Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN belanja daring mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19. Survei Ipsos Global Trends 2021 bahkan menunjukkan bahwa konsumen merasa lebih mudah berbelanja daring dibandingkan datang ke toko tradisional. Dari 25 negara yang disurvei, Indonesia menunjukkan persentase tertinggi dari preferensi kemudahan berbelanja daring (73%).
Meski demikian, survei Ipsos juga menunjukkan masih ada negara yang mayoritas penduduknya mengaku lebih sulit berbelanja online, diantaranya Afrika Selatan, Kenyang, dan Nigeria.
Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan mengatakan, survei tersebut dilakukan untuk menunjukkan sinyal perubahan dalam berbelanja, bukan hanya soal belanja online. Survei Ipsos Global Trends 2021 juga menemukan tren mengenai konsumerisme hingga perubahan iklim dalam tren berbelanja.
Soeprapto menjelaskan, perubahan yang terlihat dalam data tersebut cenderung didorong tren opini publik yang sudah berlangsung lama sebelum Covid-19 (macro forces).
"Yang mana macro forces tersebut mendorong adanya shifts atau pergeseran perilaku masyarakat yang diukur dalam banyak penelitian yang kita lakukan. Kemudian, dari pergeseran tersebut, kita melihat adanya sinyal-sinyal perubahan pada seluruh masyarakat. Ketiga hal tersebut mempengaruhi satu sama lain dan kita perlu untuk memahami perubahan pada setiap levelnya untuk secara efektif memahami bagaimana masa depan," katanya dalam keterangan tertulis.
Laporan Ipsos Global Trends 2021 yang melibatkan 24.000 responden dari 25 negara menemukan bahwa mayoritas konsumen dunia dapat menemukan penawaran lebih baik saat berbelanja online dibandingan di toko konvensional.
Misalnya di Indonesia yang menempati urutan ke-4 di antara negara tersurvei lainnya dengan presentase 83 persen. Konsumen Indonesia setuju bahwa mereka dapat menemukan penawaran lebih baik saat berbelanja online dibandingkan di toko.
Sebesar 81 persen konsumen di Indonesia mengaku percaya pada rekomendasi online dari aplikasi atau situs terkenal.
Terkat pemilihan merek, mayoritas pasar di dunia masih belum banyak memilih merek lokal. Mereka berpendapat bahwa merek global memilik produk yang lebih unggul dibandingkan merek lokal negaranya, seperti di Nigeria (77 persen), Kenya (67 persen), India (62 persen), Thailand (58 persen), dan Singapura (55 persen).
Hal itu berbeda dengan pasar Indonesia di mana 59 persen konsumen tidak setuju bahwa merek global memiliki produk yang lebih baik daripada merek lokal. Data itu selaras dengan data survei yang sama bahwa 87 persen konsumen di Indonesia lebih cenderung untuk memilih membeli produk lokal dibandingkan produk global.
Baca juga :ABB dukung Shell Indonesia Hadirkan Solusi Pengisian Daya Kendaraan Listrik
"Untuk pasar Indonesia, dari data hasil survei Ipsos Global Trends 2021 terlihat nyata bahwa belanja online dan pilihan merek lokal sangat menonjol dan peningkatanya sangat signifikan bila dibandingkankan sebelum pandemi," kata Soeprapto Tan.
Soeprapto menjelaskan, selain karena faktor kemudahan penggunaan saluran belanja online, seperti aplikasi, situs, sosial media, dan lainnya, faktor kemudahan menemukan penawaran atau promo lebih banyak dan lebih baik menjadi salah satu pertimbangan konsumen lebih cenderung memilih belanja online dibandingkan di toko,.
"Dan untuk pilihan merek lokal, konsumen merasakan merek lokal Indonesia saat ini dapat bersaing bahkan dengan merek global. Untuk itu, saya melihat produk lokal dan belanja online masih akan tetap menjadi pilihan konsumen ke depannya," ujar Soeprapto.
Meningkatnya tren belanja online juga berkaitan dengan akselerasi teknologi khususnya penyebaran internet. Survei Ipsos menyebutkan, 80 persen warga Indonesia mengaku kesulitan jika tidak menggunakan internet. Dalam peringkat tersebut, Indonesia menduduki peringkat empat di dunia, mengungguli Inggris, Australia, Thailand, bahkan Amerika Serikat.
Kendati demikian, 84 persen publik di semua negara setuju bahwa perusahaan media sosial memiliki terlalu banyak kekuatan. Persepsi itu meningkat di hampir semua negara antara 2019 dan 2021, dengan peningkatan paling menonjol terjadi di Tiongkok, Indonesia, dan Afrika Selatan.
Selain tren belanja online, survei Ipsos Global Trends 2021 juga mengungkapkan meningkatnya perhatian pada perubahan iklim. Bahkan, kesadaran terhadap perubahan iklim terhitung tinggi di Indonesia dengan persentase 87 persen. Di sisi lain, penanganan terhadap isu itu pun jadi perhatian besar di negara berkembang.
Selain itu, survei Ipsos Global Trends 2021 yang dilakukan di tengah pandemi, juga memperlihatkan naiknya kepercayaan terhadap sains, terutama di bidang kesehatan. Analoginya, enam dari sepuluh responden global setuju bahwa semua masalah medis dapat disembuhkan (60 persen).
Pada 2020, kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 sempat mengalami penurunan di beberapa negara, namun mayoritas kembali menguat di Tiongkok dengan 22 persen, Peru dan Cile masing-masing 7 persen, Brasil 4 persen, Indonesia 2 persen, dan India 1 persen.
Sedangkan responden negara lain seperti Italia (-4 persen), Inggris dan Australia (masing-masing -6 persen), dan Amerika Serikat (-12 persen) masih meragukan manfaat dari vaksin itu sendiri. (RO/OL-7)
Ekspedisi CEFAS mengungkap rahasia laut dalam Karibia. Ditemukan gunung bawah laut, "blue hole" raksasa, hingga terumbu karang purba yang tak tersentuh perubahan iklim.
Penelitian terbaru di jurnal Nature mengungkap fakta mengejutkan. Serangga di wilayah tropis, termasuk Amazon, terancam punah karena tidak mampu beradaptasi dengan kenaikan suhu ekstrem.
Suhu Greenland Maret 2026 menunjukkan tren menghangat yang mengkhawatirkan. Simak update terbaru mengenai "Zona Gelap" dan dampaknya bagi permukaan laut dunia.
Ilmuwan mengungkap penyebab zona gelap di lapisan es Greenland. Debu kaya fosfor memicu pertumbuhan alga yang mempercepat pencairan es akibat perubahan iklim.
Peneliti menemukan bahwa kenaikan kadar CO2 di atmosfer mulai mengubah kimia darah manusia, termasuk kenaikan bikarbonat yang signifikan.
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
AKADEMISI Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Firdaus Syam, mengatakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berpotensi jadi matahari baru dalam Pilpres 2029.
SURVEI Indekstat mengungkapkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan angka yang tinggi.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Survei tersebut menemukan bahwa mayoritas responden (77%) memperkirakan akan tetap bekerja setelah mencapai usia pensiun.
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved