Jumat 07 Januari 2022, 07:25 WIB

Harga Minyak Naik Dipicu Kerusuhan Kazakhstan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Minyak Naik Dipicu Kerusuhan Kazakhstan

AFP
Ilustrasi

 

HARGA minyak naik sekitar dua persen pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (7/1), memperpanjang reli tahun baru mereka, di tengah meningkatnya kerusuhan di produsen minyak OPEC+ Kazakhstan dan pemadaman pasokan di Libya dan setelah laporan menunjukkan peningkatan produksi terbatas di produsen utama dunia.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari bertambah 1,61 dolar AS atau hampir 2,1 persen, menjadi menetap di 79,46 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, naik 1,19 dolar atau 1,5 persen, menjadi ditutup di 81,99 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Pergerakan harga minyak terjadi setelah survei Bloomberg menunjukkan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menambahkan hanya 90.000 barel per hari pada Desember, karena peningkatan produksi oleh Arab Saudi diimbangi oleh pengurangan produksi di Libya dan Nigeria.

OPEC dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, sedang melepas rekor pengurangan produksi yang diberlakukan pada tahun 2020, karena permintaan dan harga pulih dari kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi.

Aliansi minyak mengatakan pada Selasa (4/1/2022) setelah pertemuan melalui konferensi video bahwa mereka akan tetap pada rencana untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 400.000 barel per hari pada Februari.

Investor juga semakin khawatir atas kerusuhan di Kazakhstan, negara non-OPEC yang berpartisipasi.

"Situasi politik di Kazakhstan menjadi semakin tegang. Dan ini adalah negara yang saat ini memproduksi 1,6 juta barel minyak per hari," kata Barbara Lambrecht, analis energi di Commerzbank Research, Kamis (6/1/2022) dalam sebuah catatan.

Rusia mengirim pasukan terjun payung ke Kazakhstan untuk membantu memadamkan pemberontakan di seluruh negeri setelah kekerasan mematikan menyebar di bekas negara Soviet yang dikontrol ketat itu. Tidak ada indikasi bahwa produksi minyak di Kazakhstan telah terpengaruh sejauh ini.

Sementara itu, di Libya produksi minyak berada pada 729.000 barel per hari, National Oil Corp mengatakan, turun dari tertinggi lebih dari 1,3 juta barel per hari tahun lalu, karena pemeliharaan dan penutupan ladang minyak. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Prancis Denda Google dan Facebook terkait Penggunaan Cookies

 

Baca Juga

Antara

Kementan: Indonesia Sudah Dapat Mencukupi Kebutuhan Beras Konsumsi

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 15 Agustus 2022, 12:09 WIB
Dengan ketersediaan beras yang sangat mencukupi, Indonesia sudah tidak mengimpor beras...
dok. bank bjb

Banyak Promo dari Perbankan Semarakkan 77 Tahun Indonesia, Ini Promo dari bank bjb

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 12:03 WIB
Salah satu bank yang menggelar program promo adalah bank bjb dengan program bjb Meriah 77 (Merdeka...
Dok. Pribadi

Kado Spesial Kemerdekaan, Rektor IPB Apresiasi Swasembada Beras Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 11:50 WIB
Arif menjelaskan, keberhasilan itu merupakan akumulasi dan kerja keras semua pihak, termasuk upaya jajaran Kementerian Pertanian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya