Selasa 30 November 2021, 19:03 WIB

Periode Desember 2021: Harga Referensi CPO Naik Namun Biji Kakao Turun 

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Periode Desember 2021: Harga Referensi CPO Naik Namun Biji Kakao Turun 

Antara/Yudhi Mahatma
Perkebunan kelapa sawit di Kutawaringin Timur, Kalimantan Selatan

 

HARGA referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Desember 2021 adalah USD 1.365,99/MT. Harga referensi tersebut meningkat USD 82,61 atau 6,44 persen dari periode November 2021, yaitu sebesar USD 1.283,38/MT. 

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 68 Tahun 2021 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar. 

“Saat ini harga referensi CPO telah jauh melampaui threshold USD 750/MT. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 200/MT untuk periode Desember 2021," kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana. 

BK CPO untuk Desember 2021 merujuk pada Kolom 12 Lampiran I Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 166/PMK.010/2020 sebesar USD 200/MT. 

Nilai tersebut tidak berubah dari BK CPO untuk periode November 2021. Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Desember 2021 sebesar USD 2.527,31/MT menurun 4,35 persen atau USD 114,81 dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar USD 2.642,12/MT. 

Hal ini berdampak pada penurunan HPE biji kakao pada Desember 2021 menjadi USD 2.239/MT, menurun sebesar 4,76 persen atau USD 111,85 dari periode sebelumnya, yaitu sebesar USD 2.351/MT. 

Baca juga : Terapkan Industri Hijau, Sektor Manufaktur Hemat Energi Hingga Rp3,2 Triliun

Peningkatan harga referensi CPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain masih tingginya permintaan CPO dan meningkatnya konsumsi setelah pemulihan ekonomi Tiongkok dan peningkatan harga minyak bumi, sehingga terjadi peralihan ke biofuel. Faktor lainnya adalah menguatnya kurs dolar terhadap poundsterling. 

Selain itu, Malaysia sebagai negara produsen kedua terbesar CPO mengalami penurunan produksi yang cukup signifikan akibat kurangnya tenaga kerja terutama para pemanen. 

Sementara itu, penurunan harga referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi peningkatan produksi kakao dan menguatnya kurs dolar terhadap poundsterling. 

Namun demikian, peningkatan ini tidak berdampak pada BK biji kakao, yaitu tetap 5 persen. 

Untuk HPE produk kayu, terdapat beberapa jenis kayu yang mengalami perubahan dari bulan sebelumnya. Sedangkan, HPE produk kulit tidak berubah dari bulan sebelumnya. Begitu pula untuk BK komoditas produk kayu dan produk kulit. (OL-7)

Baca Juga

Ist

BPJAMSOSTEK Beri Penghargaan kepada Sejumlah Perusahaan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:56 WIB
Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang telah berkontribusi besar terhadap coverage BPJS Ketenagakerjaan melalui perlindungan...
ANTARA/SIGID KURNIAWAN.

G20 Dorong Pemulihan Ekonomi di tengah Eskalasi Tantangan Global

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:41 WIB
Dalam pertemuan tersebut, juga hadir beberapa pembicara eksternal dari kalangan akademisi dan pelaku pasar yang turut memberikan beragam...
DOK BNI

BNI JJF 2022 Makin Pecah, BNI Pamerkan Metaverse hingga Siapkan Hadiah iPhone 13 Pro

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:18 WIB
Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies menuturkan bahwa animo masyarakat terhadap gelaran acara ini sangat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya