yang tidak berbanding lurus dengan gaji yang didapat.

Alhasil, pada akhirnya banyak dari mereka yang memilih untuk kost atau menyewa rumah.

Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaran Tapera, pemerintah telah menunjuk BP Tapera sebagai badan atau lembaga yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan penghasilan di bawah Rp8 juta agar dapat memiliki hunian pertama yang layak.

Sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat, tujuan pembentukan Tapera adalah menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak bagi peserta Tapera, khususnya MBR untuk memiliki rumah pertama.

Saat ini, program Tapera masih diperuntukkan bagi seluruh PNS dan ASN yang merupakan pengalihan dari Bapertarum-PNS.

Tetapi pada tahun 2022 ini, kepesertaannya bakal diperluas hingga mencakup pegawai BUMN, BUMD, TNI dan Polri hingga pekerja mandiri juga pekerja di sektor informal.

Ada pun syarat utama untuk menjadi peserta Tapera adalah berusia minimal 20 tahun atau sudah menikah dan pemberi kerja atau perusahaan wajib mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta Tapera.

Dengan rincian iuran simpanan sebesar 0,5% ditanggung oleh pemberi kerja dan 2,5% ditanggung oleh peserta.

Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera, Eko Ariantoro mengatakan bagi para pekerja formal yang ingin menikmati program Tapera maka wajib didaftarkan sebagai peserta oleh pemberi kerja melalui portal kepesertaan Tapera yang dapat diakses di www.sitara.tapera.go.id.

“Jadi kalau pekerja swasta, pegawai BUMN yang mendaftarkan bagian human resources-nya mendaftarkan pekerja ke Tapera. Kalau pekerja Mandiri yang tidak ada pemberi kerja, daftarnya sendiri,” ujar Erie, sapaan Eko Ariantoro, dalam keterangan pers, Jumat (7/1)

“Jika para peserta Tapera ingin menggunakan manfaat Tapera baik Kredit Pembiayaan Rumah (KPR), Kredit Bangun Rumah (KBR), dan Kredit Renovasi Rumah (KRR), maka mereka harus menabung dulu selama 12 bulan, baru bisa manfaatkan Tapera ini,” tambah Arie.

Di tahun 2022, BP Tapera juga bertindak sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP) dalam menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Peranan tersebut membuat peran BP Tapera semakin luas yakni juga menyalurkan KPR FLPP sebesar Rp23 triliun atau setara dengan 200 ribu unit rumah," jelasnya.

Hal ini semakin diperkuat dengan telah terbitnya Peraturan Menteri PUPR Nomor 35 Tahun 2021 tentang Kemudahan dan Bantuan Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah serta Peraturan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat No. 9 Tahun 2021 Tentang Pembiayaan Kepemilikan Rumah Melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, pada tanggal 31 Desember 2021 lalu.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan, “Kami mendapat mandat untuk menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebesar Rp23 triliun atau setara dengan 200 ribu unit rumah untuk tahun 2022. "

"Dengan rincian sebesar Rp19,1 dari alokasi APBN 2022 dan Rp3,9 dari pengembalian pokok,” jelas Adi. 

BP Tapera Kini Punya Dua Layanan: Program Tapera dan Program FLPP

BP Tapera, sebagai Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat, hadir dan menjadi solusi penyediaan dana murah jangka panjang dalam pembiayaan perumahan yang layak sekaligus terjangkau bagi masyarakat Indonesia melalui penyaluran FLPP, di samping terus akan menjalankan Program Tapera secara berkelanjutan.

"Untuk melaksanakan tugasnya, BP Tapera menggandeng 38 Bank untuk penyaluran FLPP dan bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk program pembiayaan Tapera," tutur Adi.

Adapun 38 bank tersebut terdiri dari 7 Bank Nasional yaitu BTN dan BTN Syariah, BNI, BRI, Mandiri, BSI, Artha Graha, dan Mega Syariah dan 31 Bank Pembangunan Daerah (BPD). 

Selain itu, menurut Adi, BP Tapera juga melakukan kerja sama dengan beberapa pengembang yang berpengalaman, baik nasional maupun swasta guna memenuhi kebutuhan demand masyarakat memiliki rumah pertama yang terjangkau.

"Mengusung asas Gotong Royong, dana Tapera dapat dimanfaatkan oleh peserta untuk mendapatkan pembiayaan perumahan atau dikembalikan sebagai tabungan saat pensiun kelak," jelasnya.

"Maka dari itu, BP Tapera tidak sekadar menjadi solusi penyediaan dana murah, melainkan turut menyediakan manfaat tabungan hari tua," kata Adi. (RO/OL-09)

 

 

Baca Juga

Antara

Kemenparekraf Perkuat Rantai Pasok UMKM di Bali

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Senin 23 Mei 2022, 10:28 WIB
Kemenparekraf melakukan penguatan rantai pasok bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan...
AFP/PRAKASH SINGH

Sumbang Devisa Rp5,9 T, Sandiaga Harapkan Ada Lonjakan Turis Timur Tengah

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 23 Mei 2022, 10:25 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengharapkan ada peningkatan jumlah turis asing yang berasal...
Dok.Dagangan

Dorong Pemerataan Ekonomi, Startup Dagangan Berikan Same Delivery bagi Masyarakat Pedesaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 Mei 2022, 10:13 WIB
layanan Same-Day Delivery ini telah dapat diakses langsung oleh masyarakat di wilayah Bandung, Cileungsi, Padalarang, Sleman dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya