Selasa 30 November 2021, 19:48 WIB

Kondisi Geografis Jadi Tantangan bagi Pelaku E-commerce 

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Kondisi Geografis Jadi Tantangan bagi Pelaku E-commerce 

Dok. Pribadi
Diskusi mengenai e-commerce

 

VOLUME transaksi e-commerce meningkat pesat di masa pandemi Covid-19. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, market share e-commerce di Indonesia telah mencapai 45 persen dibandingkan negara ASEAN lainnya. Pertumbuhan volume ini berbanding lurus dengan sejumlah tantangan yang dihadapi ekosistem e-commerce. 

Menurut Associate Vice President of Fulfillment Tokopedia, Erwin Dwi Saputra, tantangan bagi e-commerce adalah geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. 

"Indonesia negara kepulauan. Pembeli bisa di pulau, sementara penjualnya di Jakarta atau di Bandung. Ini tantangan bagi kami untuk memberi layanan yang sama," kata Erwin dalam webinar Regional Summit 2021 dengan tema Membangun Tulang Punggung Ekspansi E-Commerce, Selasa (30/11). 

Ia menambahkan, ketika volume kurir meningkat, seperti volume penjualan UMKM di Tokopedia yang naik 3-5 kali ketika pandemi, maka pengiriman cepat dengan tetap menjaga kualitas produk yang dibeli menjadi tantangan juga. 

"Dia harus packing sendiri kemudian mengirim dengan cepat. Ini tantangan," ujarnya. 

Erwin menuturkan, Tokopedia saat ini bermitra dengan 13 kurir pengiriman dan telah menjangkau 99 persen kecamatan di seluruh Indonesia. Tokopedia memberi solusi kepada pedagang dalam hal logistik, yaitu menyediakan toko cabang yang memberi layanan kepada penjual untuk menitipkan barang di gudang. 

Wakil Ketua Umum Asperindo, Budiyanto Darmastono memaparkan tantangan dari segi pengiriman barang. Pertumbuhan e-commerce yang cukup besar di Indonesia tidak sebanding dengan infrastruktur transportasi. 

Baca juga : Pengamat: Keberlangsungan Operasional Indosat Ooredoo H3I Dipertanyakan

"Kami melihat infrastruktur transportasi belum memadai secara maksimal. Yaitu belum terintegrasi antara HAP, khususnya di pelabuhan. Laut dan udara belum terintegrasi," kata dia. 

Ia mencontohkan, infrastruktur yang belum memadai di wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur. Pengiriman barang di Indonesia Timur yang masih mengandalkan penerbangan selama pandemi terhambat. 

"Banyak penerbangan yang sebelum pandemi sebagai tulang punggung perusahaan kurir mengirim barang lewat udara, selama pandemi, banyak airline yang mengurangi penerbangan. Sehingga banyak mengalami keterlambatan di Indonesia timur," ungkapnya. 

Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak, termasuk pemerintah. Bagaimana membangun infrastruktur terutama melalui jalan tol agar segera selesai agar pengiriman barang antara satu daerah ke daerah lain dapat terlaksana dengan cepat dan murah. 

VP Pengembangan Bisnis Ecommerce dan Kelembagaan JNE, Mayland Hendar Prasetyo menjelaskan, sebagai perusahaan jasa pengiriman, JNE beradaptasi dengan culture society impact yang saat ini terbiasa dengan mobile connectivity. 

"Perusahaan jasa pengiriman harus mengikuti perkembangan jaman. Yang tadinya secara sistem di awal e-commerce berdiri kita di perusahaan jasa pengiriman masih menggunakan resi kertas, harus datang ke counter, sekarang dengan adanya JNE di Indonesia, menjadi rangking ke delapan dalam mobile connectivity," kata Hendar. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/HO

Mendag Sebut Harga Komoditas Tinggi Peluang bagi Investasi dan Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 05:11 WIB
“Ini bagian dari oprtunity. Harga komoditas tinggi ini menyebabkan banyak investasi dan inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi...
MI/ Susanto

Kemenkeu: Kondisi Utang Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:57 WIB
Selain itu, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga disebut masih berada di bawah batas...
MI/Pierre Lavender

Wafa Taftazani Sebut Ransverse Jadi Indonesia’s Premier Metaverse

👤Pierre Lavender 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:54 WIB
Dalam metaverse yang dibuat oleh Rans Entertainment, terdapat 24.000 lands sebagai pengisi geografi dan dapat diisi oleh para kreator...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya