Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia menyampaikan akan mempertahankan suku bunga acuan, hingga muncul tanda kenaikan inflasi. Saat ini, suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) berada di level 3,5%, terendah sepanjang sejarah.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan arah kebijakan BI ini sesuai dengan upaya pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, untuk menyikapi ketidakpastian global. Selain itu perekonomian membutuhkan stabilitas karena itu kebijakan moneter berada dalam kategori pro stability dengan tetap memulihkan ekonomi.
Kebijakan-kebijakan BI yang lain, dia jelaskan tetap dalam kategori pro growth. Dia menambahkan, bersama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendorong kredit, pembiayaan dan sektor riil.
BI juga akan mendorong digitalisasi sistem pembayaran sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk ekosistem ekonomi keuangan digital, melalui perbankan digital, e-commerce, unicorn, BI FAST, QRIS dan SNAP.
Bank sentral juga akan melakukan pendalaman pasar keuangan dan pasar valas. Karena itu koordinasi erat dengan Kemenkeu dan forum pendalaman penguatan sektor keuangan.
"Tugas kami di pasar uang dan pasar valas membangun infrastruktur dan mengembangkan produk pelaku dan pricing yang semakin modern dan berstandar internasional," kata Perry, Rabu (1/12).
Perry juga memperkirakan tahun depan perekonomian Indonesia di 2022 pada kisaran 4,7%–5,5%, dari tahun 2021 yang berkisar antara 3,2%–4%. Pertumbuhan terjadi seiring dengan meningkatnya konsumsi, investasi dan ekspor.
"Diperkirakan inflasi terkendali di kisaran 2,5%–4,5% (2022) sebagaimana sasaran yang sudah ditetapkan. Tentu pertumbuhan kredit 6%-8%. Ekonomi dan keuangan digital itu terus akan meningkat sangat cepat dalam mendukung pemulihan ekonomi," kata Perry.
Baca juga: Aktivitas Ritel dan Rekreasi Naik 5,3% pada November 2021
Pada kesempatan yang sama Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan transaksi berjalan bergerak ke arah defisit, meski masih positif, pada kuartal IV tahun 2021 seiring dengan meningkatnya kegiatan impor. Secara keseluruhan pada tahun 2021, neraca transaksi berjalan Indonesia diprediksi akan bergerak di level defisit 0,5% hingga surplus 0,3% terhadap produk domestik bruto (PDB).
"Dalam kegiatan ekspor-impor, kecepatan pertumbuhan ekspor akan berkurang sementara kecepatan impor naik sehingga di kuartal IV transaksi berjalan kembali defisit. Perhitungan kami, transaksi berjalan dalam range antara defisit 0,5% hingga surplus 0,3% terhadap PDB di tahun 2021," kata Dody.
Transaksi berjalan pada kuartal III tahun 2021 tercatat surplus US$4,5 miliar atau 1,5% terhadap PDB.
Sejak kuartal I tahun 2011, neraca transaksi berjalan hampir selalu mencatatkan defisit di tiap kuartal, kecuali pada triwulan III dan IV tahun 2020 serta triwulan III tahun 2021.
"Peningkatan harga komoditas, juga permintaan akan komoditas akan membantu kinerja ekspor sekaligus transaksi berjalan pada tahun 2021. Kenaikan harga komoditas membantu pemulihan ekonomi domestik, dalam bentuk peningkatan investasi serta konsumsi, dan akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali tinggi di kuartal IV 2021. Indikator menunjukan proyeksi pertumbuhan di kuartal IV akan kembali ke level 4% sampai 5%an ," kata Dody.
Namun rendahnya inflasi, kata Dody, akan menjadi indikasi masih lemahnya permintaan oleh masyarakat. Target inflasi Bank Indonesia tahun 2021 yaitu 3% ± 1% atau antara 2%–4%. Bila di bawah target tersebut, artinya permintaan masih rendah, dan ekonomi belum berjalan. (A-2)
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved