Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREKONOMIAN Indonesia akan pulih dan semakin membaik. Pada 2022, perekonomian Indonesia diprakirakan akan mencapai 4,7%-5,5%, dari 3,2%-4,0% pada 2021, terutama didukung oleh konsumsi swasta yang meningkat dan kinerja ekspor serta belanja fiskal pemerintah yang tetap terjaga.
Hal itu sejalan dengan mobilitas yang terus meningkat, pembukaan sektor ekonomi yang luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut. Demikian mengemuka dalam Webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kamis (23/128), dengan mengusung tema Outlook Perekonomian Jakarta 2022: Herd Immunity dan Pemulihan Ekonomi.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Perry Warjiyo menyampaikan tiga pesan utama, salah satunya optimistis bahwa pemulihan ekonomi di 2022 akan semakin membaik, baik tingkat nasional maupun DKI Jakarta. Kedua, terus memperkuat sinergi, memperkuat peran ISEI untuk membangun sinergi yang kuat antara berbagai pihak baik akademisi, pebisnis, dan pemerintah dalam mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, mendorong digitalisasi, serta ekonomi-keuangan inklusif dan hijau.
Ketiga, terus membangun landasan bagi perekonomian Indonesia menuju Indonesia maju dengan ciri-ciri pemanfaatan teknologi digital, inklusif, dan hijau. "Penyelenggaran kegiatan webinar ini diharapkan dapat membangun optimisme untuk 2022 yang lebih baik, khususnya mendorong perekonomian Jakarta sebagai pusat episentrum yang turut mendorong perekonomian nasional, serta sebagai wujud nyata komitmen ISEI, baik pusat maupun seluruh cabang untuk terus bersinergi membangun negeri," ungkap Perry.
Turut hadir sebagai moderator ialah Kepala Humas Perpajakan Ditjen Pajak Ani Natalia serta narasumber webinar yaitu Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi DKI Jakarta Mochammad Abbas, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko, dan Chief Economist Bank BTN Winang Budoyo. Mochammad Abbas menyampaikan perekonomian DKI Jakarta di tahun 2022 diproyeksikan akan lebih membaik dibandingkan dengan periode sebelumnya. Untuk terus mendorong pemulihan ekonomi di DKI Jakarta terdapat beberapa strategi antara lain dengan memastikan kebutuhan pangan, mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif, menggerakkan sektor riil, menciptakan lapangan kerja sekaligus mengurangi tingkat pengangguran, dan menjaga iklim investasi.
Baca juga: Kini, Penyaluran Subsidi Rumah Beralih ke BP Tapera
Onny Widjanarko menyampaikan terdapat dua sektor yang menarik dan terus meningkat pertumbuhannya serta berpeluang untuk terus mendorong perekonomian DKI Jakarta, yaitu transportasi dan perdagangan, serta informasi dan komunikasi. Kenaikan sektor usaha ini sejalan dengan kenaikan bisnis e-commerce di tengah meningkatnya digitalisasi, termasuk digitalisasi UMKM.
Senada dengan hal itu, Winang Budoyo menyampaikan perlu upaya untuk menciptakan UMKM-UMKM baru. Upaya ini dilakukan antara lain dengan kerja sama dengan perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam program penciptaan UMKM, pendampingan bagi UMKM baru, dan dukungan pembiayaan UMKM. Melalui kegiatan webinar ini, seluruh peserta yang hadir diharapkan bisa mendapatkan insight positif, mencermati peluang dan tantangan perekonomian 2022, serta mempersiapkan strategi terbaik menyambut tahun 2022 guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. (RO/OL-14)
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved